Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 70 Kejutan dari Karan


__ADS_3

Karan melajukan mobil nya menuju ke restoran, ia ingin membuat kejutan pada Ibu nya. Karena Karan balik ke Indonesia tanpa mengabari sang Ibu dan juga adik nya, mungkin mereka akan marah sama Karan, atau mungkin juga mereka berdua akan bahagia dengan kedatangan nya yang secara mengejutkan.


Kini Karan sudah sampai di halaman restoran, Karan menyapa salah satu penjaga di restoran nya, dan dia pun memberikan kunci mobilnya untuk di parkir kan.


''Pak Udin, Ibu di dalam kan?'' sapa Karan ketika melihat Pak Udin yang sedang ngopi di teras restoran.


''Tuan, tuan muda pulang?'' tanya Pak Udin terkejut, dia segera beranjak dari tempat duduk nya dan membungkuk pada sang tuan muda nya.


''Nggak usah seperti itu Pak?'' jawab Karan menepuk-nepuk punggung Pak Udin yang masih setengah membungkuk.


''Nyonya ada di dalam tuan, lebih baik tuan muda masuk saja? pasti nyonya sangat bahagia dengan kedatangan tuan muda,'' Ujar Pak Udin tersenyum melihat tuan muda nya tiba di kota nya dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun.


''Ya sudah, Pak Udin lanjutin saja kopinya, aku ke dalam dulu untuk menemui Ibu dulu,'' pamit Karan dan melangkah pergi menuju ruangan sang Ibu, semua pegawai nya ingin menyapa sang tuan, namun sebelum mereka menyapa, Karan terlebih dulu menaruh telunjuk nya ke bibir tipis nya, gara-gara para pegawai nya tidak membuat gaduh di dalam restoran nya.


''Tuan Karan ternyata makin ganteng saja shayy,'' ucap Ailee.


''Iya, ganteng bingitz, tapi tuan Karan menyuruh kita diam, kan aku cuma mau bilang kalau Bunda tidak ada di ruangan nya? tapi Bunda ada di dapur sedang mengecek bahan bahan di sana Ailee,'' jawab Tini memantulkan bibir nya.


''Sudah lah, bukan salah kita juga kan? kalau sampai tuan muda ke ruangan Bunda, dan Bunda tak ada di sana?'' sambung pegawai lain nya.


''Sudah lah, terserah tuan muda saja dech. Aku nggak ikutan,'' ucap nya dan berlalu untuk mengantarkan pesanan pengunjung nomer 3.


'Ibu kok nggak ada di sini sich, kemana dia sebenarnya, apa mungkin dia sedang berada di dapur?' Ucap Karan dalam hati.

__ADS_1


Karan menoleh ke tembok, dia melihat senyum manis sang ayah yang sudah lama tiada, Karan pun menyunggingkan senyuman nya seraya berkata.


''Ayah, Karan sudah kembali dan Karan juga sudah siap menjalankan perusahaan Ayah, semoga ayah bahagia di sana ya?'' Tak terasa air matanya menetes begitu saja, Karan mengusap air mata yang sempat keluar tanpa di suruh, setelah nya Karan pergi menuju ke dapur restoran, di mana sang Ibu sedang memasak dan ketiga koki nya memperhatikan cara memasak sang Ibu, ketiga koki yang melihat Karan pun ingin bersuara, namun Karan dengan cepat memberi kode agar tetap terdiam. Karan memeluk sang Ibu dari belakang membuat Bu Wati terkejut bukan main, Bu Wati mengira salah satu koki nya yang bersikap kurang ajar, Bu Wati memukul tangan Karan yang sedang memeluk nya.


''Aawww...'' teriak Karan, ''Sakit Bu? ampun...'' ucap nya mengibas ngibaskan tangan nya yang habis di pukul Bu Wati sang Ibu.


''Karan...?'' Ucap Bu Wati menutup mulut nya karena terkejut dengan kehadiran sang putera yang selama ini ia rindukan.


