
Acara demi acara di ikuti oleh Sania dengan rasa tenang dan bahagia di dalam hatinya, sampai saat ini dia masih bisa bernafas dan bisa menikmati Surga Dunia yang Allah SWT berikan kepada nya, Sania mengambil tas nya yang ada tak jauh dari tempat duduk nya, dia mengambil obat yang belum ia minum hari ini, setelah menerima beberapa pesan dari suami tercinta nya.
📩-''Sayang? apa obat kamu sudah di minum?'' isi pesan chat Arkan mengingat kan istri kecil nya agar tidak melupakan obat nya.
Sania mengulas senyum setelah membaca pesan yang di kirimkan oleh suami nya.
📤-''Belum Mas, tapi Sania sekarang lagi males minum obat nya, enatar aja dech di apartemen,'' balas Sania dengan menggoda suami nya dengan kata malas minum obat.
Arlan yang sudah siap untuk pulang di buat kesal dengan balasan chat dari istri kecil nya.
📩-''Katakan sekarang kamu ada di mana, Mas akan ke sana dalam waktu lima menit!'' balas nya membuat dahi Sania mengkerut melihat balasan dari suami nya, suami nya tidak akan pernah bercanda, mungkin saat ini dia tengah berada di jalan tengah menuju ke sini kalau Sania memberi alamat di mana dia saat ini berada.
📤-''Sania hanya bercanda kok Mas, ini juga akan di minum?'' balas nya lagi tanpa memberitahu alamat dia sekarang berada.
Kini Arlan melakukan panggilan video call dengan istri kecil nya.
-''Assalamu'alaikum Mas,'' ucap Sania setelah menggeser layar ponsel nya.
-''Waalaikum salam,'' jawab Arlan datar. ''Mana obat nya Mas mau lihat kalau kamu sudah meminum obat nya,'' tanya Arlan menatap tajam ke arah istri nya.
Sania menunjuk obat yang sudah ia ambil tadi, sebelum membalas chat dari suami nya.
-''Sekarang minumlah, Mas mau lihat kamu meminum obat nya sekarang?'' lagi lagi Arlan berkata dengan wajah datar nya, tampak sekali dia tengah kesal saat ini ketika istri kecil nya membalas chat mengatakan malas minum obat nya.
Sania hanya menuruti apa yang di perintah suami nya tanpa mau berdebat, dia tau kalau suaminya hanya berpura-pura bersikap seperti itu pada nya.
Sania meminum obat dengan masih melakukan video call dengan suami tercinta nya.
__ADS_1
-''Mas sudah pulang kah?'' tanya Sania ketika suami nya masuk ke dalam mobil nya.
-''Iya sayang? mau Mas jemput kamu ke sana?'' tanya nya dengan wajah yang di buat imut.
Sania mengarahkan camera nya ponsel nya kepada semua orang yang masih setia mendengar kan ceramah dari Kyai di depan.
-''Sebentar lagi Sania pulang kok Mas, Bunda juga akan mampir di apartemen, apa boleh,'' tanya Sania setelah mengarahkan camera nya kepada wajah nya sendiri.
-''Kenapa harus nanya segala sich sayang, apa aku setega itu sampai nggak bolehin Bunda ku sendiri datang ke apartemen ku,'' sahut nya dengan nada dingin.
-''Terima kasih Mas, ya sudah kalau Sania matikan ponsel nya, nggak enak sama semua orang Mas,'' Ucap Sania yang langsung di angguki oleh suami nya.
Wanita seumuran Sania yang kebetulan berada di dekatnya pun berbisik kepada Sania.
''Suami nya ya kak?'' bisik nya setelah menaruh ponsel nya ke dalam tas nya.
''Pasti dia sangat mencintai mu kak, sampai sampai dia mengingat kan kakak untuk meminum obat nya, iya kan?'' ucap nya lagi yang di angguki Sania.
''Aku dengar dari Bunda, kamu sakit parah, dan kita semua sudah tau perihal itu semua kak? ketika Bunda mengatakan meminta sambung do'a ketika kakak sedang terbaring di rumah sakit dengan keadaan yang kritis, kami semua sangat sedih ketika mengetahui puteri Bunda tengah berjuang untuk hidup, tapi kami semua juga sangat bahagia ketika kakak sehat dan di lamar seorang laki-laki yang begitu mencintai kakak, di sini kami semua tau semua tentang Bunda, tanpa Bunda menutupi semua nya dari kami, di sini kami sudah layaknya saudara sendiri disaat kami butuh bantuan semua orang di sini yang merasa bisa memberikan bantuan, pasti akan membantu nya. Sedangkan yang belum bisa memberi bantuan materil hanya bisa memberi bantuan dengan sambungan do'a dari kami, itu semua ki lakukan demi persaudara'an yang kita jalin di dalam majlis ini kak,'' cerita nya panjang lebar, sehingga membuat Sania terperangah kaget ketika mendengar nya.
