Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 72 Keterkejutan Pinky


__ADS_3

''Alhamdulilah sa...saya baik, ka...kamu sendiri,'' jawab Karan gugup.


''Tentunya baik dong kak?'' bukan Pinky yang menjawab? melainkan Sania yang menjawab pertanyaan sang kakak, Sania orang nya emang suka iseng dan juga suka jail sama orang terdekat nya, namun dengan orang lain apalagi baru ia kenal sangat lah dingin dan juga cuek.


''Ya sudah, kak Pinky kan ada jam kuliah sekarang, lebih baik kak Pinky kembali ke kampus dulu dech,'' usir Sania tanpa sengaja.


''Kamu ngusir aku Sania, tau githu aku nggak mau nganterin kamu ke sini,'' gerutu Pinky yang sudah beranjak dari tempat duduk nya.


''Kalau kak Pinky nggak nganterin Sania ke restoran ini, kak Pinky nggak bakalan bisa ketemu kak Karan sekarang,'' balas Sania menjulurkan lidah nya.


''Sudah berangkat sekarang, dan kak Karan yang akan mengantarkan kak Pinky ke kampus nya,'' seru Sania, sedangkan Karan mengerutkan kening nya mendengar ucapan dari adik nya, yang dengan seenaknya menyuruh dia untuk mengantarkan Pinky ke kampus.


''Nggak usah, aku bawa mobil kok Sania. Karan pasti capek kan dia baru dateng?'' ujar Pinky yang tak enak hati melihat wajah capek Karan.


''Sudah nggak apa apa kok, ayo aku antar kamu ke kampus?'' ajak Karan lembut, dan beranjak dari kursinya, dia pun melangkah pergi menuju parkiran tempat mobil nya berada.


Karan menekan kunci mobil nya dan seketika mobil itu pun berbunyi, Pinky yang melihat mobil mewah Karan pun di buat terkejut oleh nya, 'Astaghfirullah, aku nggak bermimpi kan bisa naik mobil seperti ini dengan Karan, atau dia hanya meminjam mobil teman nya saja untuk di buat pamer pada keluarga nya?' ucap Pinky dalam hatinya.


''Pinky ayo naik?'' ajak Karan yang sudah membuka pintu mobilnya. Pinky tak menghiraukan ajakan Karan, dia masih dengan lamunann ya.


''Pinky? kamu kenapa,'' tanya Karan memegang pundak Pinky. Pinky yang ndi pegang pun di buat terkejut oleh Karan.


''Iya Karan?'' tanya nya.

__ADS_1


''Kamu nggak apa apa kan, atau ada yang sakit?'' tanya Karan melihat seluruh tubuh Pinky, takutnya adanyang sakita atau apa, pikir Karan.


''Aku nggak apa apa kok santai saja, aku hanya kaget saja melihat mobil kamu yang sangat mewah ini,'' Gumam Pinky mencoba untuk bersikap tenang.


''Ach ini, nanti aku ceritakan sama kamu, kalau githu kita pergi sekarang? takut nya kamu malah telat lagi ke kampus nya,'' ujar Karan yang di angguki Pinky.


Akhirnya Pinky masuk ke dalam mobil Karan, Karan berlari kecil memutari mobil nya, setelah menutup pintu mobil dan membuka pintu mobil nya dan diapun duduk di belakang kemudi.


Karan menginjak gas dan melajukan mobil nya perlahan keluar dari parkiran yang ada di restoran, selama di perjalanan hanya ada keheningan, bahkan suara nafas nya pun terdengar karena tak ada yang membuka suara nya.


''Karan,''


''Pinky,'' ucap nya bersama'an, Pinky merutuki kebodohan nya. 'Kenapa bisa bareng githu sich,' Gumam Pinky dalam hati.


''Nggak kamu saja yang duluan,'' jawab Pinky yang kini sedang tersipu malu.


''Baiklah, gimana kuliah mu? lancar lancar saja kan?'' tanya Karan memulai obrolan nya.


