Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 176 Rasa ikhlas kehilangan


__ADS_3

Sejak kepergian Sania kehidupan Arkan begitu memperihatinkan untuk di lihat, bahkan keluarga nya pun sangat menghawatirkan keada'an Arkan saat ini, entah kenapa kehidupan Arlan sekarang berbanding terbalik dengan kehidupan yang sebelum nya.


Kemarin saat masih bersama dengan Sania, wanita yang teramat ia cintai Arkan begitu bahagia. Tapi kali ini Arkan merasa hidup nya hampa dan juga kosong, selama Sania pergi Arkan terus saja mencari nya, namun kini yang Arkan sesali adalah tidak bisa melacak keberada'an istri kecil nya yang sekarang entah ada di mana. Semua keluarga nya ikut serta dalam mencari keberada'an Sania saat ini.


''Bagaimana Arlan, apa Sania sudah menghubungi kamu lagi?'' tanya Karan ketika mendatangi apartemen Arlan di sore hari.


''Aku belum bisa menemukan keberada'an istri ku Karan, maafkan aku yang sudah gagal menjaga adik mu, maafkan aku karena sudah membuat kalian kecewa kepadaku, tapi sungguh aku tidak pernah sekalipun menyinggung dia masalah anak, aku sama sekali tak terpikirkan oleh semua itu, yang aku ingin adalah kesembuhan Sania dan juga membahagiakan nya juga,'' jawab Arlan menyandarkan bahu nya ke sandaran kursi di apartemen nya.


''Sudahlah jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, kami tidak pernah menyalahkan kamu kok? mungkin adikku saja yang sensitif dengan ucapan wanita yang sempat ia temui di rumah sakit itu, dan lebih memilih untuk pergi meninggalkan kamu. Agar kamu bisa bahagia dan memiliki keturunan, itu kesimpulan yang saat ini Bunda ambil, dia bilang? kalau Bunda sudah rela kalau kamu menikah lagi dan memiliki anak dengan wanita lain. Karena itu sudah keputusan yang di buat Sania,'' Ucap Karan dengan panjang lebar, yang mengatakan isi slot esan dari Bunda nya yang harus mengatakan swmua nya kepada Arlan menantu nya.


''Kenapa Bunda malah berbicara seperti itu Karan, apa dia sudah tidak percaya lagi dengan ku? sampai akhirnya beliau berpikir kalau aku akan pergi meninggalkan Sania, Sania adalah istri ku Karan dan sampai kapanpun aku akan mencari Sania,'' tukas nya marah mendengar pesan yang baru di sampaikan oleh Karan kepada nya.

__ADS_1


Arlan memilih pergi dari hadapan Karan saat ini, dia hanya membawa jaket dan juga kunci mobil nya, hari hari Arlan selalu di isi dengan mencari Sania. Arlan juga sudah tidak peduli dengan rasa lelah nya, namun dia saat ini lebih memilih untuk mendatangi kediaman Ayah nya yang sudah lama ia tidak datangi.


Arlan melajukan mobil nya kecepatan di atas rata rata, dia sudah tidak memperdulikan nyawa lagi saat ini, yang ada hanyalah Sania istri kecil nya yang selama ini selalu mengisi hari hari nya dengan senyuman, Arlan tidak merasa capek karena sudah merawat istri kecil nya selama ini, karena bagian Arlan itu semua sudah kewajiban yang harus ia lakukan kepada istri tercinta nya.


''Arlan kamu datang?'' tanya sangat Ayah yang tengah duduk di teras rumah nya dengan secangkir teh dan juga camilan yang tersakiti di meja depan rumah nya.


''Iya Yah, Arlan bingung harus pergi kemana lagi saat ini, Arlan sedang sedih dan barusan Karan membawa pesan dari Bunda kalau beliau sudah merelakan Arlan untuk menikah lagi dengan wanita lain, bagaimana bisa Bunda punya pikiran seperti itu, sedangkan Arlan masih sangat mencintai istri Arlan Yah, Arlan masih mencari Sania istri kecil Arlan Yah,'' tutur nya memulai menceritakan kisah sedih nya kepada Ayah yang selama ini menjadi tempat untuk berkeluh kesah dan sebagai nya.


''Arlan sudah berkata beberapa kali sama Ayah dan juga Bunda, bahwa aku tidak peduli dengan semua itu, asal aku hidup bersama dengan Sania untuk selama nya Yah, aku bisa mengadopsi anak yang kurang beruntung dari panti asuhan kalau aku mau memiliki anak, asal itu bersama dengan Sania. Percuma aku punya anak namun dengan wanita lain yang bahkan aku tak bisa merasakan kebahagi'an sama sekali,'' sela nya dengan menangkup kan wajah nya ke atas meja di depan nya, sang Ayah hanya bisa menepuk elan punggung putera nya saat ini.


Selama tiga hari ini dia juga sudah ikut mencari keberada'an menantu nya yang belum ada kabar keberada'an dia ada di mana, bahkan keluarga dari Sanjaya pun mengerahkan banyak orang untuk mencari Sania agar segera di temukan, mengingat kondisi Sania yang kurang baik.

__ADS_1


Ayah Arlan menyuruh putera nya untuk tidur walau hanya sebentar saja di kamar nya, namun Arlan menolak perintah Ayah nya, dia memilih untuk pergi meninggalkan Ayah nya sendirian di teras rumah, dia kembali ke jalanan untuk mencari keberada'an Sania, pikiran Arlan saat ini menuju ke sebuah desa yang menyimpan kenangan baik di sana, ya Arlan baru ingat kalau istri kecil nya pernah bilang kangen dengan kuburan almarhum Ayah nya yang berada di sebuah desa terpencil.


''Kenapa aku dari kemarin nggak ingat dengan desa itu, desa di mana Sania dan juga Karan lahir, aku harus mencari dia ke sana sekarang? siapa tau dia ada di sana,'' gumam Arlan dan memutar arah kemudi nya untuk menuju desa tersebut.


''Apa dia benar-benar ada di sana sekarang, apa aku harus memberi tahu Karan kalau Sania pernah bilang akan mendatangi makan Ayah nya di sana, tapi? kalau Karan tau apa dia akan bisa mengajak Sania untuk kembali ke rumah nya,'' pikiran pikiran semacam nya membuat Arlan semakin ftustasi, dia mengacak ngacak rambut nya karena rasa kangen selama ini kepada istri kecil nya.


''Aku harap kamu ada di sana sekarang sayang? tunggu Mas di sana, Mas akan menjemput dan membawa kamu untuk pulang ke Jakarta, tapi kalau kamu lebih memilih untuk hidup di desa itu, Mas rela tinggal di sana bersama dengan kamu,'' kata Arlan dalam hati, Arlan terus saja menambah kecepatan mobil nya agar segera sampai di tempat tujuan.


Tapi ada satu yang Arlan lupa, bukan hanya Arlan yang lupa tapi semua keluarga besar Sanjaya juga, mereka lupa kalau Sania membawa mobil di saat ia pergi dari Jakarta, kenapa mereka bisa melupakan hal seperti itu.


Di tunggu bab selanjutnya ya kakak. Terima kasih dan jangan lupa like komen nya kakak🙏😘💕🙏😘💕🙏😘💕

__ADS_1


__ADS_2