Sahabat Jadi Cinta

Sahabat Jadi Cinta
Bab 24


__ADS_3

''Kalau Andrian lihat lihat lagi, foto paman ini mirip dengan kakak kelas yang bekerja di cafe itu?'' kata Andrian yang di angguki oleh adiknya Riana.


''Kamu benar kak? maka dari itu Mama kamu merasa sedih, ketika melihat wajah duplikatan kakak-nya pada anak laki-laki itu.'' kini Andrian dan juga Riana sudah paham kenapa hari ini Mama nya sedih.


''Pa? tapi Mama harus makan, kasian adik yang ada di dalam perut Mama sekarang,'' Ucap Riana khawatir pada Mama dan juga calon adiknya.


''Iya Papa tau sayang, biar Papa saja yang bawa nanti ke kamar,'' sahut Mas Arzan pada sang puteri.


Riana beranjak dari duduk nya, dan melangkah menuju ke dapur, sang kakak pun bertanya pada adik kembarnya.


''Mau kemana dek?'' menatap Riana yang masuk ke dalam dapur, dan keluar dengan membawa nampan yang berisi segelas susu hangat, dan juga piring kosong, Riana mengisi piring dengan nasi beserta lauk pauk kesukaan Mama nya.


''Adik mau ke kamar Mama?'' tanya Andrian, Riana mengangguk pelan dan terus melangkah menaiki anak tangga.


''Dek? kakak ikut ya,'' lanjut Andrian mengejar adiknya yang sudah hampir sampai di lantai 2.


Andrian mengetuk pintu kamar Mama nya seraya memanggil.


Tok...tok...tok...


''Ma...? kakak sama adek masuk ya,'' Ucap Andrian pada Mama nya di dalam kamar.


Mbak Citra menghapus air mata nya dan bergumam, ''Masuk lah ka? pintunya nggak di kunci kok,'' jawab sangat Mama dengan suara serak nya.


Andrian membuka pintu kamar Mama nya ketika sudah mendapat ijin dari pemilik kamar. sangat jelas sekali kalau mata Mama nya merah dan bengkak, mungkin sudah sangat lama sang Mama menangis di dalam kamar.

__ADS_1


''Mama makan dulu ya, biar adek yang suapin,'' kata Riana menaruh nampan yang ia bawa.


''Nggak usah dek? Mama bisa makan sendiri kok, lagian ngapain juga adek sama kakak repot repot bawa makanan ke sini, kan Mama bisa turun kalau sendiri nanti sayang?'' jawab mbak Citra tersenyum.


''Biar Mama adek saja ya yang suapin, dulu kan Mama yang nyuapin adek sama kakak, iya kan kak?'' Ujar Riana dan meminta bantuan pada kakak nya.


''Benar yang adek bilang Ma?''


''Ma? kalau Mama ada masalah cerita dong sama kami berdua, dan insya Allah adek sama kakak akan membantu cari solusinya,'' Ucap Andrian yang berpikiran dewasa.


''Benar Mah, lagian kasian juga adik kita di dalam sini, kalau Mama sedih kayak gini terus, mungkin dengan bercerita pada kami berdua, kesedihan Mama sedikit berkurang,'' Riana menaruh kepalanya ke pundak sang Mama.


''Ternyata anak anak Mama sudah besar ya, perasaan baru kemarin Mama gendong dan Mama suapin kalian, tapi sekarang sudah besar dan punya pikiran dewasa juga,'' gumam mbak Citra mengelus puncak kepala kedua anaknya.


''Mungkin sudah waktunya Mama berbagi kesedihan pada kalian berdua,'' Citra menghentikan ucapan nya dan menatap ke arah pintu kamar nya yang emang tidak di tutup, di sana ada seorang pria dewasa sedang berdiri menatap ke arah istri dan kedua anaknya.


''Baiklah, kalau begitu Mama akan menceritakan semuanya pada kalian,''


''Sebenarnya Mama mempunyai seorang kakak laki-laki yang begitu sayang sama Mama, namun karena keegoisan kakek kamu kakak Mama pergi ninggalin Mama dan tante Cinta, saat itu Mama sangat hancur dan memilih pergi juga dari rumah, meninggalkan tante Cinta dan juga nenek kamu di rumah kakek.


