Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 35


__ADS_3

Berkat ide dari Riana, akhirnya mereka sekeluarga mendatangi rumah kontrakan Karan dan Sania, tapi mereka harus menelan kekecewa'an karena baik Karan, Sania maupun ibunya tak ada di rumah kontrakan yang mereka tempati.


Kak Citra menghampiri salah satu Ibu Ibu yang sedang menidurkan bayinya.


''Assalamu'alaikum Bu?'' sapa kak Citra yang tak lupa mengucapkan salam nya.


''Waalaikum salam mbak?'' jawab nya ramah.


''Ibu tau, penghuni di sebelah pergi ke mana,'' tanya kak Citra tak kalah sopan nya.


''Och, Ibu Wati dan kedua anaknya baru aja pergi keluar mbak, dia bilang mau makan di luar,'' jawab Ibu Ibu yang di tanya kak Citra, karena sebelum Ibu Wati pergi, dia bilang sama pada tetangga nya, kalau mereka mau makan di luar.


''Och, terima kasih Bu, infonya,'' balasnya tersenyum. ''Kalau gitu saya permisi Bu, assalamu'alaikum,'' pamit kak Citra dengan salam nya.


''Waalaikum salam,'' jawab sang Ibu. Kak Citra berjalan kembali ke rumah kontrakan Karan, di kontrakan Karan suami beserta kedua anaknya sudah menunggu kedatangan kak Citra. Mas Arzan berdiri dari duduk nya dan berjalan menghampiri ku yang berjalan ke arah nya.


''Bagaimana Ma?'' tanya Mas Arzan ketika sudah berada di depan sangat istri.


Kak Citra menggeleng pelan, ''Mereka sedang pergi Mas,'' lirih nya.


''Sudah? kamu nggak usah sedih gitu, besok kita ke sini lagi, mungkin besok mereka ada di rumah,'' kata Mas Arzan mengelus punggung sang istri. Mas Arzan merangkul punggung kak Citra dan membawa nya ke dalam mobil, Andrian dan Andriana mengikuti dari belakang, mereka berdua ikut masuk ke dalam mobil, lalu Mas Arzan menyalakan mobil nya setelah kedua anak anak nya beradaptasi di dalam mobil.


''Kita langsung pulang ke rumah, atau masih mau berhenti di suatu tempat,'' tanua Mas Arzan, melirik sang istri yang menyandarkan punggung nya ke sandaran jok mobil.

__ADS_1


''Citra pengen makan sesuatu Mas?'' balas kak Citra menatap ke depan.


''Makan apa?'' tanya Mas Arzan lagi, yang masih tetap fokus pada jalanan yang lumayan masih ramai.


''Citra ingin makan bebek goreng?'' jawab nya pelan.


''Lho, bukannya Mama nggak suka dengan bebek goreng,'' tanya Riana yang langsung beranjak dari duduk nya dan menatap wajah sang Mama.


''Nggak tau, Mama pengen makan itu saja sekarang?'' jawab nya lemas.


''Mungkin itu perminta'an adik mu kali dek?'' sahut Mas Arzan yang membuat Riana kembali ke tempat duduk nya. Tepat di depan warung Pak Ilham, Mas Arzan menghentikan mobilnya dan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, karena warung Pak Ilham berada di depan toko yang sudah tutup.


Mas Arzan mencari tau warung yang menjual bebek goreng di apk ponsel nya, dan ia menemukan warung Pak Ilham yang sedang trending di medsos, karena bebek goreng nya yang luar biasa enak. Membeli di warung Pak Ilham harus extra sabar menunggu, karena antrian nya bech ful luar dalem.


''Pa, Papa yakin mau beli bebek goreng di pinggir jalan kayak gini,'' tanya Andrian pelan, agar orang orang yang berada di warung itu tak ada yang mendengar.


Riana menghampiri sang penjual dan membisikkan kalau Mama nya saat ini sedang ngidam, agar sang penjual mau memberi lebih dulu.