'Mereka semua sudah berdo'a untuk kesembuhan nya selama ini, apa dia masih tega dengan mengabaikan kesehatan nya saat ini, aku sangat berterima kasih kepada semua orang yang bergabung di majlis ini, aku baru tau sekarang kalau Bunda nya menelfon mereka semua hanya untuk meminta sambung do'a yang di khususkan kepada nya,' gumam Sania dalam hati seraya menghapus air mata yang sudah mengalir di kedua pipi nya.
''Terima kasih banyak ya kak, selama ini sudah sangat baik kepada Sania dan juga Bunda, Sania tidak tau harus membalas nya dengan apa,'' sahut Sania sembari mengembangkan senyuman nya, karena di sinilah dia menemukan seorang yang masih peduli dengan orang lain.
''Jangan sungkan kepada kami kak, kita sudah sangat senang melihat mu sehat seperti ini dan semoga Allah memberikan kesehatan dan segera mengangkat penyakit kakak dari badan nya, jangan lupa kakak harus banyak bersyukur mempunyai Bunda seperti Bunda Wati, dia sangat baik di dalam majlis ini kak, dia selalu membantu kita,'' cerita nya lagi, Sania merasa terharu sekali dengan penuturan wanita di samping nya.
''Oiya kakak sendiri sudah berkeluarga?'' tanya Sania kepada wanita di depan nya, yang belum menyebutkan nama nya kepada Sania.
__ADS_1
''Alhamdulillah aku sudah berkeluarga, dan kini akun tengah hamil dua bulan?'' jawab nya dengan perasa'an yang bahagia serta senyuman yang mengembang di bibir wanita itu.
''Alhamdulillah selamat kalau gitu kak?'' balas Sania menghambur ke pelukan wanita itu. ''Semoga cepat menular kepada Sania ya kak,'' tambah nya lagi mengurai pelukan nya.
''Iya, aku akan do'akan kamu cepat nyusul aku, dan kita akan menjadi teman? kalau bisa kita akan jadi besan kelak,'' Ucap nya terkekeh geli ketika mengatakan kata besan kepada Sania.
''Amin, semoga kita jadi besan dan anak anak kita kelak berjodoh ya kak, kalau jenis anak kita sama ya mungkin mereka bisa menjadi sahabat yang untuk satu sama lain nya,'' kata Sania lembut, ''Kak Sania boleh mengelus perut kakak?'' pinta Sania menatap wajah wanita di samping nya.
''Boleh saja, kamu boleh pegang perut aku sepuas yang kamu mau,'' jawab nya mengulas senyum manis nya. Sania yang mendapatkan ijin pun segera mengelus perut wanita itu dengan lembut.
'Semoga aku bisa merasakan hamil ya Allah, semoga engkau menitipkan sebuah nyawa di dalam rahim ku ini,' doa Sania di dalam hati nya, sedangkan tangan nya mengarah ke perut yang masih rata, bahkan dia juga masih satu kali berhubungan dengan suami nya, apa mungkin dia sudah merasakan ada sebuah nyawa di dalam perut nya.
''Karin? ayo pulang,'' ajak wanita paruh baya di belakang nya.
''Ibu, ini kenalin Sania puteri Bunda Wati,'' ujar wanita di samping Sania dengan nama Karina tersebut.
''Iya Ibu sudah tau, Ibu juga duduk bersama Bunda Wati di belakang?'' tunjuk nya mengarah sang Bunda yang masih mengobrol dengan teman teman nya di belakang.
''Kak Sania, aku duluan ya? kapan kapan mainlah ke rumah bersama Bunda dan juga suami kak Sania,'' Ucap nya sebelum pergi. Sania mengangguk pelan dan mengiyakan ucapan Karin tersebut.
Sania merasa senang hari ini, di sini dia sangat di hargai dan semua orang bersikap baik kepada nya, Sania masih mengulas senyum di bibir manis nya, seakan-akan dia sangat bahagia bertemu dengan orang orang baik di dalam majlis ini.
Sampai akhirnya sang Bunda mengagetkan dia, ''Sayang ayo kita oulang sekarang, mungkin suaminkamu sudah sampai di apartemen nya sekarang,'' kata Bunda menghampiri Sania yang masih setia berdiri di tempat jua yang tadi.
''Iya Bunda, apa kita langsung pulang ke apartemen atau Bunda masih mau mampir membeli sesuatu dulu buat bumil di rumah?'' tanya Sania mengingat kan Bunda nya.
''Iya nanti Bunda mampir dulu di toko roti, sekalian Bunda ingin beliin suami kamu juga, karena toko roti yang Bunda akan datangi kesukaan suami kamu juga,'' Ucap Bunda nya mengatakan kalau roti kesukaan suami nya, bahkan Sania baru mengetahui nya sekarang.
__ADS_1
''Ayo kalau gitu Bunda,'' ajak nya seraya merangkul tubuh Bunda nya dan berjalan beriringan dengan Bunda nya, senyuman terus menghiasi di bibir ranum nya, tampak sekali tak ada kesedihan di wajah cantik puteri kecil nya saat ini.