Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 204 Kepulangan triple ke rumah Bunda Wati


__ADS_3

Sania duduk di belakang sang supir bersama Arlan dan juga Riana, sedangkan Andrian memilih duduk di samping Pak supir.


Sedangkan mobil Arlan di kendarai oleh asisten pribadi tuan Arzan, rencana awal mereka akan membawa mobil nya masing masing, dengan menggendong si triple? tapi keada'an si baby masih harus dalam pemilihan jadi harus berada di dalam inkubator.


''Mas, kalau memang masih harus di rawat kenapa maksa pulang sich?'' Ujar Sania tiba-tiba, Sania tidak menyadari kalau suami nya Arlan susah payah dengan menghubungi tuan Arzan agar bisa menuruti perminta'an dari istri nya, tapi apa tadi- Sania masih saja bilang kenapa maksa pulang?.


Arlan hanya menggeleng kan kepala nya dengan samar samar, takut nya istri kecil nya marah atau membuat mood dia berubah menjadi jelek.


''Mas hanya bilang sama Om Arzan, kalau kamu ingin pulang? jadi semua yang mengurus surat kepulangan kamu dan juga triple Om Arzan yang mengurus langsung,'' jawab Arlan tanpa mau berbohong sama sekali kepada istri kecil nya.


''Jadi Mas Arlan yang bilang sama Om Arzan kalau Sania ingin pulang ke rumah Bunda sekarang?'' tanya nya dengan nada sedikit lirih.


''iya sayang? kamu yang bilang sama Mas kalau ingin cepat pulang ke rumah Bunda,'' jawab nya dengan santai.


''Tapi bagaimana dengan anak anak kita Mas, dia masih perlu perawatan saat ini, tapi gara gara Mas Arlan ngadu sama Om Arzan jadi kita pulang paksa hari ini?'' Gumam nya pelan.


'.Swmua alat alat nya sudah ada di kamar bayi di rumah Bunda sekarang, Om Arzan juga sudah menyiapkan n semuannya dengan baik tanpa ada sedikit yang salah dengan perawatan triple, lebih baik kamu sekarang tenang dan jangan khawatir lagi, semua nya sudah beres kok, kalau kamu masih nggak percaya tanya saja sama saudara kalian yang nada di samping kamu sekarang,'' jawab nya dengan mengelus bahu Sania.


Riana yang tau pun segera menoleh ke arah samping nya dengan deretan gigi putih nya, seraya berkata.


''Sudah, kamu sekarang lebih baik memikirkan kesehatan kamu agar cepat pulih kembali setelah operasi kemarin,'' gumam nya pelan, Riana juga menatap ke arah depan nya yang ada sang kakak kembar nya.


''Yang ndi katakan adik Riana thu benar dek, kamu harus banyak banyak istirahat, apalagi kamu juga baru sembuh dari penyakit kanker kamu, aku takut penyakit kamu kembali kambuh dan akan mempengaruhi Asi kamu, kan kasian ketiga anak anak kamu harus minum sufor,'' sambung nya dengan merubah posisi duduk menjadi menghadap ke belakang.


30 menit kemudian mobil mereka memasuki pelataran rumah sang Bunda, di sana sudah ada Bunda dan juga keluarga lain nya sedang menunggu kedatangan Sania beserta lain nya.


''Assalamu'alaikum,'' Ucap sang Bunda ketika Arlan membuka pintu mobil nya, dan di sana menampakkan wajah bahagia dari sang Bunda.


''waalaikum salam,'' jawab Arlan, Sania, Andrian dan juga Andriana yang hampir bersama'an.


''Ponakan tante sudah datang?'' seru Mama Citra dengan menghambur ke pelukan ponakan nya.

__ADS_1


''Iya tante, akhirnya Sania dan triple bisa pulang juga ke rumah Bunda,'' jawab nya dengan mengulas senyuman kepada kedua tante yang berdiri di samping mobil bersama sang Bunda.


Arlan segera menggendong Sania, sebenarnya di sana sudah ada kursi roda yang dinkliarin oleh Rian, tapi Arlan lebih menggendong istri kecil nya dan di bawa ke dalam kamar yang sudah di beresin oleh sang Bunda dengan di bantu beberapa pelayan nya juga.


Arlan dengan perlahan menaruh sang istri ke atas tempat tidur agar istri nya bisa beristirahat dengan tenang, dan di dalam kamar tersebut sudah terpasang beberapa alat untuk bayi bayi dia yang sengaja di letakkan di dalam satu ruangan dengan Sania, agar Sania lebih semangat lagi dengan melihat wajah wajah mungil yang begitu menggemaskan.


''Mas,'' panggil Sania ketika melihat sang suami ingin melangkah keluar dari dalam kamar yang ia tempati sekarang.


''Kenapa sayang?'' tanya Arlan menghentikan langkah nya dan berbalik menghadap ke arah istri kecil nya yang sedang terbaring di atas tempat tidur nya.


''Mas Arlan mau kemana sich?'' tanya Sania dengan lirih.


''Mas keluar dulu sebentar, di luar kan banyak orang sayang? dan mungkin saja para tante dan juga Bunda ingin menemani kalian di dalam kamar?'' jawab nya dengan mengelus puncak kepala istri nya.


''Baiklah Mas,'' Ucap nya, namun ketika Arlan kembali beranjak dari tempat tidur nya Sania langsung berujar kembali, ''Mas, Sania minta tolong ambilin gamis Sania yang adandi kamar atas, Sania mau ganti baju,'' tambah nya dengan sedikit ragu ragu meminta tolong kepada suami tampan nya.


