Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 196 Kepulangan si kembar


__ADS_3

-''Ada apa Pah?'' tanya si kembar yang tak lain adalah Andrian.


-''Kamu bisa pulang sebentar, ada yang Papa minta bantuan kamu di sini,'' jawab tuan Arzan dengan suara berat nya.


-''Di sana kan ada Arlan, Kak Karan dan juga Alex juga Pah, kenapa musti harus meminta tolong ke aku yang jauh sich?'' kata Andrian dengan santai nya.


-''Karan dan Alex masih ada kerja'an yang harus di selesaikan, sedangkan Arlan? dia harus menemani adik sepupu kamu yang sedang hamil besar,'' jawab tuan Arzan membalas perkata'an putera nya.


-''Kan Sania ada Bunda yang jagain dia Pah, masakngitu saja harus Rian bilang juga sich!'' Andrian mulai kesal dengan sang Papa, hanya gara-gara masalah nya belum selesai saja dia harus meminta tolong kepada nya, padahal kerja'an dia saja di sana belum juga selesai, tapi Papa nya memang sangat dramatis dalam meminta tolong kepada Andrian.


-''Adik kamu sedang hamil besar, dan bahkan mungkin selalu membutuhkan Arlan berada di sisi nya, apalagi tadi dia mengalami pendarahan dan syukur lah ponakan ponakan kamu tidak apa apa,''


-''Tunggu Pah, maksud Papa dengan menyebutkan ponakan ponakan tadi? apa ya, kok jadi salfok (salah fokus) gini sich,'' potong nya.


-''Sania hamil anak kembar Rian?'' jelas nya pada Andrian.


-''Anak kembar? wach hebat dong Sania, bisa langsung mendapatkan momongan dua sekaligus,'' celetuk Rian yang menimpali dengan santai, namun Andriana yang adandi samping nya tengah melotot kepada kakak kembar nya.


''Papa bilang apa, kalau cuma nyuruh kita pulang jangan mau kalau memang tidak terlalu penting?'' bisik Andriana adik kembar Andrian.


-''Lagian Riana juga nggak mau pulang kok Pah, jadi Papa percuma menyuruh kita untuk pulang sekarang?'' sahut nya.


-''Kalian benar tidak akan membantu Papa, yakin tidak ingin tau keada'an adik sepupu kamu yang sedang di rawat di rumah sakit? bahkan dia kini sedang terbaring lemah di rumah sakit kakek kalian karena tengah mengandung 3 calon ponakan kamu?'' ujar nya dengan jelas, agar kedua anak anak nya segera pulang dengan memberitahu kalau saudara sepupu nya sedang mengandung bayi triple.


-''Papa nggak bohong kan? dengan bilang kalau Sania hamil anak kembar tiga, aku masih tidak percaya sama Papa, sampai berbuat begitu sama kita agar cepat pulang dan membantu Papa,'' celetuk Andrian dengan santai nya.


''Kenapa?'' tanya Riana pelan.

__ADS_1


''Telfon Mama sekarang?'' suruh Andrian kepada adik nya.


''Buat apa sich,'' tanya nya lagi.


''Telfon saja sekarang cepat,'' Andrian terus saja memaksa adik nya untuk segera menghubungi Mama nya yang ada dirumah sakit sekarang.


-''Kalian sedang bahas apa sich, kok Papa di kacangin kayak gitu,'' seru tuan Arzan yang dari tadi di abaikan oleh putera nya.


-''Masalah kecil dan masalah sepele juga kok Pah, kalau gitu Andrian tutup telfon nya dulu, ada klien yang dari mememui kita di sini,'' jawab Andrian berbohong kepada Papa nya, lalu segera memutus kan sambungan telfon nya dengan sang Papa.


Sedangkan tuan Arzan mendengus kesal karena sambungan telfon nya di matikan secara sepihak oleh sang putera. Kini tuan Arzan tengah di landa kebingungan dengan semua masalah yang sedang menimpa perusaha'an nya.


Kedua anak nya juga tidak mau membantu nya agar masalah itu segera bisa di atasi secepatnya.


...****************...


Andrian dan juga Andriana kini tengah bersiap untuk pulang ke Indonesia setelah mereka berdua mengobrol dan menanyakan kebenaran Sania, Andrian dan juga Andriana memutuskan untuk segera terbang ke negara kelahiran nya.


Tepat jam 5 pagi kedua nya tiba di kediaman nya, Mama Citra sudah menunggu kedatangan putera dan juga puteri nya di ambang pintu, sedangkan tuan Arzan belum juga terbangun dari tidur nya, karena tuan Arzan baru memejamkan matanya di saat jam menunjukkan pukul 2 dini hari.


