Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 75 Pertanyaan kakek Sanjaya


__ADS_3

''Karan belum memikirkan itu kek?'' jawab Karan mendorong sang kakek membawa ke dalam rumah.


''Kamu jangan selalu bilang seperti itu Karan, kasihan om kamu yang selalu wira wiri dari perusaha'an nya ke perusaha'an Ayah kamu, bukan nya kamu sudah di didik untuk bisa meneruskan perusahaan,'' lanjutnya lagi, namun kali ini dia lebih dingin dalam berkata.


''Akan Karan pikirkan dulu kek? lagian Karan juga baru datang sudah di cecar dengan mengurus perusahaan githu, tau gitu Karan tidur dulu di rumah kek?'' balas Karan yang kesal dengan perkataan kakek nya.


''Karan...!!'' Ucap kakek Sanjaya yang sedikit meninggikan suara nya.


''Aduh kakek, Karan nggak budek nggak usah teriak teriak?'' balas Karan mengepal tangan dan di tiup nya lalu ia menaruh kepalan tangan nya di telinga, karena suara nyaring kakek nya telinga Karan sampai berdenging.


''Apa sich! baru datang sudah ngomel ngomel nggak jelas kayak gini,'' sambung Cinta dari dalam.


''Ini tante, kakek bukan Karan. Masak iya Karan baru nyampek sudah di tanyain siap pegang perusahaan sama kakek, harus nya kalau ada tamu di kasih makan atau minum dulu baru di kasih pertanyaan,'' seru Karan mengadu pada tantenya.


''Papa kebiasaan dech? pantesan semua cucu cucunya nggak ada yang betah kalau mengunjungi Papa ke rumah,'' balas Cinta mengambil alih mendorong kursi roda sang Ayah.


''Itu sudah kebiasaan kakek kak? waktu kak Andrian dan juga Andriana kesini pertanyaan kakek kayak githu juga, padahal kan kak Andriana cewek, masak ia harus belajar jadi usaha juga,'' celetuk Mikaela dan melipat kedua tangan ke dada nya.


''Sudah sudah? mending kita ke meja makan sekarang, kasian kakak kaku kelaparan,'' sambung Cinta sang mama dari Mikaela.


''Ich tante apaan sich, Karan kan cuma bercanda doang?'' jawab Karan, namun dia masih mengikuti langkah yang lain nya yang menuju meja makan, di mana di sana sudah terhidang makanan kesukaan Karan.


''Kok tante malah masak makanan kesukaan Karan sich, emang nya tante sudah tau kalau Karan mau datang,'' tanya Karan penasaran.


''Ya tau lah? masak ia ponakan mau mengunjungi tantenya, tantenya malah nggak tau sich,'' jawab Cinta mengambil nasi untuk papa nya yang sudah duduk dengan tenang.


''Pasti Ibu nich? yang ngasih tau tante kan, pantesan Karan datang kalian nggak terkejut sama sekali!'' sarkas nya dan mendudukkan diri di kursi dekat sang kakek.


''Kalau makan jangan ada yang bicara,'' Ujar kakek Sanjaya datar.


Karan mengangkat satu alisnya dan memakan makanan yang sudah ada di piring nya. Semua orang hanya menatap Karan heran dengan cara makan Karan yang tak seperti biasa nya.


''Aku sudah selesai, aku duluan!'' Ujar Karan dingin dan beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan menuju ke ruang tengah.

__ADS_1


'Pantes kak Karan makan dengan cepat, nggak tau nya mau menghindar dari kakek?' Gumam Sania dalam hati.


Belum juga Karan duduk di sofa yang berada di ruang tengah, terlihat lah Fabian yang baru memasuki rumah nya.


''Karan?'' sapa Fabian.


''Om baru pulang?'' jawab Karan mengulurkan tangan dan mencium punggung tangan sang om.


