Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 86 Keangkuhan Kirana


__ADS_3

Ibelin membawa Kirana ke salon teman nya, karena mereka berdua sudah buat janji dengan dia tadi. Dan kini Kirana sudah sampai di salon yang di tuju.


Ibelin mengajak Kirana untuk masuk kedalam menemui teman nya yang punya salon tersebut.


''Ayo masuk?'' ajak Ibelin seraya mengulurkan tangan nya, untuk menggandeng nya. Kirana mengangguk dan menghampiri Ibelin, dia punya menerima uluran tangan Ibelin dengan senyum manis nya.


Ketika Ibelin dan Kirana sudah sampai di depan pintu? teman Ibelin menyambut nya keluar, dia nampak begitu cantik dan juga terawat di usianya yang sudah tak muda lagi.


''Hallo apa kabar Ibel?'' sapa nya dan memeluk Ibelin seraya cipika cipiki.


''Oiya ini kenalin teman baru aku Kirana, Kirana ini teman aku,'' ujar Ibelin pada Kirana dan juga Pita, Pita adalah pemilik salon tersebut.


''Dia cantik sekali Ibel?'' puji Pita memegang pipi mulus Kirana.


''Dia memang cantik? hanya butuh sedikit polesan saja kecantikan nya akan nampak lebih terlihat lagi,'' sambung Ibelin melipat kedua tangan ke dadanya.


'Aku memang cantik! lebih cantik dari kalian berdua,' Gumam Kirana dalam hatinya. 'Kenapa aku harus bertemu teman selebay mereka sich! kenapa bukan cowok tampan yang mau menikahi aku.' tambah nya lagi.


''Mari ikut aku ke dalam, aku akan memake over kamu secantik mungkin?'' ajak nya yang di angguki Kirana, Kirana dan juga Ibelin mengikuti langkah penilik salon tersebut, sampai di dalam? Kirana takjub dengan pemandangan yang ada di dalam salon.


Kirana dirias secantik mungkin karena Ibelin akan mempertemukan dia dengan bos besar di restoran ternama. Ibelin tersenyum sinis menatap Kirana yang masih saja angkuh. 'Sudah miskin, belagak pula!' Ucap Ibelin dalam hati.


Ibelin tersenyum pada teman nya, dan di balas dengan senyuman juga oleh sang teman. Dia pun memberi kode pada Ibelin dengan membulat kan jari nya👌.


''Sekarang kamu lihat di kaca itu, kamu sangat cantik malam ini, dan setelah ini kamu pilih lah salah satu gaun mana yang kamu suka, aku kasih free malam ini. Khusus untuk kamu seorang?!'' Ucap pemilik salon yang pura-pura ramah pada Kirana. Padahal mereka berdua ada mau nya pada Kirana.

__ADS_1


'''Aku ingin gaun ini saja kak? boleh kan,'' tanya Kirana memegang gaun yang sangat mewah ketika di pandang.


''Boleh? kamu ambil saja dan lekas lah pakai, karena kita akan bertemu dengan bos ku di sebuah restoran mewah, takutnya dia malah menunggu lama di sana,'' Ujar Ibelin menatap Kirana.


''Baiklah tunggu sebentar lagi, aku akan ganti baju dulu,'' jawab Kirana dan masuk ke ruang ganti yang ada di salon tersebut.


Tak harus menunggu lama, kini Kirana sudah berdiri di hadapan Ibelin dan juga teman nya, Ibelin melihat Kirana begitu takjub? karena Kirana terlihat begitu cantik dan juga menawan.


''Ayo aku sudah siap kak?'' ajak Kirana menyentuh tangan Ibelin yang tengah menatap nya.


''Kak Ibelin kenapa? Kirana jelek ya pakek baju ini?!'' tanya Kirana melihat tampilan nya di kaca yang ada di samping Ibelin.


''Nggak apa apa kok, kamu cantik banget malam ini dengan gaun ini,'' balas Ibelin ketika sadar dari keterkejutan nya.


''Ya sudah ayo pergi sekarang?'' ajak Ibelin yang kini sudah memegang tangan Kirana.


Ibelin membawa mobil nya membelah jalanan yang masih ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang.


Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menuju ke restoran mewah yang di katakan oleh Ibelin. 'Ternyata benar, dia membawa ku ke sini, aku sudah lama tidak memakan makanan mewah, hanya bisa memakan makanan sampah saj,' Ucap Kirana dalam hati.


Ibelin memarkirkan mobilnya sebelum mengajak Kirana keluar dari mobil nya, ''Kirana, aku harap kamu nggak akan mengecewakan aku malam ini, kalau kamu keterima kerja itu membuat ku lebih senang, karena bisa membantu teman baruku mendapatkan pekerjaan, tapi aku harap kamu tidak berbuat hal aneh di depan bos ku,'' pesan Ibelin pada Kirana.


''Kak Ibelin tenang saja, aku nggak akan mengecewakan kamu kok?'' jawab nya memaksakan senyuman nya. 'Emang nya aku kenapa, aku cantik dan berpendidikan kenapa harus malu maluin,' gumam Kirana dalam hatinya.


Mereka berdua berjalan menuju meja nomer 5 yang di sana sudah ada orang yang sedang menunggu kedatangan Ibelin dan juga Kirana.

__ADS_1


''Maaf bos? kita telat,'' ucap Ibelin tak enak hati pada bos yang sudah menunggu nya.


''Tak apa kok, lagian aku juga baru sampai di sini juga, jadi nggak harus minta maaf!'' jawab sang bos menatap Kirana dari atas ke bawah.


'Cantik juga nih cewek, Ibelin memang pintar banget mencari gadis gadis yang cantik seperti dia, selain cantik? dia kayaknya juga berkelas,' gumam bos Ibelin yang mengangkat sudut bibir nya ke atas.


''Duduklah? kenapa kalian hanya berdiri saja, apa nggak terasa kosong pegal tuh kaki,'' Ucap sang bos yang menatap Ibelin dan juga Kirana yang hanya berdiri saja, tanpa mau duduk di kursi yang ada di hadapan nya.


''Ach iya, maaf bos?'' jawab Ibelin tersenyum lalu menatap Kirana yang masih mematung.


''Kirana, duduk lah? bos sudah menyuruh kita untuk duduk,'' pintar Ibelin yang langsung di ikuti Kirana, dia menarik kursi lalu menduduki nya.


''Pesan lah sesuka kalian?'' Ujar sang bos memberikan buku menu yang ada di hadapan nya.


''Kirana pesan lah,'' sambung Ibelin memberikan buku menu nya pada Kirana terlebih dulu.


''Kirana ngikut kak Ibelin saja dech kalau gitu,'' jawab Kirana melirik Ibelin sekilas, lalu kembali menatap laki-laki yang kini ada didepan nya.


'Ganteng juga nih cowok? tajir lagi, aku harus bisa mengambil hatinya demi kelangsungan hidup ku yang lebih baik dari kemarin, semoga malam ini aku beruntung dan bisa membuat bos ini menyayangi ku,' batin Kirana lalu tersenyum ketika sang bos menatap nya.


'Rupanya gadis tak sebaik yang gue kira, dia juga sama dengan wanita di luaran sana, pura pura lugu namun mereka bar bar,' gerutu sang bos dalam hati, ketika melihat senyuman Kirana yang di tujukan sama bos nya.


''Bagaimana bos, bos menerima dia kan kerja di kantor?'' Ujar Ibelin sembari mengedipkan matanya pada sang bos, agar sang bos juga mengiyakan ucapan nya. Sang bos yang mengerti kedipan Ibelin pun langsung mengiyakan ucapan dari anak buah nya.


''Tapi kamu hatus aku uji dulu, sebelum bergabung di kantor saya besok?'' jawab sang bos tersenyum smirk.

__ADS_1


''Pasti bos? saya akan berusaha semampu saya di kantor bos,'' jawab Kirana senang, karena mulai besok dia sudah bisa bekerja di kantor? bukan lagi warung yang penghasilan nya hanya recehan saja.


'Aku akan hidup layak mulai besok, apalagi aku bisa membuat bos ini bertekuk lutut di hadapan ku, pasti lebih enak lagi hidupku,' Gumam Kirana dalam hati.


__ADS_2