Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 170 Kangen Ayah


__ADS_3

Selesai dari sholat subuh nya Sania langsung melangkah pergi menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan suami nya, Sania mengambil bahan bahan di dalam kulkas, lalu ia mencuci bersih dan memotong motong nya dengan kecil kecil, agar semua nya bisa matang merata tanpa ada yang masih mentah.


Sania juga sudah mencuci beras untuk bekal nya ke kantor, karena hari ini ia akan ikut suaminya ke kantor kakak nya, Sania masih berusaha keras agar dia juga bisa bekerja di sana.


''Sedang apa sayang?'' tanya Aelan yang sudah siap dengan baju kantor nya.


''Ini lagi masak Mas?'' jawab nya menunjukkan ke arah penggorengan yang tengah menggoreng tempe dan juga tahu kesuka'an Sania. Sedangkan Arlan lebih suka dengan ikan dan juga daging, tapi tak menutup kemungkinan kalau Arlan juga makan tahu dan tempe bikinan istri nya.


Sebenarnya Arlan bukan tipe pemilih makanan juga sich orang nya, namun dia lebih suka saja dengan lauk itu semua.


''Sayang? seharusnya kamu janganasak sebanyak ini dong, lagian siapa yang akan memakan semua ini, aku kan akan pergi ke kantor? dan kamu sendiri akan ke rumah Bunda kan?'' tanya Arlan panjang lebar melihat masakan yang terlihat sangat banyak yang tengah di masak istri nya.


''Rencana nya Sania akan ikut Mas Arlan ke kantor sekarang? dan Sania akan libur ke kantor nya kalau Ibu Ibu majlis ada kegiatan,'' sahut nya tanpa menoleh ke arah suami nya yang yengah mengerutkan kening nya karena bingung dengan ucapan istri nya tadi.

__ADS_1


''Kamu mau ikut Mas ke kantor? a-pa Mas tidak salah dengar?'' ucap nya meyakinkan pendengaran nya, Arlan takut salah dengar ketika istri nya mengatakan ingin ikut ke kantor nya.


''Lebih baik kamu banyak istirahat saja di rumah Bunda, agar nanti malam bisa kita lanjut lagi pertarungan yang tidak ada habis nya itu,'' bisik Arlan yang sekarang ada di belakang istri nya.


''Itu mau Mas Arlan saja, Sania mah ogah banget? capek juga,'' cicit nya. ''Sudah jangan ganggu Sania dong? agar masakan nya cepat mateng, lagipula Sania juga sudah lapar Mas,'' rengek nya agar suami nya pergi dari belakang tubuh nya, namun alih alih pergi dari belakang nya, Aelan malah semakin mendekat ke arah istri nya yang tengah memasak, Arlan memeluk Sania dari belakang seraya menghembuskan nafas nya tepat di belakang leher Sania, membuat Sania memejamkan matanya sejenak karena ulah jail suami nya yang nggak pernah puas selalu menjaili nya di manapun dia berada.


Sania yang sudah terbuai dengan perlakuan suami nya mencoba membalas perbuatan yang selalu ia dapatkan dari suami tampan nya tersebut. Sania membalikkan tubuh nya setelah memastikan kompor nya mati dengan sempurna, dan juga masakan nya yang sudah mateng.


''Mas Arlan yang membuat Sania melakukan ini semua, Mas Arlan juga yang membuat Sania nakal seperti ini, jadi kalau Sania berbuat nakal jangan salah Sania karena ini adalah ajaran dari Imam, seorang Imam bisa menggoda istri nya di saat dia sedang sibuk, maka jangan salahkan mkmum yang juga mengikuti Imam nya untuk menjadi pengganggu di saat Imam nya tengah sibuk bekerja,'' cibir nya dengan sudut bibir bawah nya sedikit tertarik ke atas.


Sania tersenyum penuh dengan kemenangan, lalu dia pun masuk ke dalam kamar nya untuk berganti baju karena dia tak akan bisa di bujuk lagi untuk tetap tinggal di rumah Bunda nya setiap hari nya. Selain memikirkan suami nya yang lelah mengantarkan dan juga menjemput nya di rumah Bunda nya, Sania juga takut di cap sebagai seorang istri yang hanya merepotkan suami nya saja, di apartemen nya dia sudah sangat merepotkan suami nya, dan di tambah lagi dia harus bolak balik mengantar dan menjemput Sania ketika keada'an nya tengah lelah.


Sania mengambil baju putih dengan tok hitam nya dan di padu padan kan dengan cardigan yang menutupi tubuh kurus Sania. Tak lupa juga Sania memasukkan beberapa obat nya ke dalam tas yang lain nya, tas yang ia bawa saat ini adalah pemberian dari suami nya, tas itu berkumpul dengan seserahan yang lain nya.

__ADS_1


''Ayo Mas berangkat sekarang,'' ajak Sania membuat Arlan beralih menatap ke asal suara, di mana di sana sudah berdiri istri kecil nya yang terlihat sangat cantik dengan penampilan berbeda nya. Setiap hari Sania selalu memakai gamis dan juga baju baju terusan lain nya, sedangkan dia memakai pakaian yang seperti ini hanya sekarang.


''Waw mazing, sempurna?'' Gumam nya pelan namun masih terdengar jelas di telinga Sania, membuat Sania tersenyum manis mendengar pujian dari suami nya sendiri.


''Ayo ach, jangan banyak melamun? enatar yang ada malah kesiangan lagi ke kantor nya, dan itu semua membuat Mas Arlan kena marah lagi karena sering terlambat datang ke kantor nya.


''Ayolah kalau begitu, melihat penampilan kamu sekarang membuat Mas harus memikirkan dia kali dari sebelum nya, dan mana mau Mas meninggalkan istri cantik di apartemen apalagi di rumah Bunda,'' bisik nya, dan melingkar kan tangan nya ke pinggang Sania, Arlan mengikis jarak di antara mereka berdua.


Arlan membawa Sania ke parkiran mobil nya guna untuk mengendarai menuju ke perusaha'an Ch Grub, di mana perusaha'an tersebut adalah perusaha'an peninggy dari Ayah yang sudah meninggal dunia. Dalam perjalanan tiba-tiba Sania teringat makam Ayah nya, karena sudah lama juga dia tidak mendatangi kuburan Ayah nya, seingat Sania hanya dua kali saja dia mendatangi kuburan Ayah nya yang ada di desa di mana kakak dan juga Sania di lahirkan, desa yang menyimpan bermacam macam kenangan? sehingga membuat Sania tidak ingin melupakan desa nya. Namun apa boleh buat dia harus menetap di Jakarta bersama kakek dan juga keluarga lain nya yang kebanyakan berada di kota Jakarta.


''Mas,'' panggil Sania dengan nada lembut nya.


''Kenapa sayang?'' tanya Arlan menolehkan kepala nya sejenak dan kembali fokus kepada jalanan yang sudah mulai di padati dengan kendaraan kendaraan lain nya, tujuan mereka semua sama, sama sama akan bekerja namun hanya pekerjaan saja yang membedakan mereka mereka semua nya.

__ADS_1


Ada yang menjabat sebagai direktur, ada yang menjabat sebagai manajer dan ada yang menjabat sebagai asisten pribadi atau yang lain nya. Dan ada juga sebagai kuli saja, namun kenapa tujuan mereka bisa sama? karena mereka semua nya sama sama mencari sesuap nasi untuk semua keluarga nya.


__ADS_2