''Kenapa harus dengan bilang minta tolong sich, bukan nya aku ini suami kamu yang sudah berkewajiban untuk merawat kamu dan mengurus semua keperluan kamu sayang,'' jawab Arlan dengan panjang lebar.


''Apa istri kamu sudah tidur Arlan?'' tanya Om Arzan dan juga Om Fabian hampir berbarengan.


''Sania masih belum tidur Om, dia menyuruh Arlan untuk mengambil baju gantinya di kamar lantai atas Om,'' jawab nya dan berpamitan kepada kedua Om nya, di sana juga ada ketiga wanita paruh baya namun masih terlihat cantik, apalagi Bunda Wati yang masih terlihat awet muda saat ini, walaupun beliau sudah memiliki 4 cucu dari kedua putera dan juga puteri nya.


''Kalau istri kamu memang belum tidur, biar kita kita masuk ke dalam dulu, sambil menjenguk ketiga cucu cucu ku di dalam,'' gumam Mama Citra dengan menarik kedua wanita yang ada di samping nya, siapa lagi kalau bukan tante Cinta dan juga Bunda Wati.


Sedangkan Tuan Arzan dan juga tuan Fabian memilih untuk mengikuti langkah kaki ketiga wanita paruh baya itu untuk masuk ke dalam kamar Sania, hanya melihat Sania dan bertanya apa sudah merasa baikan atau juga masih merasakan nyeri di perut nya.


Tuan Arzan dan tuan Fabian memilih menghampiri ketiga box yang sudah berisi bayi bayi kecil di dalam nya.


''Mereka sangat lucu, dan coba kamu liat dia Bian, dia lebih mirip Arlan ketimbang Mama nya,'' seru tuan Arzan yang hemas melihat bayi laki-laki yang ada di dalam box, kedua laki-laki yang kini harus di panggil dengan sebutan Opa hanya bisa menatap dari luar box, tanpa berani mengambil untuk menggendong nya.


''Iya, dia sangat lucu dan menggemaskan sekali Mas, tapi mata dan bibir nya lebih ke Sania,'' balas nya dengan masih menatap wajah ketiga cucu cucu nya.

__ADS_1


''Mas Arlan menang banyak Om, mereka berdua lebih mirip dengan masnArlan ketimbang Sania, tapi Sania masih belum melihat wajah puteri Sania yang paling kecil, setiap kali Sania bertanya para suster selalu bilang belum bisa di liat,'' lapor Sania kepada kedua Om nya.


Tuan Arzan dan juga tuan Fabian yang tau dengan kondisi puteri Sania paling kecil hanya bilang seperti ini.


''Kamu kan sudah tau keada'an mereka dalam keada'an baik baik saja, hanya saja masih harus dalam perawatan,''


''Yang di katakan Om kamu itu benar sayang, setelah ini kamu akan melihat ketiga bayi kalian dengan puas,'' sahut Mama Citra yang di angguki Sania dengan pelan.


Arlan datang dengan gamis yang ia pegang di tangan kanan nya, sedangkan di tangan kiri nya terdapat obat yang di berikan oleh suster tadi di luar kamar nya.


''Sayang, ini gamis nya dan ini obat nya?'' Ucap Arlan dengan mengulurkan tangan nya kepada sang Bunda, karena tangan sang Bunda yang terulur untuk menerima obat beserta baju ganti untuk Sania istri kecil nya.


''Minum obat dulu saja, setelah itu baru ganti baju,'' Ucap sang Bunda, Sania hanya menurut dengan apa yang di katakan oleh sang Bunda.


Sania mengambil obat nya dan meminum nya dengan langsung setelah tante Cinta memberikan segelas air putih yang ada di atas nakas di samping tempat tidur nya.


''Terima kasih tante?'' Ucap Sania dengan memberikan gelas kosong nya kepada sang tante.


Cinta hanya mengangguk pelan seraya berkata, ''Kamu mau ganti baju di sini atau di dalam kamar mandi?'' tanya tante Cinta yang menoleh ke arah suami nya yang masih mengobrol dengan kakak ipar nya di dalam kamar Sania.


''Di kamar mandi saja tante, biar Mas Arlan yang membantu Sania di dalam?'' jawab Sania dengan mengulas senyum, Sania tau kalau tante nya akan mengusir suami nya untuk keluar dari dalam kamar nya, karena itu Sania lebih memilih ganti baju di dalam kamar mandi.


''Mas Arlan?'' panggil Sania kepada suaminya yang melihat bayi bayi nya.


''Iya,'' jawab Arlan menghampiri Sania istri nya.


''Sania mau ganti baju di kamar mandi, Mas Arlan saja yang bantuin Sania di dalam ya,'' pinta Sania, Aelan mengangguk dan membantu sang istri bangun dari tiduran nya.


''Mau Bunda bantu nggak?'' tanya sang Bunda dengan menatap puteri kecil nya yang sudah menjadi seorang Mama muda di umur nya yang masih belum genap 24 tahun.


''Biar Mas Arlan saja Bunda, Bunda dan tante boleh lihat cucu cucu nya dengan Om di sana,'' gumam Sania dengan pelan, kedua tante nya memang ingin melihat ketiga cucu nya sejak tadi, tapi masih mengajak Sania untuk mengobrol bersama dengan menanyakan keada'an nya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2