''Iya, kamu kapan kembali dari Jerman,'' tanya Fabian yang kini sudah mendaratkan bokong nya di sofa, Fabian melonggarkan dasi yang ia kenakan saat ini.


''Bagaimana kabar Kirana saat ini Karan, setelah perusahaan Ayah nya kami buat bangkrut, dia tak lagi axis di dunia maya lagi.'' tanya Fabian dingin.


''Karan nggak tau juga om, dan nggak mau tau. Biar mereka merasakan menjadi orang miskin om, biar mereka tidak semena mena lagi pada semua orang,'' jawab Karan tak kalah dingin.


''Bagus lah, om kira kamu mau membantu dia karena dia adalah teman masa kecil kamu Karan?''


''Nggak om, lagian buat apa Karan harus menolong mereka di saat mereka sedang kesusahan, sedangkan di saat mereka berada di atas mereka tak mengingat ku kan, malah balik lagi menghujat ku dengan cacian yang sudah lama aku lupakan, biarkan semua itu menjadi pelajaran bagi mereka, toh Kirana bukan laginteman atau sahabat Karan lagi kan?'' jawab Karan panjang lebar.


''Iya, barusan?'' jawab nya singkat, Cinta mengambil tangan suaminya dan mencium tangan nya.


''Lebih baik mas Fabian mandi dulu, setelah itu makan akan saya siapkan?'' Ucap Cinta membawa tas dan jas yang tadi di buka oleh Fabian.


''Aku akan ke kamar dulu Karan, kita lanjut nanti lagi,'' sambung Fabian dan beranjak dari duduk nya, mengikuti langkah sang istri yang menuju ke kamar nya.


Karan memikirkan apa yang di tanyakan oleh om nya, ''Buat apa sich aku memiku dia lagi, sekarang kan sudah ada Pinky di hati ku,'' Gumam Karan dan mengambil handphone nya dibantu celana nya. Dia mengetik satu pesan pada seseorang.


📩-'' Sedang apa?'' Chat Karan yang masuk di handphone seseorang yang Karan anggap penting.


Pesan masuk di handphone Pinky.


Ting...


Pinky mengerutkan keningnya membaca chat yang ia tidak tau pengirim nya, Pinky hanya membaca nya dan mengabaikan tanpa mau membalas chat tersebut.

__ADS_1


Pinky melanjutkan menggambar gaun yang ia rilis bukan depan.


Ting...


Satu chat masuk lagi ke handphone Pinky.


📩-''Kok nggak balas, emang nya kamu nggak kangen sama aku,'' isi chat kedua.


Lagi lagi Pinky tak membalas chat tersebut, Pinky pikir ada orang yang iseng ingin memgerjai diri nya.


Namun kini nomor yang tadi ngechat Pinky malah beralih menelfon Pinky, Pinky sangat kesal dengan orang yang ngisengin dia hari ini.


''Sapa sich nie orang, makasar banget! nggak tau apa orang lagi sibuk!!'' gerutu Pinky dan terpaksa mengangkat telfon nya.


-''Siapa,'' ucap Pinky ketus setelah menggeser layar handphone nya.


-''Galak bener non? lagi dapet!'' jawab orang di seberang membuat Pinky berpikir keras, karena suara nya sangat familiar di telinga Pinky.


-''Siapa! tolong jangan iseng dong, aku banyak kerjaan,'' balas Pinky dengan sarkas.


-''Wich? macan betina sudah menampakkan taring nya nich, jadi takut?'' Ucap nya terkekeh.


-''Sorry, gue nggak mau telfonan sama orang gila ya,'' jawab Pinky ketus, dan mematikan handphone nya.


''Resek banget sich nich orang, di tanya baik baik jawab nya malah kayak githu,'' sambung di seberang sana, yang tak lain adalah Karan.


Panggilan telfon nya di putus secara sepihak, kini malah beralih video call yang membuat Pinky tambah marah kepada si pengganggu tersebut.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2