Satu tahun Mama kelimpungan mencari kak Candra, tapi tak ada hasil, sampai akhir nya Mama memutuskan untuk menikah dengan sahabat Mama.'' ucap nya menghentikan ceritanya.


''Menikah dengan sahabat Mama?'' tanya Andrian terkejut, sekilas menatap sang Papa yang sedang memainkan ponselnya.


''Iya, Mama sudah putus asa waktu itu, dan sahabat Mama mengajak nikah, pikiran Mama sudah buntu, dan Mama tanpa sadar mengiyakan ajakan dia,'' Citra melirik Mas Arzan dengan skor matanya.

__ADS_1


''Sahabat Mama itu siapa?'' tanya Riana menatap sendu sang Mama, sedangkan yang di tatap malah mengumbar senyum.


''Ich..., Mama? kakak serius nanyanya,'' rengek Andrian yang sudah sangat penasaran dengan cerita Mama nya, dan juga sahabat nya.


Mas Arzan jangan di tanya lagi, dia cekikikan mendengar pertanyaan puteranya, ''Apa sich Pah! ketawa kayak orgil saja,'' kesal Andrian pada sang Papa, Mama juga belum menjawab pertanyaan dari Andrian dan juga Riana.


''Apa sich kak? Papa kan lagi ketawa ini ini, soalnya lucu banget,'' Ujarnya pura pura memperlihatkan ponsel nya.


''Sudah nggak usah peduliin Papa, dengerin saja cerita Mama kamu itu biar rasa kepo kalian ilang, laki-laki jangan suka kepo,'' ledek sang Papa.


''Lanjutin Ma?'' suruh Mas Arzan pada mbak Citra istri nya.


''Nggak apa apa, kan kepo sama Mama sendiri,'' celetuk Riana menjulurkan lidahnya.


Akhirnya mbak Citra menceritakan semua nya, mulai dari awal sampai akhir pada kedua anak anaknya. Selesai bercerita pada putera dan puterinya memang terasa sangat plong, mbak Citra memeluk pangeran dan juga ratu kecilnya, yang sudah beranjak remaja.


''Mama jangan sedih lagi ya? kasian adek di dalam sini,'' gumam Riana memeluk sang Mama.


Citra mengangguk pelan seraya berkata, '' iya sayang, kan Mama sudah ada kalian berdua, dan sebentar lagi bakalan ada anggota baru juga,'' sahut Citra Mama dari si kembar. 'Mas Arzan tersenyum menatap ku, akupun membalas senyuman dari Mas Arzan, suami tampan ku yang sudah menjadi sahabat ku selama kurang lebih 8 tahun lamanya, keluh kesah ku selalu aku curahkan pada Mas Arzan waktu itu, saat pertama kali aku kenal cinta namun tidak berani mengatakan cinta itu pada orang yang aku cintai, mulai dari perasaan senang, dan sedih juga aku ceritakan sama Mas Arzan, yang saat ini sudah menjadi suamiku yang sangat perhatian, dan begitu penyayang pada ku maupun pada kedua anak anaknya. Mengingat hal itu semua aku malu pada diriku sendiri, karena seorang sahabat yang aku jadiin tempat curahan hatiku selama ini menjadi suamiku sendiri, aku sendiri masih nggak nyangka kalau yang menjadi suamiku sekarang ini adalah Mas Arzan.'


''Mama kok ngelamun sich?'' tanya Riana membuyarkan lamunan-nya.


''Mama nggak apa apa kok sayang,''


''Oia, anak laki-laki yang bekerja di restoran itu kakak tingkat kalian kan?'' tanya Citra pada kedua anaknya.

__ADS_1


''Iya Ma, tapi kakak tidak mengenalnya sich, cuma kata teman teman dia masuk sekolah kakak, karena dia mendapatkan beasiswa,'' jelas Andrian.


BERSAMBUNG


__ADS_2