
Melihat Sania membawa makanan nya ke lantai atas membuat Karan berseru kepada Bunda nya.
''Bunda, apa sebaik nya Sania tinggal di kamar yang ada di lantai dasar saja, kasiahan juga denganArlan yang pasti sulit melakukan dalam semua hal kalau tetap berada di lantai atas, Karan khawatir pada Sania? dia juga tengah hamil muda saat ini,'' Ungkap Karan yang langsung di setujui oleh Pinky istri nya.
''Yang di bilang Mas Karan itu ada benar nya Bunda, lebih baik mereka menempati kamar yang ada di bawah saja, sampai keada'an Arlan pulih baru mereka bebas untuk tinggal di lantai atas maupun di lantai bawah juga,'' sambung Pinky dan membenarkan pendapat dari suami nya tersebut.
''Nanti Bunda bicarakan dulu sama mereka, nggak enak juga kalau tiba-tiba nyuruh mereka untuk pindah ke kamar bawah, iya kan,'' sahut Bu Wati lembut.
__ADS_1
Karan dan juga Pinky mengangguk pelan, mereka tau pasti kalau Bunda nya tidak menyinggung Sania lagi sehingga membuat dia merasa tak nyaman dan pergi dari rumah nya.
Karan dan Pinky melanjutkan makan nya sedangkan Bu Wati kini sudah selesai dengan makanan nya dan segera kembali ke dalam kamar nya, mengingat dia sangat lelah dan juga kurang tidur juga akhir akhir ini, karena terlalu memikirkan Sania yang pergi entah kemana kemarin.
Di dalam kamar, lebih tepat nya di kamar Sania dan juga Arlan tengah menyantap makanan yang di bawa oleh sang istri tadi, di sela sela suapan nya Arlan berkata. ''Sayang? apa nggak sebaiknya kita pindah ke kamar bawah saja, agar memudahkan aku untuk menuju meja makan dan berkumpul dengan yang lain nya juga,'' Ucap Arlan tiba-tiba, membuat Sania sedikit mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah tampan suami nya.
''Memang nya kenapa kalau di kamar ini Mas?'' tanya Sania yang belum paham dengan maksud suaminya itu.
__ADS_1
''Besok aku akan omongin ini dulu sama Bunda, tak enak kalau tiba-tiba kita pindah kamar begitu saja kan? lagian bisa di katakan tidak sopan juga,'' sahut nya yang langsung di angguki oleh siami nya.
''Sekarang lanjutkan saja makan mu Mas, dan setelah itu minum obat kamu dan beristirahat lah,'' tambah Sania kepada Arlan.
Akhirnya mereka menghentikan obrolan nya dan melanjutkan makan malam nya yang bisa di bilang pamali kalau kata orang tua, karena makan di dalam kamar.
Setelah selesai dengan makanan nya Sania dan Arlan segera membaringkan tubuh mereka ke atas kasur yang sangat empuk, dan tanpa menunggu waktu yang la mereka sudah berada di atas awan dengan menaiki kasur beserta bantal dan juga guling nya, memang di saat kita berada di alam mimpi, kita tidak rela untuk terbangun dari mimpi itu, karena saking indahnya saat di sana, sedangkan mimpi nya menampakkan sosok hantu atau yang membuat sakit di hatinya makan kebanyakan dari orang orang akan segera melupakan mimpi tersebut dan terbangun dari tidur nya, karena dia tidak mau mimpi itu datang kembali.
__ADS_1
.
.