Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 115 Kesedihan Mama Citra


__ADS_3

''Sania hanya kecapean saja kok kak? dia hanya butuh istirahat saja sebentar?'' balas Riana menjawab pertanyaan Pinky yang di tujukan kepada Sania pastinya.


''Kenapa kamu betah banget di kamar, sedangkan kakak sudah menunggumu sedari tadi lho?'' Ujar Karan tiba-tiba mengagetkan Sania yang tengah fokus menatap Pinky kakak ipar nya.


''Kak Karan kayak Jailangkung saja dech?'' cetus Sania yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari sang kakak.


''Sudah mulai berani kamu ya sama kakak?'' seru Karan mencubit pipi chubby adiknya. ''Kamu kok kurusan sich! apa nggak di kasih makan sama saudara kembar ini,'' Ucap Karan menatap ke arah Riana dan juga Rian yang tengah berdiri di samping ranjang.


''Enak saja kalau ngomong! ngomong nya suka bener saja nich?'' jawab nya dengan tawaan yang membuat seisi kamar riuh dengan suara tertawa.


'''Ada apa kok rame banget kayak gini sich!'' tanya Mama Citra dari ambang pintu kamar RianaRiana puteri nya.


''Mama juga kayak kak Karan?'' seru Riana ketika melihat ke arah sang Mama yang masih berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


''Mama nya juga di katain Jailangkung nich ceritanya,'' sela Karan menatap nyalang pada saudara sepupu nya itu.


''Kapan aku ngatain Mama seperti itu,'' Riana membela dirinya sendiri.


''Sudahlah jangan berisik seperti ini di sini, kasian Sania mau istirahat malah keganggu kayak githu,'' Ucap Mama Citra mengingat kan mereka semua.


''Lebih baik kita pulang sekarang, Ibu sudah nanyain adik sejak kemarin?'' kata Karan pada adik nya.


''Kalau githu aku tunggu di lantai bawah saja ya?'' kata Karan yang di angguki Sania, Sania menenggak coklat panas nya hingga tandas tanpa tersisa lagi, walau hanya setetes saja.


Setelah selesai dengan coklat panas Sania memakan camilan yang di bawa kakak nya tadi, dan sekarang Sania sudah siap dengan tas selempang nya, Sania menuruni anak tangga menuju di mana kakak nya berada saat ini.


''Kamu sudah mau pulang?'' tanya Mama Citra pada Sania dengan tatapan sedih nya.

__ADS_1


''Iya tante? Sania sudah kangen sama Ibu di rumah, beberapa hari ini Sania kan pergi bareng kak Riana dan juga kak Rian, sedangkan Sania hanya meminta ijin satu hari untuk menginap di sini, tapi nyatanya aku pergi terlalu lama,'' gumam Sania pada sang tante di pelukan nya.


''Ya sudah, tetap jaga kesehatan kamu? jangan sampai kelelahan lagi,'' Mama Citra mengingat kan Sania agar lebih banyak lagi dalam istirahat nya.


''Ya sudah tante, Sania pamit ya? bilang sama Om terimakasih banyak,'' balas Sania melepas pelukan tante nya.


Riana dan Rian mengantar Sania keluar rumah nya, sedangkan sang Mama sudah berlari menuju ke kamar nya mungkin dia sudah menangis melihat tubuh kurus ponakan nya tadi, Rian membawakan tas ransel adik sepupu nya yang kini mau pulang ke rumah nya, karena sang Ibu sudah kangen padanya.


''Terima kasih ya kak? selama ini sudah menjaga Sania dengan baik,'' Ucap Sania mengembangkan senyum manisnya pada kakak sepupu nya.


''Nggak usah sungkan, kalau kamu butuh sesuatu bilang saja pada kita, kita siap untuk membantu sebisa kita,'' sahut Rian memepuk punggung Sania dan membalas senyuman nya juga.


''Sania pamit ya kak? assalamu'alaikum,'' pamitnya seraya melambaikan tangan ke arah kakak sepupu nya, sedangkan di kamar Roni tengah menghibur sang Mama agar berhenti dari tangisnya. Roni sendiri masih bingung harus bagaimana dengan sang Mama sang menangis sampai sesenggukan sampai akhirnya Riana dan juga Rian datang untuk membujuk sang Mama agar berhenti dari tangis nya.

__ADS_1


__ADS_2