
Malam ini terasa begitu bahagia, semua orang hadir di acara makan malam dirumah besar kakek Sanjaya.
Apalagi dengan kedatangan kakak sepupu ku yang kembar, aku begitu bahagia melihat mereka juga datang malam ini, mungkin kakek Sanjaya yang memaksa mereka berdua untuk datang malam ini, karena kak Karan akan melamar gadis yang selama ini ia ceritakan pada sang kakek.
Kakek Sanjaya tak mau kedua cucu kembarnya ketinggalan momen bahagia saudara sepupu nya.
''Kak Andrian dan juga kak Andriana? kapan datang, kok Sania nggak di beri kabar sich,'' tanya Sania yang kini tengah melepaskan pelukan nya dari tubuh kedua kakak kembar nya.
''Tau nggak? kakak baru sampai tadi sore, dan kakek menyuruh kita segey dateng cepat kesini, tadinya ingin ke rumah Bunda dulu, tapi kakek nelfon terus, jadi terpaksa ngikutin kakek tua dulu,'' Ujar kak Riana sedikit kesal.
''Emang ada acara apa sih Sania, daritadi saya tanya sama kakek, bilangnya entar kalian bakalan tau sendiri gitu terus jawaban nya,'' sambil kak Rian yang sudah nggak sabaran.
''Ya tungguin sajalah, sekalian kita kumpul kumpul malam ini? kita kan sudah lama nggak bertemu iya kan kak?'' jawab Sania menatap Riana yang ada di depan nya.
Sedangkan kak Pinky menghampiri Ibu dan juga kakek di ruang tamu bersama dengan keluarga besar lainnya nya.
Tepat jam 7 malam, kakek Sanjaya mengajak semua keluarga nya untuk makan bersama di meja makan yang lumayan panjang dan cukup untuk 60 orang.
''Ayo kita makan terlebih dahulu. Pinky ayo kita meja makan dulu,'' ajak kakek Sanjaya lembut seraya melangkah pergi dengan tertatih-tatih menggunakan tongkat nya. Berbagai macam makanan sudah tersaji di meja makan tersebut, semua keluarga nya tak ada yang tau maksud dari kakek Sanjaya mengundang nya untuk makan malam di kediaman nya.
Mereka semua nampak sangat menikmati makanan nya, tanpa ada suara hanya dentingan sendok dan juga garpu yang terdengar. Pinky sendiri merasa sangat canggung berkumpul dengan orang orang kaya dan sukses seperti keluarga besar kakek Sanjaya.
'Perasaan apa ini? kenapa hanya aku saja yang berkumpul dengan keluarga kakek Sanjaya, tak ada orang kecil sama sekali di keluarga ini, semua nya orang terpandang dan pengusaha sukses yang pernah aku dengar namanya,' gumam Pinky dalam hati.
''Habiskan makanan nya, nggak usah gugup seperti itu?'' Ujar Bu Wati menatap ke arah Pinky sejenak.
Pinky mengangguk seraya menjawab, ''Baik Bu?'' jawab nya dengan lembut.
__ADS_1
Bu Wati tersenyum dan melanjutkan makan nya yang masih tersisa sedikit di piring nya.
''Selesai makan kita akan berkumpul di ruang tengah, kita akan menggelar acara kecil kecilan di sana, dan pastinya ini momen yang tak akan di lupakan oleh seseorang.'' Ucap kakek Sanjaya di sela sela makan nya.
Tiba-tiba pelayan menghampiri kakek Sanjaya dan berbisik. ''Tuan? di luar ada tamu perempuan,'' bisik nya.
''Biarkan dia masuk!'' jawab kakek Sanjaya datar, lalu beliau beranjak dari duduk nya, melangkah pergi ke ruangan yang telah ia katakan tadi pada semua keluarga besar nya.
Terlihat kakek Sanjaya menemui wanita seumuran Bu Wati di ruang keluarga tersebut. Nampak Ibu itu berdiri ketika melihat kakek Sanjaya menghampiri nya.
''Maaf tuan saya telat datang nya, karena saya juga harus bekerja dulu,'' tutur nya ramah dan sedikit membungkukkan badan nya.
