
Citra membulat kan matanya melihat video Karan yang sedang di hina oleh gadis itu, Citra sangat geram melihat video tersebut, dia sudah mengepalkan tangan nya dan ingin nyamperin sang selebgram, namun di cegah oleh mas Arzan sang suami.
''Sayang? sabar ya, ini sudah malam lho. Besok kita baru cari nie cewek?'' Ucap mas Arzan mengelus punggung Citra agar tidak menjadi semakin emosi.
''Sudah Ma? Mama yang sabar ya, Sania sudah bikin konten balesan untuk wanita ini,'' jelas Rian memeluk sang Mama seraya mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.
''Jadi gadis ini yang membuat ponakan Mama merasa kesedihan yang mendalam selama ini!'' Ujar nya dengan dingin.
''Mungkin Ma? dulu ayah nya yang menghina kak Karan, tapi sekarang orang yang selama ini ia anggap teman atau juga sahabat yang ngehina dia, aku kecewa sama ni cewek ma?'' jawab Andrian dengan lesu.
''Maksud kamu apa Rian?!'' tanya Citra pada putera nya.
''Kemarin aku sempat ngefans sama nie cewek Ma, tapi setelah aku tau semua ini, aku menjadi kesal dan sudah salah ngefans pada orang yang sombong dan juga angkuh itu,'' jawab Rian dengan gamblang.
''Sudah, lebih baik kita tidur saja? besok baru di sambung lagi obrolan nya, dan Papa juga ingin tau seperti apa video balasan dari Sania?!'' sambung mas Arzan lalu mengambil ponsel nya yang di letakkan di atas meja. Mas Arzan menjelajahi dan ketemu lah video yang menceritakan tentang Karan dulu yang di hina dan di caci oleh orang tua Kirana.
''Ternyata hebat juga ponakan kamu sayang? baru punya handphone sudah punya akun saja, bahkan pengikut nya juga sudah banyak, dan coba kamu lihat sendiri viwers nya sudah hampir 50 ribu,'' mas Arzan memperlihatkan ponsel nya pada sang istri.
''Benar mas, ini juga masih belum setengah jam dia upload nya,'' balas Citra dengan sumringah.
''Kamu ikutan komen juga di sini Rian!'' tanya sang Mama ketika melihat isi dari komentar putera nya.
''Biarlah Ma, biar mereka semua tau dan tidak lagi menyudutkan Sania, karena dia membela kak Karan, biar Papa cewek ini melihat dan terkaget kaget karena harus melihat foto kita bersama?'' balas nya dingin dan masih menatap ponsel Papa nya yang kini sedang di pegang Citra sang Mama.
''Coba Mama tengok komen ini?!'' tunjuk Rian pada komen yang menyebut kan kata Sanjaya.
📩-Ech... coba lihat, ini foto keluarga Sanjaya, pengusaha sukses yang begitu terkenal dingin, dan kenapa di sini ada wajah cowok yang di tindas dan juga cewek yang membalas video Kirana?!'' komen salah satu netizen yang matanya begitu jeli melihat semua wajah yang terpanjang jelas di dalam foto yang upload Rian.
''Benar kan Ma? biar semua orang tau kalau kak Karan anggota keluarga Sanjaya,'' gumam Rian mengangkat satu alis nyanke atas.
''Menghina kak Karan, berarti juga menghina ku, aku tak akan pernah tinggal diam atas apa yang di perbuat Kirana sama kakak ku,'' Gumam Rian mengangkat sebelah bibir nya.
__ADS_1
'Bagaimanapun juga, Karan adalah kakak ku? dan aku musti membalaskan rasa sakit kak Karan yang di berikan wanita itu,' batin Rian menatap jauh ke depan, seakan sang musuh berada di depan nya.
''Kak, kamu tidur dulu gich? besok kan harus bangun pagi,'' Ucap sang Papa yang membuyarkan lamuanan nya.
''Iya Pa, ya sudah kalau begitu Rian ke kamar dulu,'' pamit nya, dan beranjak dari duduk nya, Rian menapaki anak tangga satu persatu guna menuju ke kamar nya yang berada di lantai 2.
-''Kak Karan, kamu harus balas penghinaan dari Kirana, kalau kak Karan tidak membalasnya, aku yang akan membalas rasa sakit yang selama ini kamu derita,'' isi pesan Rian.
Ting
Bunyi notif di handphone Karan.
