Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 216 Perdebatan Riana dan juga Rian


__ADS_3

''Selamat ya, kalian sudah menjadi pasangan, tapi ingat kalian belum sah menjadi suami istri? jadi tidak boleh macam macam,'' ujar Nyonya Helena kepada kedua nya.


''Apa sich Ma, Michael juga tau kalau kita belum sah? lagian kita juga belum menikah kok?'' jawab dokter Michael.


''Besok kalian temui kakek Sanjaya ke rumah nya, kasih tau kabar bahagia ini kepada beliau. Pasti beliau sangat bahagia sekali mendengar kabar bahagia ini,'' kata tuan Arzan kepada dokter Michael dan Riana puteri nya.


''Baiklah Pa?'' jawab Riana lembut.


Keluarga tuan Bagas akhirnya berpamitan setelah selesai makan malam di rumah besar tuan Arzan, senyuman selalu menghias di bibir kedua nya di saat kebersama'an nya.


''Kami pamit dulu ya besan, lainkali kita bertemu lagi membicarakan masalah pernikahan anak anak kita,'' bisik Nyonya Helena kepada Mama Citra.


''Baiklah, saya tunggu besan?'' jawab Mama Citra tak kalah berbisik, sehingga tawa'an pun tak bisa di hindarkan. kedua Nyonya besar itu tertawa bersama yang akhirnya akan menjadi besan.


''Tuan Arzan, mungkin lusa kami akan datang lagi kembali untuk membahas pernikahan putera puteri kamu berdua,'' gumam tuan Bagas kepada tuan Arzan.


''Baiklah saya tunggu kedatangan nya,'' jawab tuan Arzan.

__ADS_1


Tuan Bagas mengangguk lalu masuk ke dalam mobil setelah sang sopir membukakan pintu mobil nya untuk tuan dan juga Nyonya nya.


Sepeninggal tuan Bagas dan keluarga nya, tuan Arzan dan yang lain nya masuk ke dalam rumah nya, Mama Citra merangkul puteri kecil nya yang dulu masih di timang timang, tapi kinindia akan segera menjadi seorang istri dari dokter Michael.


''Sayang, kamu sangat beruntung mendapatkan mertua yang sebaik Nyonya Helena, ya walaupun Mama belum mengetahui kepribadian Nyonya Helena, tapi Mama sudah sangat yakin kalau dia begitu baik kepada kamu, jaga sikap kamu ketika di depan Nyonya Helena, perlakukan Nyonya Helena dengan baik, layak nya kamu perlakukan Mama kamu sendiri oke,'' pesan Mama Citra kepada Riana.


''Iya kak, yang di bilang Mama kamu itu benar, tadi Nyonya Helena sudah menceritakan suatu nya kepada Mama dan juga Papa, kalau dia sangat menyukai kamu? ketika di rumah kakak kamu kemarin. Makanya dia memutuskan untuk datang langsung tanpa sepengetahuan dari dokter Michael, aku harap kakak bisa mengerti apa yang di maksud oleh Papa, Papa hanya ingin melihat kamu bahagia dengan laki-laki yang juga kamu sukai sayang, Papa selama ini nggak pernah meminta sesuatu sama kamu, tapi malam ini Papa ingin meminta kepada kamu, cintailah dokter Michael seperti dia yang juga mencintaimu,'' kata tuan Arzan kepada Riana dengan panjang lebar, Andrian dan juga Andriana hanya mengangguk mendengar ucapan demi ucapan yang di lontarkan oleh tuan Arzan yang tak lain adalah Papa sendiri. Selama ini tuan Arzan tidak pernah berkata panjang lebar ataupun meminta sesuatu kepada ketiga anak anak nya, tapi tuan Arzan bisa meletakkan dirinya di tengah-tengah ketiga anak anak nya ketika mereka sedang ada masalah ataupun sedang ada kesulitan dalam pekerja'an nya, tuan Arzan selalu menghargai semua ucapan dari ketiga anak nya, bukan hanya itu saja.


