Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 91 Curhatan Arlan


__ADS_3

Di perusahaan CG Grub kak Karan yang selalu di panggil tuan muda oleh para pegawai nya sedang bergelut dengan berkas berkas kantor nya. Semua berkas yang ada di meja kerja kak Karan begitu banyak sampai sampai dia harus mengeluh pada sang asisten.


''Lex, kapan akan selesai semua pekerjaan ini. Aku mau keluar jalan jalan menghilangkan rasa bosan nich?'' keluh nya dan menyenderkan bahunya di sandaran kursi kebesaran nya.


''Bilang saja, tuan muda mau bertemu sama tunangan nya, iya kan?'' jawab kak Alex meledek tuan muda nya. ''Baru juga semalam bertemu? masak iya sudah kangen gitu sich bos,'' tambah kak Alex. sang asisten emang suka nyebelin dan juga suka bikin orang kesel, namun karena kekonyolan dialah kak Karan selalu nyaman bersama dengan Alexander, asisten pribadinya itu.


Sedangkan Om Arzan sudah beberapa kali menawarkan orang orang hebatnya agar berada di sisi nya, namun kak Karan selalu menolak tawaran tersebut dan terus saja ingin kak Alex yang selalu menemani dirinya.


''Mulai besok kamu nggak usah kerja di sini lagi, karena aku ingin mengganti asisten dengan orang orang nya Om Arzan!'' Ujar kak Karan ketus, dia beranjak dari tempat duduknya dan melenggang pergi begitu saja dari hadapan kak Alex? membuat kak Alex tertegun mendengar pernyataan yang di katakan bos mudanya tersebut.


''Bos...? kamu bercanda kan, ingin menggantikan ku dengan orang orang tuan Arzan?'' seru kak Alex yang kini tengah mengejar kak Karan yang terus melangkah kan kakinya menuju lift khusus untuk para petinggi di perusahaan CG Grub.


''Mau kemana sich lho?'' seru kak Alex yang mengejar kepergian kak Karan, dia juga ikut ke dalam lift tersebut.


''Gue mau keluar sebentar? tolong selesai kan perkerjaan ku di kantor, dan jangan bilang ke orang Om Arzan? kalau aku sedang keluar dari kantor ini Ok,'' pesan kak Karan sebelum pintu lift terbuka, kak Karan menepuk pelan punggung sang asisten nya.


''Segera kembali ke atas, atau aku akan benar-benar menggantimu dengan orang Om Arzan yang sudah di rekomendasi kan kemarin pada ku,'' tambah nya lagi, membuat kak Alex bertambah stres di buat nya.


''Tega banget dia padaku sekarang, kalau aku di ganti orang tuan Arzan? terus aku apa kabarnya dong?'' gerutu kak Alex yang masih berada di dalam lift, sedangkan kak Karan sudah pergi entah kemana.


Kak Karan yang sedang dalam mood yang kurang baik? kini tengah mengunjungi Arlan yang tengah duduk termenung di dalam Restoran, sedangkan para pengunjung sedang memadati Restoran yang kini tengah di kelola oleh Sania sang adek.


''Bro, kenapa lho melamun seperti itu, nunggu siapa sich?'' tanya kak Karan yang tiba-tiba mengagetkan kak Arlan.

__ADS_1


''Ech lho kayak jailangkung saja dech?tiba tiba nongol begitu saja,'' jawab kak Arlan yang tengah memegangi dadanya, karena terkejut dengan kedatangan teman nya.


''Lho sekarang sudah berani sama gue!'' lanjut kak Karan dengan wajah datarnya.


''Kenapa gue harus takut sich, kan gue nggak salah dan juga nggak pernah ganggu lho!'' balasnya tak kalah datar nya.


''Kenapa lho melamun kayak gitu, makin jelek saja lho,'' ledek kak Karan lalu mentertawakan kak Arlan yang kini tengah terdiam.