''Alhamdulillah, selama ini lancar lancar saja, tidak ada kendala yang sulit kok,'' jawab Pinky tanpa menoleh ke arah Karan, Karan pun juga begitu dia hanya fokus di jalan.


'Kamu berubah Karan, tadi ketika berada bersama adik dan juga Ibu mu, kamu sangat hangat dengan mereka, kini kamu bersikap dingin kebaku Karan,' Ucap Pinky dalam hatinya.


''Karan, di depan belok kiri,'' ujar Pinky memberi tahu Karan jalan menuju kampus nya.

__ADS_1


''Kamu pindah kampus, dan sekarang bukan nya kamu sudah menempuh s2 ya,'' tanya Karan penasaran, tak mungkin kan dia masih S1 karena mereka masuk kuliah bersamaan, namun Karan lebih cepat menyelesaikan S1 nya dan melanjutkan S2 di sana.


''Aku mengulang Karan, kemarin aku sempat berhenti di tengah jalan dan tak mau pergi kuliah,'' Gumam Pinky dengan lirih.


Karan mengangkat satu alisnya ke atas dan berpikir sejenak, 'Bukankah Pinky sangat pandai dalam sekolah, kenapa dia bisa mengulang kuliah nya,' Karan menerka nerka apa yang sudah terjadi pada sahabat nya.


''Oiya Karan, gimana kabarnya wanita yang membully kamu dulu itu, semenjak Sania bikin konten itu dia tak lagi muncul di sosial media.'' tanya Pinky takut takut, Pinky sudah berpikiran negatif kalau Karan akan marah dengan pertanyaan yang ia tujukan padanya saat ini.


''Entahlah Pinky, sejak saat itu aku sudah mengubur pertemanan bahkan persahabatan yang aku pikir akan baik baik saja sampai dia kembali lagi ke Indonesia, tempat kelahiran nya, namun dia hanya memandang status sosial orang saja, dia berubah tak mengakui aku sebagai teman nya karena aku waktu itu miskin dan pekerja di restoran sebagai pelayan, bukan sebagai pemilik restoran,'' cerita Karan, namun pandangan nya menatap lurus ke depan.


''Maaf, kalau aku sudah membuat mu sedih kembali,'' balas Pinky yang melihat kesedihan di wajah Karan.


''Nggak apa apa kok, aku sadar kalau semua wanita hanya ingin laki-laki yang terbaik untuk dirinya, mungkin dia tidak mau bersusah-payah karena aku orang miskin,'' lanjut Karan menoleh ke arah Pinky yang ada di sebelah nya.


'Aku harap kamu wanita yang aku cari selama ini Pinky, tanpa memandang status sosial orang itu, mau itu kaya atau miskin,' Gumam Karan salam hati nya.


''Tidak semua wanita punya pikiran kerdil kayak githu Karan, buktinya aku? mak...maksudku banyak orang yang setia pada pasangan nya walau dia harus berusaha lebih keras lagi untuk mencapai kebahagiaan itu,'' jawab Pinky canggung.


''Stop di sini saja Karan, dan terima kasih karena sudah mau mengantarkan aku ke kampus,'' Ucap Pinky membuka seatbelt nya dan ingin membuka pintu mobil nya.


Karan memegang tangan Pinky, ''Terima kasih ya, selama ini kamu sudah berbuat baik sama keluarga ku, semoga kamu tak seperti Kirana yang melihat aku dengan status sosial ku di bawah kamu,'' Ujar Karan datar.


'Karan berpikir aku sama seperti Pinky yang memandang setiap orang hanya dengan status sosial nya saja,' ucap nya dalam hati seraya tersenyum miris.

__ADS_1


''Jangan berterima kasih, adik mu juga adik ku juga, sudah seharusnya aku juga menjaga Sania sebisa aku, aku senang kok bisa berbagi kebahagiaan sama keluarga kamu kok, kamu tenang saja,'' balas Pinky memaksakan senyuman nya, walau dia sangat sedih mendengar perkataan dari Karan.


__ADS_2