Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 19


__ADS_3

''Tidak Bu? terima kasih sudah perhatian sama saya, namun saya tidak bisa menerima uang ini, mungkin masih ada orang lain yang lebih membutuhkan dari pada saya,'' Ucap Karan sopan mendorong tangan si Ibu yang sedang memegang uang tersebut.


Semua para pengunjung menatap ke arah Karan dan juga Ibu baik hati ini. Sebagian ada yang terharu mendengar penuturan Karan, dan sebagian lagi ada yang mulai nyinyirin Karan, bilang nya sok jual mahal padahal cuma di kasih ya tinggal di ambil saja, apa susah nya sich. Dan masih ada banyak nyinyiran nyinyiran lainnya, yang datang dari para pengunjung lain.


''Gue salut sama anak itu, masih muda tapi pemikiran nya sudah seperti orang dewasa saja,'' gumam para pengunjung yang bersimpati pada Karan.


''Iya, gue sama kayak lho shay, gue terharu banget mendengar penuturan nya yang begitu sopan dan menyentuh hati itu, walaupun ia tidak punya orang tua yang lengkap namun dia begitu bijaksana dalam memilih kata penolakan saat akan di kasih uang dengan cuma cuma,'' sahut teman sebelah nya yang bersimpati pada Karan.


''Sudahlah, jangan mudah tertipu oleh tampang menyedihkan seperti dia, mungkin dia hanya berpura-pura saja,'' timpal teman satunya, seraya terus mengisi penuh mulutnya.


''Och? kalau githu seperti kamu dong, pura-pura melas agar kita bisa mentraktir mu di restoran mahal, iya kan?!'' Umpat Fely teman satu mejanya, yang sudah geram melihat teman nya yang seenak udel, sudah numpang tidur, numpang makan dan dia tidak pernah merasa, kalau dirinya juga sama yang di omongin barusan, sama-sama tidak tau diri.


''Kok malah di samain sama gue sich sob?'' tanya nya nggak ngerti, lebih tepatnya sich pura pura begok.


''Ech! lho lihat anak sekecil itu saja mau bekerja keras, lah kamu sudah tua gini masih numpang sama kita kita, emang nya lho nggak malu sama dia, yang mau bekerja keras untuk tetap hidup, nggak seperti lho yang kerjaan nya hanya numpang makan dan tidur saja!!'' Fely menggebrak mejanya, dan melangkah pergi begitu saja, karena dia marah dengan teman nya yang tak pernah sadar diri, karena dia masih sempat sempat nya mengolok-olok orang lain, sedangkan dirinya tidak mikir kalau dirinya juga numpang makan dan tidur pada semua teman nya.


''Ech, Fely kenapa sich dia tiba-tiba marah begitu saja,'' tanya nya yang masih carmuk pada teman teman yang lainnya.


''Itu semua salah lho, sudah tau lho juga numpang kan masih saja menjelek jelekkan orang lain, ngaca woi!!'' Ucap Samuel juga pergi meninggalkan teman nya begitu saja di dalam restoran.

__ADS_1


Samuel mengejar Fely sampai ke parkiran restoran, ''Fely tunggu?'' teriak Samuel saat melihat Fely masuk ke dalam mobilnya.


''Ada apa lagi? mending lho urus temen lho yang suka ngebacot itu, gue nggak suka dengan sikapnya yang sok so'an itu, namun ternyata dia juga numpang, jadi mulai sekarang lho jangan cari gue, di saat lho masih bareng cowok brengsek itu, paham lho!!'' marah Fely pada Samuel, Samuel hanya bisa memeluk Fely dan menenangkan nya.


Samuel cinta dan sayang banget sama Fely, namun belum pernah iya nyatakan cinta nya, karena menuruti perkata'an dari Bryan teman kepercaya'an nya, Bryan sendiri adalah anak dari keluarga yang tidak mampu, tapi karena menuruti gengsi nya dia memilih pergi dan tinggal bersama Samuel di apartemen nya, lebih tepatnya dia menumpang di sana. Kerjaan Bryan cuma ongkang ongkang kaki dan morotin setiap cewek yang dekat dengan nya.


''Anak kecil itu masih mulia dari pada teman lho yang brengsek itu, anak sekecil itu sudah berpikiran dewasa, sedangkan teman lho yang brengsek itu hanya ongkang ongkang kaki doang, giliran mau makan dia menelfon semua teman nya yang bisa ia tipu dengan wajah palsu-nya.


''Sudah, kamu nggak usah mikirin itu lagi ya? gue akan coba ngomong baik baik sama dia besok,'' gumam Samuel masih memeluk erat Fely cewek yang ia taksir selama ini.


''Sudah lah, gue mau pulang duluan. Lho urus saja gembel yang ngumpet di ketiak lho itu!!'' Pekik Fely melepaskan pelukan Samuel.


Samuel hanya bisa pasrah mendengar kan perkata'an orang yang sangat ia sayangi itu, ''Ya Allah? aku harus bagaimana, apa yang harus aku katakan pada Bryan sekarang?'' Gumam Samuel mengacak acak rambutnya, diapun melangkah menuju mobilnya, yang terparkir tak jauh dari mobil Fely, Samuel langsung menancap gas setelah dia memasuki mobilnya. Masa bodoh dengan Bryan di dalam restoran yang masih sibuk dengan makanan nya.


*-*-*-*-*-*


Di kediaman Sanjaya, Cinta sedang bersiap siap untuk menyambangi kakak nya Citra di kediaman suaminya.


''Mama? Mikaela sudah cantik tak,'' tanya nya yang muter-muter di depan sang Mama dan juga kakek nya.

__ADS_1


''Anak Mama sudah cantik kok, cantik banget malah?'' puji Cinta pada puteri kecilnya.


''Cucu kakek emang selalu cantik?'' sambung Pak Sanjaya memuji Mikaela sang cucu.


''Makasih kakek, makasih juga mimom?'' Ucap Mikaela pada keduanya.


''Mimom? sejak kapan kamu memanggil Mama kamu dengan sebutan mimom sayang?!'' tanya Fabian Ayah Mikaela yang tiba-tiba bergabung di ruang keluarga.


''Ich! Papa ketinggalan jauh nie? semua teman teman Mikaela pada manggil Mama nya dengan sebutan mimom, cuma Mikaela saja yang panggil Mama,'' jawab Mikaela cemberut dan menghentak kan kakinya ke lantai marmer yang terlihat begitu mengkilau.


''Ya sudah, jangan ikut ikutan temen kamu dong sayang? kita jadi berangkat nggak nich,'' tanya Fabian pada puteri kecilnya tersebut.


''Jadi dong Pa? masak iya kita nggak jadi pergi sich, sedangkan Mikaela sudah cantik begini, lihat saja gaun ku sudah bagian seperti ini,'' celoteh Mikaela pada sang Papa. Mikaela memakai gaun berwarna navy, yang di kelilingi dengan hiasan renda yang menambah nilai kecantikan Mikaela, rambut yang di kuncir 2 membuat dia begitu imut dan juga lucu.


Mikaela meraih tangan Papa nya setelah dia berpamitan pada sang kakek di dalam, sedang sang Mama masih berbicara dengan para asisten rumah-nya, agar menjaga sang Papa dengan baik selama dia pergi.


''Kalian ingat baik baik ya, jangan bolehin Papa keluar rumah sendirian, jam 12 nanti Papa harus minum obat tepat waktu, kalau Papa tidak mau minum obat, hubungi saya secepatnya, kalian mengerti kan?!'' Ucap Cinta tegas pada semua asisten rumah-nya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2