Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 94 Senyuman Pinky


__ADS_3

Setelah makan malam bersama di rumah, kak Karan pergi untuk menemui kak Pinky di butik nya. Sedangkan kak Arlan masih duduk santai bersamaku di samping rumah, di mana disana ada kolam renang dan juga taman kecil dengan beratap kan langit biru dengan ntahuran bintang di sana, aku menengadah ke atas? mencoba memandangi bintang bintang yang gemerlapan, di tambah lagi bulan Purnama seakan menambah nilai plus pada kuasa Tuhan.


''Sudah kita masuk saja ke dalam?'' ajak kak Arlan padaku. ''Di sini dingin? dan kamu juga baru sembuh,'' tambah nya lagi.


''Iya kak? oiya kak Arlan ngedate?'' tanya ku menatap sekilas kak Arlan yang kini tengah menunduk.


''Aku nggak punya cewek, jadi mau ngedate sama siapa coba?'' jawab nya datar.


''Och maaf, tapi kenapa kok nggak cari pacar sich?'' tanyaku heran, di tambah rasa penasaran ku yang semakin menggebu-gebu untuk segera tau pacar seperti apa yang di inginkan kak Arlan.


''Aku nggak mau cari pacar, aku maunya cari istri. Lagian di umurku yang sekarang ini sudah tak memungkinkan untuk berpacaran?'' jawab kak Arlan.


''Emangnya kenapa? kan belum terlalu tua juga kan buat mencari pacar,''


''Sania? kamu nggak tau aku yang sesungguhnya, lagian mana ada wanita yang suka sama aku yang hanya manajer di restoran tempatku bekerja, wanita di luaran sana lebih memilih laki-laki seperti kakak kamu yang mapan dan punya kekuasaan juga.''


''Nggak semuanya wanita seperti itu kak? itu hanya sebagian nya saja, masih banyak kok wanita yang tak memandang harta,''


''Seperti Pinky kan? Karan begitu beruntung mendapatkan Pinky yang tak menilai kebahagiaan nya dengan harta.''


''Iya kak?'' jawab ku lirih, aku menghela nafas panjang dan menghimbau secara perlahan, ''Ya sudah kak Arlan? Sania masuk dulu ya, mau istirahat,'' Ucap ku berpamitan dan menyudahi ucapan kak Arlan yang sangat menyudutkan kan ku, mungkin dia salah paham dengan perkataan ku yang semalam, yang mengatakan akan mendapatkan laki-laki yang punya banyak uang. Padahal aku hanya bercanda saja dengan kak Pinky? karena sebentar lagi dia bakalan di lamar oleh kak Karan.

__ADS_1


''Ya sudah, kalau gitu kamu istirahat saja, besok kamu kan harus kuliah kan?'' jawab kak Arlan menatap ku sejenak lalu kemudian beralih menatap lurus ke depan.


''Iya kak? tadi saja Sania sudah bolos gara-gara anemia,''


''Mau aku antar ke dalam, sekalian aku ingin pamit sama Bunda? nggak enak juga malam malam bertamu di rumah orang, sedangkan kakak kamu juga sudah pergi sedari tadi, aku takutnya ini jadi fitnah?'' Ujar kak Arlan beranjak dari duduk nya, aku tersenyum dan ikut beranjak juga dari duduk ku saat ini. Aku berjalan ke dalam dan di sana aku melihat Bunda sedang mengobrol dengan Bibi di meja makan.


''Bunda? Arlan pamit ya,''


''Nggak mau nginap di sini nak Arlan?'' tanya Ibu saraya melirik ke arah ku. Aku mengangkat satu alisku karena melihat tatapan Ibu yang menyimpan sesuatu.


''Nggak Bu, besok Arlan harus bangun pagi pagi, karena pasti kerjaan Arlan sudah menumpuk di restoran,'' jawab kak Arlan ramah, dia menghampiri Ibu dan mencium punggung tangan nya.


''Ya sudah kamu hati hati di jalan ya,'' pesan Ibu yang langsung di angguki oleh kak Arlan.


