Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 179 Rika dalang kecelakaan Arlan


__ADS_3

''Apa Om sudah menemukan siapa pelaku nya, dan bagaimana keada'an nya sekarang, kenapa di sekujur tubuh nya terpasang alat alat seperti itu,'' tanya Karan kepada kedua Om nya.


''Anak buah Om sudah mulai menemukan titik terang mengenai pelaku yang membuat Arlan menjadi seperti itu,''


''Kenapa dia tega melakukan semua itu kepada Arlan Om, apa motif orang itu kepada adik ipar ku ini,'' tanya Karan lagi, ''Sania belum ditemukan, dan sekarang sudah muncul lagi masalah yang lain lagi,'' tambah Karan yang mulai bingung dengan keada'an keluarga nya.


''Masalah Sania, kamu jangan terlalu memikirkan hal itu, anak buah Om tengah mencari keberada'an Sania, dan mungkin dia akan segera mendatangi rumah sakit untuk meminta resep obat nya, yang di katakan dokter sich seperti itu, soal nya kemarin Sania belum mengambil inay nya untuk bulan ini. Siapa tau dengan dia datang ke rumah sakit kita bisa mengikuti nya dari belakang tanpa sepengetahuan dari dia,'' ungkap nya, mengingat ponakan nya yang harus selalu mengonsumsi obat obatan agar penyakit nya tidak kembali kambuh.


''Selamat sore Tuan,'' sapa Ayah Arlan yang baru datang bersama dengan kedua putera nya.


''Sore juga Pak,'' jawab Tuan Arzan sopan.


''Maaf Tuan, kenapa bisa seperti ini kejadian nya,'' tanya salah satu kakak Arlan.


''Kalau boleh tau, apakah Arlan sudah membuat seseorang tersinggung dengan ucapan atau tingkah laku Arlan selama ini,'' tanya Tuan Arzan langsung, dia sudah tidak tahan untuk tidak bertanya kepada keluarga nya yang lain, mengingat anak buah nya yang mengatakan kalau orang yang menyuruh nya adalah bukan dendam karena pekerjaan. Tapi melainkan dendam karena cinta nya yang selalu di tolak oleh Arlan.


''Menurut kami, adik saya tidak pernah menyinggung orang lain Tuan, apalagi mempunyai musuh sampai dia menginginkan nyawa dari adik saya,'' jawab kakak tertua Arlan.


''Tentang percinta'an mungkin, atau hal lain nya yang kalian tidak tau,'' tambah Tuan Fabian menatap kedua kakak Arlan.


''Kalau masalah itu kami kurang tau Tuan, karena itu adalah privasi adik ku dan tak mungkin juga kami menanyakan kepada nya, apalagi itu tentang cinta,''

__ADS_1


''Tuan, putera saya tidak pernah ada masalah dengan wanita, dan dia tidak pernah bercerita kalau dia sedang jatuh cinta dengan orang, kecuali Sania. Putera saya menceritakan kepada saya selaku Ayah nya, tapi dia hanya bercerita kalau dia sangat mencintai ponakan Tuan Arzan dan juga Tuan Fabian,'' terang nya membuat Tuan Arzan dan juga Tuan Fabian sama-sama menaikkan satu alis nya.


''Begini Pak, maksud ucapan kakak ku adalah, orang yang ingin mencelakai Arlan mempunyai dendam tentang cinta nya yang pernah di tolak oleh Arlan, maka nya orang itu membayat orang agar memberi hukuman kepada Arlan,'' tukas nya membuat kedua kakak Arlan terperanjat kaget, karena setau mereka selama ini, orang yang di cintai adik nya hanyalah Sania istri yang sekarang entah ada di mana sekarang.


''Banyak kemungkinan orang ini, adalah orang yang sama dengan orang yang membuat Sania pergi dari kehidupan Arlan sekarang, karena dia tidak ingin Arlan bahagia dengan kehidupan nya yang ia jalani saat ini dengan Sania.'' terang Tuan Arzan, membuat semua orang di sana bertanya-tanya siapa orang yang sudah tega membuat kehidupan Arlan berantakan seperti ini.


''Maksud anda, Sania pergi karena ada orang yang membuat dia pergi dari kehidupan adikku, bukan karena kemana Sania sendiri,'' sela kakak kedua Arlan.