Tuan Arzan juga selalu ada untuk semua saudara nya yang lain seperti hal nya dengan tuan Fabian, tuan Arzan selalu bisa menempatkan posisi paling depan di dalam keluarga nya, itu yang membuat Mama Citra dan ketiga anak anak nya sangat sayang dengan tuan Arzan.


''Papa, do'akan saja yang terbaik buat Riana ya,'' ucap Riana dengan mengajmabur ke pelukan Papa nya.


''Kok besok sich Pa?'' tanya Riana dengan menghapus air mata nya dengan telapak tangan nya.


''Ya maksud Papa tuh besok besok mungkin dek,'' sambung Rian yang juga ikutan bersedih, karena dia harus berpisah dengan adik kembar nya yang super cerewet itu.


''Pa, kak rian juga tuh cariin wanita yang baik, masak Riana yang harus nikah duluan sich? kan dia yang lebih tua,'' celetuk Riana membuat Rian naik darah.

__ADS_1


''Aku sana kamu cuma beda lima menit saja kok dek, kamu selalu bilang lebih tua ke kakak kamu ini, lima menit bukan lima tahun paham!'' jawab Rian dengan nada yang sudah naik satu oktaf dari biasa nya.


''Tuh kan marah, nanti beneran cepat tua lho?'' lagi lagi Riana meledek Rian kakak nya, Riana sengaja meledek kakak nya malam ini, karena semalam dia yang meledek Riana sampai Riana tidak mau berbicara dengan kakak nya.


''Sudah sudah, lebih baik kalian tidur sana, besok kalian harus bantuin Papa di kantor biar cepat selesai pekerja'an Papa di sana.'' sela tuan Arzan kepada kedua anak kembar nya yang sedang saling berdebat satu sama lain nya.


''Ma, lebih baik Mama bikini mereka adik lagi dech? agar mereka tidak lagi berdebat kalau ada di rumah, yang membuat Papa semakin pusing saja,'' kata tuan Arzan yang membuat Mama Citra melongo dengan perkata'an suami nya yang sudah keluar dari pembahasan.


''Ngomong apa sich Mas, banyak anak anak juga?'' sahut Mama Citra dengan mencubit perut tuan Arzan.


''Auw sakit Mah, ayo kita ke kamar saja? Papa pusing melihat mereka berdua berdebat seperti itu,'' veliteh nya dengan merangkul Mama Citra untuk di bawa ke dalam kamar nya.


Andrian dan juga Andriana hanya menggeleng melihat kelakuan kedua orang tua nya yang semakin menjadi.


''Memang nya kamu ingin adik lagi?'' tanya Rian kepada Riana.


''Kalau aku sich ya mau mau sajalah, mau bagaimana lagi kalau Mama hamil kan?'' jaqab nya dengan nada sedikit senang kalau Mama Citra bisa memberikan seorang adik perempuan yang sangat menggemaskan seperti bayi mungil yang ada di rumah Sania.

__ADS_1


''Iya juga sich? mereka berdua kan belum terlalu tua juga untuk memiliki bayi lagi,'' sahut Rian yang juga tidak keberatan kalau Mama nya hamil lagi. ''Memang nya kamu mau adik yang seperti apa sich dek?'' tambah nya lagi mengingat Riana sangat suka dengan bayi perempuan.


''Kalau kak Rian bertanya kepada Riana pengen punya adik apa, ya tentu nya Riana sangat suka bayi perempuan, kan di rumah ini cuma Riana medan Mama saja yang perempuan, kalau kaka Rian sudah Romi, dan juga Papa, jadi kita kan bisa imbang gitu,'' balas nya dengan kekehan yang membuat Rian geli mendengar nya, Riana terlihat sangat bahagia malam ini di banding malam malam kemarin, apalagi malam yang sangat menenangkan ketika mereka menjaga Sania di rumah sakit kemarin.


__ADS_2