''Atau jangan jangan lho di putusin sama cewek lho ya?'' lagi lagi kak Karan meledek kak Arlan.


''Apa'an sich lho Karan, nggak lucu tau!!'' ketus kak Arlan dan beranjak dari duduk nya.


''Bro, lho kayak githu sama gue sekarang?'' ucap kak Karan mencegah kepergian kak Arlan. ''Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang, coba ceritakan sama aku? mungkin aku bisa memberi solusi yang terbaik untuk kamu kam?'' tambah kak Karan membujuk kak Arlan untuk menceritakan apa yang membuat pikiran nya terganggu.


''Gue bingung Karan?'' jawab kak Arlan menghentikan langkah nya, dan berbalik menatap ke arah kak Karan.


''Aku menyukai seorang gadis?'' kak Arlan menghentikan ucapan nya karena di potong oleh kak Karan.


''Terus.'' potong nya membuat kak Arlan kesal dengan sikap kak Karan yang selalu memotong perkataan nya itu.


''Sudahlah lupakan saja kalau begitu Karan?'' balas kak Arlan yang sudah sangat kesal.


''Ayolah aku janji akan mendengar kan keluh kesah kamu,'' pintar kak Karan pada teman nya, sekaligus manajer restoran nya.

__ADS_1


''Lebih baik kita ke ruangan kamu saja sekarang, kalau di sini takut nya para tamu akan risih dengan apa yang aku katakan nanti,'' tambah kak Karan melangkah menuju ruangan nya, di mana di sana terdapat gambar dirinya beserta Ayah, Ibu dan juga Sania kecil di dalam dekapan sang Ayah.


Sania kecil begitu lucu dan juga menggemaskan, melihat itu kak Arlan serasa lupa yang akan menjadi jawaban dari pertanyaan yang akan di lemparkan oleh teman nya.


''Kenapa? kamu kagum sama kegantengan ku,'' celetuk kak Karan terkekeh. Ya, kak Karan di mata keluarga nya sangt hangat dan baik, namun di mata orang lain kak Karan sangat kejam dalam bertindak kejam kepada semua lawan pebisnis nya.


''Cerita sekarang? mumpung aku sedang kabur dari kantor,'' jelas kak Karan melanjutkan ucapan nya.


''Kabur kenapa Karan?'' tanya kak Arlan bingung.


''Bosen di kantor, hanya berkutat dengan laptop dan laporan laporan yang tiada habis nya.'' gerutu kak Karan, kak Arlan mengangguk paham.


''Seharus nya kamu semakin giat dalam bekerja, kan bulan depan kamu akan menikah dan membina rumah tangga juga kan?'' Ujar kak Arlan mengingat kan kak Karan.


''Iya juga sich? tapi aku juga butuh refreshing sebentar saja, buat ngilangin kebosenan ku saat ini,'' jawab kak Karan lesu. ''Kok jadi aku yang cerita sich? bukan nya kamu, gimana sich Lan,'' lanjut kak Karan yang mengingat teman nya yang kini tengah memikirkan sesuatu di dalam hati nya.


''Aku menyukai seorang gadis, sampai itu ucapan kamu tadi di luar?'' kata kak Karan mengingat kan kak Arlan.


''Aku juga ingat kok Karan?'' balas kak Arlan lalu membuang muka ke arah jendela yang ada di samping nya.


''Lalu kelanjutan nya apa nich?'' tanya kak Karan penasaran.


''Kamu sendiri tau kan kerjaan ku seperti apa?'' kak Arlan malah berbalik tanya pada kak Karan.

__ADS_1


''Terus kenapa dengan pekerjaan mu sekarang, dan ada hubungan apa pekerjaan dengan suka sama seorang gadis, kan beda jauh Arlan...?'' jawab kak Karan tak mengerti, dia pun


menepuk jidad nya karena ucapan kak Arlan barusan.


__ADS_2