''Ponakan saya selalu patuh dengan semua ucapan Arlan, Sania juga sudah tau kalau suami nya tidak peduli kalaupun dia tidak memiliki anak asal mereka bersatu pasti kebahagia'an itu akan hadir, walau tanpa kehadiran buah hati di tengah-tengah mereka, tapi seseorang sudah membuat Sania pergi membawa luka dengan bilang kalau Arlan tidak akan bahagia karena tidak akan pernah memiliki keturunan, dan dia juga bilang Arlan akan meninggalkan kamu? karena kamu mandul dan juga ber penyakitan, kamu hanya sebagai benalu di kehidupan Arlan, mungkin karena itulah ponakan saya memilih untuk pergi melepaskan suami yang ia cintai berbahagia dengan wanita lain.'' Ujar Tuan Arzan panjang lebar, menjelaskan semua nya tanpa mau di tutup tutupi lagi dari keluarga suami ponakan nya.


-''Hallo,''


-''Bos, orang yang mencelakai Tuan Arlan sudah mengaku, dan nama orang yang menyuruh mencelakai Tuan Arlan adalah Rika, orang yang sama seperti pikiran Bos tadi,''


-''Baik Bos, akan kami usahakan hari ini akan membawa wanita itu ke markas?''


-''Baik, kerjakan dan buktikan setiap ucapan kamu tadi,'' kata Tuan Arzan lalu memutuskan sambungan telfon nya.


''Siapa kak?'' tanya Tuan Fabian penasaran.


''Anak buah kita sudah menemukan dalangnya, dan benar yang kita katakan barusan, dia adalah orang yang sama dengan orang yang adandi rumah sakit kemarin,''

__ADS_1


''Maksud Om Arzan Rika?'' Karan menyela ucapan dari kedua Om nya.


''Iya, tebakanmu benar sekali Karan, kita harus memberi pelajaran kepeda wanita itu sekarang juga,'' jawab Tuan Arzan datar.


''Maaf, kalau boleh tau Rika mana yang di maksud kalian?'' kini giliran kakak Arlan yang menyela ucapan Tuan Arzan.


Karan merogoh saku jas nya dan mengambil ponsel yang biasa simpan, lalu kemudian Karan memperlihatkan rekaman CCTV yang ia ambil dari rumah sakit.


Mereka berdua terkejut melihat nya, Rikaika yang di maksud keluarga Sanjaya adalah Rika saudara sepupu Arlan dari mendiang ibu nya. Kenapa dia sangat tega melakukan semua ini kepada Arlan, bahkan Arlan tak pernah melakukan kejahatan kepada saudara nya sendiri.


''Ini--'' Ayah Arlan tak meneruskan ucapan nya, tenggorokan nya tercekat ketika melihat dengan jelas cacian yang di lontarkan kepada menantu kecil nya.


''Ini Rika, saudara sepupu dari Ibu Arlan, kami tidak menyangka dia rela melakukan hal yang sangat menjijikkan seperti ini, hanya untuk mendapatkan cinta dari adikku,'' gumam nya pelan.


''Tuan, bagaimana keadaan menantu saya sekarang, apa sudah menemukan titik terang dia ada di mana sekarang?'' tanya Ayah Arlan dengan wajah yang begitu menyedihkan.


''Kami belum bisa menemukan Sania untuk saat ini, di tambah lagi dengan kejadian yang menimpa Arlan saat ini, jadi orang orang yang ditugaskan untuk mencari Sania tetalihkan untuk mencari dalang kecelaka'an ini,'' seru Tuan Arzan menatap lurus ke depan, Tuan Arzan sangat mengkhawatirkan ponakan nya karena penyakit nya yang baru saja kulai membaik, tuan Arzan takut terjadi sesuatu yang membuat keluarga Sanjaya akan menyesal seumur hidup nya.


''Kalau begitu kami permisi dulu,'' pamit Tuan Arzan yang di ikuti oleh Tuan Fabian di belakang nya.


''Tuan Karan,'' sapa Ayah Arlan.

__ADS_1


''Karan akan tinggal di sini beberapa hari untuk menjaga Arlan yang tetbating lemah di dalam,'' jawab nya mendaraykan bokong nya ke kursi yang sejak tadi sudah ia duduki, namun setelah kepergian Om nya Arlan dan yang lain nya beranjak dari tempat nya untuk berdiri.


__ADS_2