''Pak? boleh minta tolong nggak,'' ucap Riana takut takut pada orang yang sedang menggoreng bebek bebek pesanan orang di depannya.


''Minta tolong apa neng?'' tanya orang itu.


''Saya mau bebek goreng itu lebih dulu, kasian Mama saya sedang menunggu di mobil, beliau sedang hamil muda Pak, saya takut adik saya malah jualan iler lagi kalau sudah keluar,'' ucap Riana asal.

__ADS_1


''Adik jangan berbohong, Bapak tidak akan percaya sama adik, yang mengatakan bahwa Mama nya sedang ngidam,'' balas Bapak tersebut dan masih asik dengan kerja'annya, yakni menggoreng bebek bebek tersebut.


''Coba lihat orang di atas kap mobil itu, dia Mama saya Pak, beliau hamil baru memasuki bulan ke dua,'' tunjuk Riana pada sang Mama yang menunggu di luar mobilnya.


Bapak yang sedang menggoreng bebek itu pun mengikuti arahan dari Riana, dia menatap pada orang yang di tunjuk oleh gadis di samping nya. Belum juga mendapatkan bebek goreng nya, Rian menghampiri sang adik yang sedang asik mengobrol dengan orang di dalam warung tersebut.


''Adek ngapain di sini, ayo keluar di cariin Mama tuh,'' Ucap Rian pada Riana.


''Masih lama kak nunggunya, makanya Riana minta tolong sama Bapak ini agar memberikan satu porsi bebek goreng buat Mama, tanpa harus menunggu antrian panjang seperti ini,'' balas Riana.


''Tapi sia sia saja kak, Bapak nya mengira Riana bohong,'' tambah Riana yang membuat Bapak yang sedang menggoreng bebek goreng itu terperangah menatap kedua bocah di samping nya yang sedang curhat.


''Adik mau beli apa?'' tanya seorang Ibu yang baru datang dari belakang. Rupanya Ibu Ibu itu dari tadi memperhatikan Riana yang sedang berdebat dengan orang yang bekerja di warung ini.


''Saya ingin beli bebek goreng Bu, tapi harus nunggu lama karena antrian nya panjang banget?!'' jawab Riana menunjuk orang orang yang sedang berbaris rapi menunggu antrian.


''Ya sudah, kebetulan Ibu ada bebek goreng, cuma hanya satu porsi saja, karena anak anak Ibu juga belum makan dari tadi.'' gumam Ibu yang ada di depan Riana dan juga Rian.


''Iya Bu, saya cuma mau beli satu porsi saja buat Mama saya yang sedang ngidam,'' tutut Riana menatap Ibu yang menawarkan bebek goreng nya untuk dirinya. Ibu itu adalah Ibu Wati, yang tak lain adalah ibu nya Karan dan juga Sania.


Ibu Wati pun membungkus satu porsi makanan dengan lauk pauk bebek goreng tersebut, lalu diapun langsung memberikan pada Riana begitu saja, Riana juga tak lupa memberikan selembar uang kertas yang berwarna biru pada Bu Wati, namun di tolak oleh Bu Wati.


''Sudah, Ibu ikhlas memberikan ini padamu nak? semoga adik dan Mama kalian sehat terus sampai lahiran nanti,'' kata Bu Wati lembut, Bu Wati pun melangkah pergi menghampiri kedua anak nya yang sedang menunggu kedatangan nya. Karena banyak nya orang yang antri, Riana dan Rian tak melihat tubuh Bu Wati lagi yang berjalan entah kemana. Akhirnya Riana memutuskan untuk menghampiri Mama nya yang sedang duduk di atas kap mobil nya, dengan seorang laki-laki yang setia memegangi tubuh nya di samping nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan lupa mampir juga di karya ku yang lain ya kak, (Keinginan Anastasya, dan juga Cinta Nadhira) Terima kasih 🙏🙏🙏😘😘😘💕💕💕💕


__ADS_2