Tuan Arzan memang masih menyelidiki beberapa orang yang terlibat dengan masalah yang terjadi dengan perusaha'an nya, yang selama ini terlihat baik baik saja, tapi nyatanya di dalam nya sedang ada kebusukan yang terus menjalar kemana mana setiap hari nya, sehingga perusaha'an harus menelan beberapa ratus juta.


''Kalian sudah sampai,'' tanya Mama Citra yang melihat kedua anak nya yang sedang turun dari mobil nya.


''Iya Ma, seperti yang kami bilang sebelum nya, kalau kami akan terbang saat itu juga, setelah Mama mengatakan kalau saudara kita tengah mengandung anak kembar tiga, aku jadi pengen cepat pulang? harus nya nggak sekarang sich! tapi aku juga ingin mengetahui kondisi adik aku di rumah sakit saat ini,'' jawab Andriana panjang lebar dengan sang Mama.


''Ya sudah lebih baik kita masuk dulu, dan Mama harus nya sudah menyiapkan kita makanan, soalnya Andrian audah cukup lapar? karena tadi belum sempat makan juga langsung berangkat ke sini setelah memesan tiket pesawat,'' Ucap mengajak Mama dan juga adik kembar nya untuk segera masuk ke dalam rumah nya, mengingat hati ini masih sangat gelap dan bahkan sedikit dingin.

__ADS_1


Mama Citra langsung menggandeng kedua putera dan juga putero yang sudah mulai dewasa, namun mereka masih ingin merintis karir nya terlebih dahulu, ketimbang harus berkeluarga di usia muda nya.


Andrian yang memang sudah sangat kelaparan, dengan sangat lahap memakan makanan yang di masak oleh Mama Citra.


''Mama, semua nya Mama yang masak?'' tanya Andrian sembari terus mengunyah makanan nya.


''Sudah, lebih baik kamu makan saja dulu, takut nya kamu malah keselek dan Mama juga yang repot lagi,'' Ucap Mama Citra menghentikan pertanya'an dari putera nya.


''Tau nich kak Rian, bilangnya laper? tapi masih mau ngomong saja kamu thu kak, makann saja dulu semua masakan Mama, karena biru adalah makanan kesuka'an kak Rian kan?'' jawab Riana dengan kunyahan nya.


''Ini bukan semua nya kesuka'an aku dek? tapi kamu juga,'' sahut Andrian menatap sang adik dengan tajam.


''Sudah sudah, kalian berdua makan saja dulu yang banyak, Mama mau ke kamar dulu,'' Ujar Mama Citra yang mulai beranjak dari tempat nya.


Namun ketika sudah berdiri di samping kedua anak anak nya mereka di kejutkan dengan suara orang laki-laki yang sedikit serak khas bangun tidur.


''Kalian berdua kapan datang? kok Papa tidak tau kalian datang?'' tanya nya dengan suara bariton nya, tuan Arzan menapaki anak tangga dan menghampiri kedua anak-anaknya yang tengah menyantap makanan di meja makan.


''Ich, ngapain Papa harus bangun segala dari tidur nya sich, bikin nggak selera makan saja,'' gumam Andrian sedikit memlnarik sudut bibir nya ke atas, Andrian sengaja ingin membuat sang Papa marah dengan nya, dengan mengucapkan hal yang demikian.


''Bodoh amat, kalian mau selera atau nggak yang pasti Papa akan ikut duduk di sini juga,'' tukas nya dan menarik kursi yang sering ia duduki selama ini.


''Papa kok sekarang jadi kardi seperti itu sich, bikin kesal saja!'' sambung Riana dengan mencebikkan bibir nya.


Tapi alih alih sang Papa pindah dari hadapan kedua anak anak nya, tuan Arzan malah sengaja mengambil piring dan mengisi makanan juga di atas piring nya, dia sengaja ikut makan di sana. Sedangkan Mama Citra sudah tertawa melihat kelakuan suami nya yang seperti anak kecil yang ikutan makan di sana, dia tidak menghiraukan kedua anak anak nya.


''Mama, tolong usir Papa dong, aku enek nich?'' sela Riana mengulas senyuman nya.

__ADS_1


''Jahat banget sich kalian sama Papa, sampai bilang enek segala,'' Sahut sang Papa yang masih menyiapkan makanan nya.


Akhirnya mereka bertiga terkekeh bersama melihat tingkah tuan Arzan yang kini sedang cemberut, namun masih terus menyiapkan makanan ke dalam mulut nya, dia mengunyah dengan cepat dan langsung menelan nya agar cepat selesai memakan makanan nya yang sudah ada di piring nya.


__ADS_2