''Iyq nggak apa apa, santai saja. Acaranya juga belum di mulai!'' jawab kakek Sanjaya datar, wajahnya menampilkan hal tak senang dengan wanita di depan nya, kakek Sanjaya terpaksa mengundang wanita tersebut, karena bagaimana pun? wanita itu yang sudah melahirkan Pinky. Ya wanita yang ada di hadapan kakek Sanjaya adalah tak lain Ibu dari Pinky.
Pinky melangkah pergi menuju di mana orang sedang berkumpul, mata Pinky mengedarkan ke semua arah tak di sangka dia melihat wanita yang sudah lama tidak ia temui.
''Temuilah, mungkin dia sangat rindu sama kamu Pinky?'' ujar Bu Wati membuat Pinky terkejut.
Pinky melangkah pergi menuju sang Mama, setelah berpamitan kepada Bu Wati.
''Mama ngapain di sini?'' tanya Pinky penasaran seraya menoleh ke kiri dan juga ke kanan.
''Mama diundang kakek Sanjaya, kamu sendiri kenapa ada di sini juga, dan sedang apa di sini,'' tanya balik sang Mama.
''Pinky di ajak teman ke sini Ma?'' jawab nya gugup. 'Ada apa ini? kenapa Mama juga ada di kediaman kakek Sanjaya?' tanya Pinky dalam hatinya.
''Para tamu undangan harap mendengarkan sejenak, tuan besar ingin mengumumkan acara lamaran untuk cucu pertama-nya, saya harap tuan besar memberikan sepatah dia patah ke keluarga besar nya,'' Ucap sang MC mempersilahkan kakek Sanjaya ke depan.
__ADS_1
Kakek Sanjaya di papah oleh anak buah nya yang selama ini sudah mengurus beliau. Aku hanya tersenyum menatap kakek nya menuju ke depan.
''Siapa yang mau lamaran?'' tanya Andrian dan juga Andriana secara bersamaan.
''Cucu pertama, siapa lagi kalau bukan kak Karan,'' jawab Sania senang, Pinky yang ada tak jauh dari nya menjadi sedih mendengar kalau kak Karan akan lamaran.
'Ternyata Karan akan melakukan prosesi lamaran di kediaman ini,' ucapnya dalam hati, raut wajah dia kini sudah menjadi murung? sampai akhirnya kak Pinky mendengar nama kak Karan di panggil oleh kakek Sanjaya.
''Ayo Karan? kesini, bagaimana kamu sudah siap dengan kata katamu kan?'' tanya sang kakek pada kak Karan.
''Bismillah saja kek?''Jawab kak Karan mengembangkan senyum nya.
'Terlihat sekali Karan senang dengan acara malam ini, tau gitu aku nggak ikut ke sini,' gumam Pinky lirih, kini kedua matanya sudah berkaca kaca melihat senyum bahagia dari Karan.
'Kenapa kamu nangis sich Pinky? Karan berhak bahagia dengan orang yang biasa cintai, dan kamu juga nggak pantas bersanding dengan nya, mereka kaya dan dari keluarga konglomerat, sedangkan kamu hanya pengusaha receh?' keluh nya, Pinky menarik nafas panjang dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
''Kira kira gadis nya mau nggak?'' seru saudara lain nya.
''Belum tau Om, tapi bismillah saja lah? semoga nggak ditolak,'' jawab Karan menatap Pinky yang berada tak jauh darinya. Kak Karan berjalan menuju kak Pinky dengan membawa buket bunga, kak Karan pun berlutut di depan kak Pinky membuat sang empu terkejut dengan perlakuan kak Karan.
''Pinky, maukah kamu menjadi istri dan juga Ibu untuk anak anak ku kelak,'' Ucap kak Karan gugup, mungkin ia merasa malu karena disana banyak keluarga nya. Kak Pinky menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang digunakan ucapkan oleh kak Karan. Kak Pinky melihat ke sekeliling nya, karena dia masih tak percaya dengan apa yang di dengar nya..
.
.
.
__ADS_1
sudah di tambah