''Handphone siapa yang bunyi,'' tanya salah satu teman kerjanya.
''Handphone saya bang?'' sahut nya mengeluarkan handphone nya dari dalam tas selempang yang biasa bawa kerja tadi.
''Wah.... keren lho Karan! handphone lho kinyis kinyis githu, baru ya,'' tanya sang koki yang juga bekerja di sana.
'Maaf Karan nggak bisa berkata jujur bang, Karan nggak mau bilang kalau sebenarnya Karan adalah cucu kakek Sanjaya,' batin nya, Karan memejamkan matanya menyesali setiap ucapan barusan yang terlontar begitu saja.
Karan tampak mengerutkan kening nya melihat isi pesan dari adik sepupu nya, yang mengatakan dia harus balas perbuatan Kirana.
''Dari mana dia tau?'' pikir Karan.
''Kenapa Karan? ada masalah,'' tanya sang koki yang masih setia menemani Karan yang belum pulang ke rumah nya.
Karan di hukum membersihkan seluruh restoran sampai bersih, itu semua di lakukan sang manajer karena tak mungkin juga memecat Karan, jadi beliau berinisiatif membuat hukuman buat Karan, agar para rekan kerjanya tak merasa curiga, atau bahkan mengatakan menganak emaskan Karan.
''Sepupu Karan sudah tau bang? tau dari mana ya?'' bingung Karan.
''Sudah? kamu tinggal chat saja dia, terus tanyain sama sepupu lho, tau dari mana githu. Jadi orang yang pintar dikit napa Karan, lho kalau mikir tentang begituan otak lho lemot amat sich!'' Ujar sang koki. ''Mengkesal sekali!'' lanjutnya, membuka topi yang ia pakai, dan menambah pelan rambut yang sebagian di kuncir di depan.
__ADS_1
'Kayak Cecep saja pakek acara di kuncir segala! aduh duh duh,'' pikir author.
''Karan!!'' panggil sang koki yang kini sedang menatap ke layar handphone nya dengan begitu intens.
''Apa Bang?'' jawab Karan lalu menghampiri nya.
''Pantesan sepupu lho tau tentang kejadian tadi, rupanya ada yang ngerekam dan meng upload ke sosial media,'' tukas nya menyodorkan handphone nya pada Karan.
Karan mengambil handphone sang koki dan dia terkejut melihat isi dari video tersebut. ''Astaghfirullah hal adzim!!'' Ucap nya kaget.
''Banyak netijen yang membela kamu Karan, coba tengok ini juga,'' ucap nya memperlihatkan video yang mempertontonkan sang adik di sana.
''Ini adik kamu kan Karan? terus coba lihat komentar yang satu ini. ketika netijen ada yang julid sama adik kamu.''
''Dan kenapa kalian berdua bisa berfoto bersama dengan keluarga besar Sanjaya, pemilik perusahaan Sanjaya grup dan CG!'' tanya nya mulai penasaran.
Sedangkan Karan bingung harus menjawab apa sama sangat koki yang sudah ia anggap sebagai abang nya sendiri. ''Bang? lebih baik Karan jujur sama Abang, tapi Abang harus janji merahasiakan semua ini pada semua nya,''
''Iya aku akan janji, rahasia kamu nggak akan sampai bocor sama yang lain,'' balas nya yang di angguki Karan.
''Sebenarnya Karan cucu dari kakek Sanjaya Bang?'' Ujar nya menundukkan kepalanya.
''Apa...!!'' sahut nya kaget. ''Kamu cucu Sanjaya, pemilik Sanjaya grup,'' tanyanya masih dengan keterkejutan nya.
Karan mengangguk seraya menjawab, ''Iya Bang? Karan harap Abang bisa menjaga rahasia ini dari yang lain ya,'' Karan mengingat kan sangat koki agar tak membocorkan rahasia nya.
'Memang tak bisa di pungkiri, wajah Karan memang mirip dengan putera sulung tuan Sanjaya, yang kini belum tau keberadaan nya. Benar yang di ucapkan adik Karan, dunia seperti rida yang berputar, kadang ada di atas, kadang juga ada di bawah, dan ini lah kebenarannya yang selama ini Karan rahasia kan pada kami semua,' bisik nya pada diri sendiri, sang koki memejamkan matanya sejenak dan kini dia sedang memijit pelipis nya yang terasa nyeri.
.
.
__ADS_1