''Iya kak? hati hati,'' balas ku, aku menatap kepergian kak Arlan yang kini sudah membuka pintu utama, dan dia hilang di balik pintu tersebut, setelah kepergian kak Arlan aku berjalan menuju ke arah tangga, aku menaiki anak tangga menuju kamarku yang ada di lantai atas.


Sesekali aku menghela nafas panjang dan bergumam. ''Sania kamu nggak usah memikirkan kak Arlan terus, dan satu lagi kamu nggak pantas bersanding dengan laki-laki seperti kak Arlan, dia sangat baik dan berwibawa, walau dia hanya manager restoran kamu sekarang, bahkan para wanita berbondong-bondong merebutkan cinta nya, dan itu yang kamu alami kemarin, ketika Gayatri dan juga Selvi yang menjadikan mu target, hanya gara-gara kamu dekat dengan kak Arlan ketika ulang tahun Gita, ingat itu Sania?''


...****************...


Di taman kota, kini kak Pinky dan kak Karan berada? mereka berdua menikmati malam di tengah taman kota yang begitu indah, banyak pengunjung yang berlalu lalang di depan mereka berdua, namun mereka berdua tak menghiraukan keberadaan mereka semua, kak Pinky dan kak Karan hanya duduk diam sedari tadi, mulai mereka sampai di taman kota? tak ada topic pembicaraan yang mereka ingin lontarkan, sampai akhirnya kak Pinky bosan dengan sikap kak Karan yang bisa bersikap romantis pada tunangan nya tersebut.

__ADS_1


''Lebih baik kita balik saja, ini juga sudah malam?'' Ujar kak Pinky menatap kak Karan yang kini tengah melamun. 'Bahkan saat ini dia melamun, apa sich yang dia pikirkan saat ini. Atau dia melamar ku semalam hanya untuk mencari perhatian keluarga besar nya saja,' Gumamku dalam hati.


Kak Pinky menepuk tangan kak Karan, membuat sangat empu terkejut, dan kak Karan menatap kebarah kak Pinky yang kini tengah tersenyum. ''Kita pulang?'' ajak nya lembut.


''Maaf Pinky, aku tak bermaksud membuat kamu kecewa dengan sikapku yang seperti ini. Tapi aku masih memikirkan Sania di rumah,'' jelas kak Karan pda kak Pinky yang terlihat sedih itu.


''Apa terjadi sesuatu sama dia Karan?'' tanya kalo Pinky.


''Tadi siang dia demam, namun tadi aku pergindia sudah mulai membaik kok?'' jawab kak Karan, kak Pinky menghela nafas tenang.


''Kamu belum makan kan? kita ke restoran sekarang ya,'' ajak kak Karan, mengambil tangan kak Pinky, mereka berdua bergandengan tangan menuju mobil nya yang kini tengah terparkir di tepi jalan. Kak Karan membuka pintu mobil mempersilahkan pujaan hatinya untuk masuk, kak Pinky terkekeh melihat sikap kak Karan yang suka berubah ubah itu .


''Karan, sebenarnya apa motivasi kamu melamar ku Karan?'' tanya kak Pinky memberanikan diri untuk bertanya.


''Tak ada motivasi sama sekali Pinky, namun aku hanya ingin membuat kamu bahagia dan kembali tersenyum seperti dulu,'' jawab kak Karan datar.


''Jadi kamu tak mencintai ku Karan?''


''Siapa bilang begitu?'' balas kak Karan menatap kak Pinky.


''Karan lihat jalan?'' Ucap kak Pinky mendorong wajah kak Karan agar kembali fokus ke depan.

__ADS_1


''Kenapa kamu tanya seperti itu Pinky, apa kamu tak mencintai ku? atau kamu menyesal bersamaku saat ini,''


''Nggak? aku sangat senang Karan, tapi aku tak percaya saja dengan sikap kamu yang dingin seperti itu padaku selama ini, membuat ku bertanya-tanya kenapa kamu sampai melamar ku. Dan kemarin aku sempat berpikir kalau kamu akan mencari cinta masa kecil kamu Karan?'' jawab kak Pinky panjang lebar.


__ADS_2