
Kini saudara kembar tersebut sedang ada di rumah sakit kakek nya, di mana di sana Sania tengah di rawat karena kondisinya yang semakin lemah, membuat semua keluarga nya khawatir dengan keada'an Sania saat ini, entah kenapa seperti nya penyakit yang dulu di derita Sania kambuh kembali.
Andrian dan juga Andriana berada di ruangan Sania yang kini tengah di pasang selang pernafasan, tadi tiba tiba saja nafas Sania terasa sangat sesak membuat dia harus mendapatkan penanganan yang lebih dari sebelum nya.
''Bunda, kenapa bisa seperti ini?'' gumam Arlan dengan deraian air mata yang sudah mengalir di kedua pipi nya, dia masih tidak bisa menerima istri kecil nya seperti itu.
''Kamu yang sabar ya nak, berdo'a agar mereka semua nya dalam keada'an sehat,'' Gumam Bu Wati kepada menantu nya.
''Bundaa,'' panggil Andrian dan juga Andriana yang baru saja sampai.
''Ada apa Bunda, bagaimana keada'an adik Sania sekarang?'' tanya Riana yang langsung menghambur ke pelukan Bu Wati.
''Kita sambung do'a saja untuk kesembuhan Sania di dalam, semoga saja dia bisa melewati masa kritis nya,'' jawab sang Bunda dengan lirih.
''Bukan nya kemarin Mama Citra bilangnadik baik baik saja, tapi kenapa sekarang seperti ini keada'an nya sich Bunda, ada apa sebenarnya?'' tanya Andrian yang memang sudah di landa kecemasan.
__ADS_1
''Sudah, kalian semua nya. Bunda hanya minta sambung do'a kepada Sania, bagaimana pun do'a adalah hal yang paling utama yang di perlukan oleh Sania sekarang, jadi kita harus berdo'a meminta kesembuhan Sania seperti biasa nya,'' jelas sang Bunda melepaskan pelukan Bunda nya.
''Arkan kamu telfon Ibu Panti, minta tolong sama adik adik yang di sana, untuk ikut mendo'akan Sania di sini agar cepat melewati masa kritis nya, Bunda akan hubungi Ibu Ibu majlis agar bisa ikut membantu menyambung do'a, Bunda harap Sania dan ketiga si kembar juga dalam keada'an yang baik baik saja, cepat Arlan? lakukan sekarang,'' perintah sang Bunda kepada menantu nya itu.
Arlan dengan cepat mengambil ponsel nya dan segera menghubungi Ibu Yayasan, -''Hallo Bunda?'' sapa Arlan dari seberang telfon.
-''Ada apa nak Arlan, tidak biasa nya jam segini kamu menghubungi Bunda?'' tanya nya dengan penasaran, karena tidak seperti biasa nya Arlan menghubungi dirinya di waktu sibuk jam kantor nya.
-''Bunda, Arlan mau meminta tolong sama Bunda, tolong adik adik suruh ngaji dan kirimkan untuk istri Arlan, Arlan harap Bunda bisa menolong Arlan.'' pinta Arlan dengan sedikit memohon kepada Ibu Yayasan yang ia panggil Bunda juga.
-''Istri Arlan kini sedang kritis Bunda, kemarin dia sempat pendarahan tapi keada'an sangat baik, dan baru tadi pagi dia tiba tiba mengalami sesak nafas dan mulai mengalami kritis,'' terang Arlan kepada Ibu Yayasan, Ibu Yayasan hanya menutup mulut nya karena terkejut mendengar penuturan dari Arlan.
-''Arlan kamu sedang tidak melakukan prank sama Bunda kan? Arlan ini tidak lucu dan sangat tidak lucu sama sekali,'' sambung sang Bunda dengan isak tangis nya yang mulai terdengar oleh Arlan.
-''Bunda, Arlan tidak sedang bohong sama Bunda, Arlan serius dan Arlan juga minta tolong sama Bunda agar bisa membantu Arlan dengan ikhlas, Arlan ingin kesembuhan untuk istri kecil Arlan Bunda?'' ucap nya dengan tangisan.
__ADS_1
Andrian dan juga Andriana mengelus punggung Arlan yang bergetar karena tangis nya mulai pecah. Andrian dan juga Andriana kini sedang menangis juga, biarlah semua orang mengira mereka cengeng atau pun cemen, mereka sudah tidak peduli dengan ledekan ledekan yang akan ia terima dari saudara nya kalau sampai saudara nya datang ke rumah sakit ini juga.
-'Ya sudah, Arlan tutup dulu telfon nya sekarang juga,'' kata Arlan dan mengucapkan salam sebelum memutuskan sambungan telfon nya.
''Arlan, kamu di panggil Bunda untuk di suruh masuk ke ruangan, adik sedang mencari mu di sana? dan aku harap kamu tidak menunjukkan sikap yang seperti ini di depan adik Sania, kalau kamu tidak ingin adik juga ikutan sedih melihat kamu yang sedih seperti ini, lebih baik kamu cuci muka dulu sebelum menemui adik di dalam ruangan nya,'' Ujar Andriana yang di angguki oleh Andrian.
''Baiklah, aku ke toilet dulu sebentar? setelah ini aku akan segera menyusul kalian berdua ke sana,'' jawab Arlan dan melangkah pergi menuju toilet umum yang ada di ujung lorong rumah sakit. Dengan langkah lebar nya Arlan berjalan menuju ke toilet umum yang pasti jua sedang banyak orang yang juga ingin pergi ke dalam toilet, hanya sekedar pipis dan juga buang air besar.
Tak ada yang banyak untuk di lakukan Arlan ketika berada di toilet umum, dia hanya bisa untuk terus bersabar menunggu giliran dia untuk segera menyelesaikan keinginan nya yang pergi ke toilet umum.
Kalau cuma cuci muka saja di luar juga bisa kok, tapi Arlan ingin pipis saat ini,
Selesai nya Arlan segera menuju ruangan istri nya dengan keada'an basah kuyup, karena dia juga sempat membasahi baju putih nya yang ia kenakan saat ini, Arlan sudah tidak bisa harus berkata apa dengan istri kecil nya itu, dia saat ini sangat lemah.
''Nak Arlan masuklah, di dalam ruangan ada dokter yang sedang menunggu kamu di dalam sedari tadi,'' kata sang Bunda yang menghampiri Arlan yang baru sampai di sana.
__ADS_1
''Bunda kenapa ada di luar, sedangkan Sania sedang membutuhkan Bunda di samping nya,' ujar Arlan yang dia mengetahui kalau sudah terjadi sesuatu dengan anak dan juga istri ku..