Bu Wati menghambur ke pelukan Karan, Bu Wati memeluk puteranya dengan erat, agar rasa kangen nya segera terobati.


''Ibu, sudah Ibu? Karan ngap nggak bisa nafas,'' jawab Karan yang nafas nya mulai ngis ngosan.


''Kenapa kamu nggak ngabarin Ibu Karan, kamu tega sama Ibu ya,'' cetus Bu Wati mencubit pinggang Karan.


''Sudah Ibu? malu di lihatin para koki, Ibu lupa lupa ya Ibu ada di mana sekarang?'' tutur Karan seraya menciun kening sang Ibu, namun Karan mencium punggung tangan Ibu nya terlebih dahulu.


''Tifak apa apa tuan muda, tapi kami bertiga malah berterima kasih pada Bunda, karena masakan Bunda paling laris di restoran ini tuan?'' jawab salah satu sang koki.


''Wach kalau gitu Ibu ku hebat dong, masakan nya banyak yang suka?'' sambung Karan, ''Ibu emang ter the best, dan dia juga serba bisa,'' puji Karan yang membuat Bu Wati menggeleng gelengkan kepalanya.


''Jangan di dengar, mereka semua bohong dan melebih lebihkan nya saja, bukan Ibu yang hebat, tapi kalian semua? berkat kalian semua restoran Ibu bisa maju pesat seperti sekarang ini,'' balas Bu Wati,dan berbalik memuji semua pegawai nya. ''Terika kasih ya,'' lanjut nya lagi.


''Minta tolong dong buatkan aku jus seperti biasanya, soalnya aku haus banget?'' kata Karan dan menarik tangan Ibu nya ke meja depan.

__ADS_1


Sepeninggal Karan dan Bu Wati, salah satu kokinya membuat jus pesanan Karan.


''Tuqn muda masih bersikap seperti biasanya ya, walaupun dia sudah sukses dengan perusahaan di luar negeri, dia tak lantas menjadi sama kita kita, yang notabene nya dari kalangan orang menengah,'' Gumam nya pelan agar orang yang biasa omongi tidak mendengar nya.


''Iya, bener banget yang bilang bray, tuan muda masih rendah hati dan baik sama kita, aku sangat bersyukur sekali bisa bekerja di restoran ini, semua nya baik sama kita, jadi mana kl mau kita pindah ke tempat lain iya kan?'' sahut nya yang di anggukinyang lain nya.


''Aku mau mengantar jus tuan muda dulu, kasian dia takut semakin haus,'' Ujar salah satu koki yang membuat jus nya.


''Silahkan tuan muda?'' ucap sang koki ketika sudah berada di samping nya.


''Terima kasih ya, jadi merepotkan nich? lagian Ibu nggak ada di rumah, kalau Ibu ada di rumah kan aku cuma merepotkan Ibu saja,'' jawab nya terkekeh.


''Tidak apa apa tuan, sudah seharus nya kami yang di sini di repotkan oleh tuan muda, bukan di repotkan sich? tapi sudah seharus nya,'' sambung sang koki seraya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


''Saya permisi tuan muda,'' pamit nya membungkuk hormat pada bos nya.


Karan mengangguk dan mengambil handphone nya di dalam saku jas nya. Dia mencari nomor sang adik agar segera datang ke restoran, di mana dia berada sekarang.


Tut tut tut


Panggilan tersambung dan tak menunggu lama Sania mengangkat panggilan sang kakak.


-''Hallo kak, ada apa? tumben telfon jam segini,'' jawab nya di seberang telfon.

__ADS_1


-''Ke restoran sekarang, ada hal penting dan Ibu juga sudah ada di restoran,'' Ujar Karan.


''Tapi kak? Sania sedang bersama kak Pinky sekarang,'' jawab nya lagi, namun kini panggilan telfon nya sudah terputus.


__ADS_2