
Kepulangan Sania dan ketiga bayi ke rumah Bunda Wati membawa keceria'an tersendiri, sedangkan Karan tidak bisa menyambut kepulangan sang adik karena dia harus pergi keluar kota bersama istri dan juga Mikhael putera kecil nya, Karan dan Pinky menghadiri kantor cabang yang resmi di buka malam ini, sebenarnya Pinky sudah menolak ajakan suami nya, namun Bunda mertuanua memaksa untuk ikut agar putera nya ada yang nemenin di acara tersebut, jadi mau tak mau akhirnya Pinky menuruti ucapan Bunda nya tersebut. Walau dengan berat hati Pinky meninggalkan rumah dan juga Bunda nya, dalam hati Pinky sebenarnya ingin melihat ketiga ponakan nya yang akan pulang hari itu juga, tapi karena ajakan dan paksaan suami nya dan dari bujukan mertuanya Pinky pergi dengan membawa putera kecil nya, dengan seorang suster yang selama ini ikut merawat Mikhael ketika Pinky harus pergi ke butik nya untuk menyelesaikan pekerja'an yang belum selesai, di tambah lagi orderan baru yang silih berganti datang hanya untuk memesan gaun kepada Pinky, Pinky memang sangat lihai dan begitu vekatan ketika menyelesaikan semua pesanan dari semua costumer, sehingga membuat semua costumer nya merasa puas dengan pelayanan butik Pinky selama ini, namun semua itu tidak akan terjadi tanpa kerja keras dari semua tim nya juga, Pinky selalu bersyukur karena mendapatkan tim yang solid dalam menjalankan pekerja'an nya, sehingga Pinky tidak pernah pelit kepada semua pekerja yang ada di butik nya.
''Mas, apa bisa? selesai dari acara ini kita langsung pulang saja, aku ingin segera bertemu dengan ketiga ponakan ku di rumah,'' ucap nya dengan nada lembut nya.
''Nggak bisa sayang? bagaimana pun ini tempat nya juga sangat jauh, dan mungkin besok pagi kita akan ada acara lagi dengan klaen lain nya di tempat lain juga,'' jawab Karan yang duduk berdua dengan Pinky sang istri, sedangkan kolega kolega yang datang sudah berpamitan karena acara nya sudah selesai, namun ada beberapa dari mereka ada yang tetap tinggal dan masih mengobrol dengan asisten pribadi Karan, sebut saja Alex yang selalu ada di saat yang pas.
Alex selalu bisa menempati tempat paling depan, Alex juga bisa menjadi supir Karan, buktinya dia yang menyetir ke kantor cabang kemarin.
''Tuan Karan, senang bisa bekerja sama dengan anda,'' ucap salah satu investor yang masih berada di sana.
''Iya tuan, saya juga senang bisa bekerja sama dengan anda, semoga usaha yang kita rintis menjadi besar dan bisa menguntungkan untuk kita ke depan nya,'' balas Karan dengan menyuruh mereka duduk di kursi yang kosong, sedangkan istri dari sang investor tersebut sedang bercerita mengenai si kecil Mikhael yang kini berada di gendongan Pinky.
''Putera anda begitu lucu nyonya,'' ucap istri sang investor yang sudah lebih tua dari Pinky, Pinky yang di panggil nyonya pun merasa tidak enak dengan nya, bagaimana pun dia hanya orang biasa di tempat ini.
__ADS_1
''Maaf nyonya, anda bisa memanggil saya dengan nama saja, panggil saja saya Pinky. Seperti nya usia anak anda tidak jauh beda dengan saya,'' sahut Pinky dengan mengulas senyum di bibir nya.
''Ach, yang anda bilangnyepat sekali, tapi putera saya belum mau berkeluarga? dia hanya sibuk dengan pekerja'an nya sekarang,'' sela nya membalas senyuman Pinky.
''Mungkin belum menemukan jodoh nya saja nyonya, nanti kalau dia sudah menemukan jodoh nya dia akan mau menikah dengan wanita itu, atau belum ada wanita yang cocok dengan pilihan anda,'' jawab Pinky dengan berkata kebenaran, orang kaya memang selalu bersikap seperti itu, selalu menjadi pemilih di saat sang putera sudah menemukan wanita idaman nya.
''Saya bukan tipe Ibu yang pemilih Pinky, hanya saja putera saya terlalu sibuk dengan pekerja'an menjadi dokter di salah satu rumah sakit, putera saya juga nggak pernah membawa cewek mana pun ke rumah, makanya saya selalu mencarikan wanita untuk nya, tapi dia selalu menolak begitu saja,'' tukas nya menceritakan putera semata wayang nya kepada Pinky yang baru ia kenal.
''Saya jadi penasaran dengan mertua anda Nona, mendengar dari cerita anda saya iri mendengar nya. Dan saya juga punya keinginan untuk menjadikan putera semata wayang ku seperti tuan Karan yang sukses dengan usaha nya sendiri.''
''Itu semua berkat suami anda juga nyonya, beliau mau menjadi investor tetap nya untuk membangun kantor cabang ini lebih sukses lagi,'' balas nya.
''Oiya, kalau boleh kita kapan kapan mau dong datang ke rumah nona Pinky, kalau misalkan Nona Pinky mengundang kita sekeluarga untuk datang ke rumah nya sich?'' Ucap nya.
__ADS_1
''Insya Allah ya nyonya, karena sekarang saja di rumah pasti sedang rame banget, karena adik ipar ku harus saja pulang dari rumah sakit lahiran, tapi saya tidak bisa menyambut kepulangan dia karena harus menemani suami ke acara ini,''
''Wah, selamat Nona Pinky? anda mempunyai ponakan sekarang, pasti rumah yang anda tempati sangat rame dengan bayi adik ipar kamu itu,'' sambung nya dengan ceria, istri sang investor juga senang mendengar ketika Pinky mengatakan adik ipar nya baru lahiran, sedang di rumah dia tidak ada tangisa bayi atau anak kecil yang bermain di dalam rumah nya. Sungguh sangat beruntung sekali menjadi Ibu dari Karan.
'Kapan aku bisa di panggil Oma Owlh cucu ku,' gumam nya dalam hati.
''Kalau boleh tau, bayi adik ipar Nona Pinky perempuan atau laki-laki,'' tanya nya penasaran.
''Alhamdulillah, adikku melahirkan 2 perempuan dan satu laki-laki nyonya,'' jawab Pinky lagi membuat sang nyonya di depan nya terkejut dan menutup mulut nya dengan kedua telapak tangan nya.
''Serius?'' tanya nya tak percaya.
''Serius nyonya, makanya dari tadi sebenarnya saya cepat ingin balik ke rumah, karena sudah kangen dengan malaikat kecil yang kini hadir di tengah-tengah keluarga kami, ya walaupun perjuangan nya sangat rumit sebelum nya, tapi alhamdulillah Allah memberi kesempatan adik ipar saya dengan memberikan seorang bayi tiga sekaligus,'' jawab Pinky yang terus menggoyang goyang kan putera nya yang sedang tertidur di gendongan nya.
__ADS_1