
Hari berganti hari, kini kandungan Sania sudah memasuki bulan ke empat, dan kemarin di bulan ketiga suami nya memberi kejutan sebuah rumah mewah yang di peruntukkan untuk nya dan calon bayi nya juga, Sania nampak sangat bahagia ketika mendapatkan kejutan seperti itu dari suami nya.
Sania tidak menginginkan apa apa lagi setelah kehamilan nya, namun Allah memberikan rezeki yang lebih untuk suami nya, dan kebelilah satu unit rumah yang mewah di perumahan elit yang berada tak jauh dari rumah Sania yang sekarang ia tinggali, Arlan memutuskan membeli rumah tersebut karena menurut dia sangat dekat dengan rumah mertuanya, jadi Arlan mau tak mau harus merogoh kocek yang cukup besar, dan beruntung nya kakak ipar nya mengetahui rencana adik ipar nya dan memberi bantuan kepada Arlan, awal nua Arlan tidak mau dengan bantuan yang di berikan Karan untuk nya, namun karena Karan mendesak dan mengancam akan mengatakan semua nya kepada istri kecil nya, jadi Arlan harus mau menerima bantuan dari kakak ipar nya tersebut.
''Baiklah, saya terima bantuan kamu. Tapi aku akan menganggap bantuan kamu ini sebagai hutang, dan akan aku bayar dengan cara mencicil nya oke,'' Ucap Arlan tegas.
''Baiklah, terserah apa kata kamu saja. Yang penting saya membantu kamu bukan karena kasihan sama kamu, tapi untuk adik dan juga calon ponakan ku yang kini sedang bersemayam di perut Sania,'' jawab Karan dengan enteng, membuat Arlan geram dengan penuturan kakak ipar nya itu.
''Apa kamu harus pindah sekarang ke rumah itu?'' tanya Karan tiba tiba.
''Belum, rumah nya masih akan di renovasi dulu agar terlihat tambah indah, dan aku juga ingin membuat taman bermain juga buat si kecil, agar kalau saudara saudara dia hadir di rumah kami, bisa bermain bersama sama nanti nya, jadi kita sebagai orang tua tidak perlu khawatir lagi kalau anak anak kita akan pergi jauh dari sana, karena sudah ada taman bermain nya kan,'' jelas Arlan panjang lebar, Karan sangat setuju dengan gagasan yang Arlan ucapkan barusan, bahkan Karan sendiri tidak pernah terpikirkan untuk membuat taman bermain di dalam rumah nya. Tapi Arlan yang hanya calon Ayah saja sudah memikirkan calon anak nya agar dia bisa bermain bersama saudara nya semua di dalam rumah nya.
''Terserah kamu sajalah kalau begitu, kalau misalkan butuh bantuan atau kekurangan dana, cari aku saja,'' gumam Karan setengah meledek adik ipar nya yang sedang duduk di depan nya.
__ADS_1
''Kalau kamu nggak ikhlas membantu, lebih baik jangan dech? aku takut kamu malah mengatakan kepada istri ku masalah bantuan ini lagi,'' balas Arlan yang tak mau kalah dari kakak ipar nya.
''Sudah jangan kebanyakan gengsi, entar yang ada malah tenggelam baru tau rasa lho,'' ledek nya lagi, dan menatap wajah kesal sang adik ipar. ''Sudah selesai! lebih baik kamu lanjutkan pekerja'an mu dengan benar, akun tidak menggaji pemalas di perusaha'an ini,'' lanjut nya, yang kini malah mengusir Arlan dari ruangan nya.
''Kamu ngusir aku sekarang!'' geram Arlan yang sudah mengepalkan tangan nya.
''Sudah jangan kebanyakan marah kepadaku sekarang Arlan, memang nya kamu mau anak kamu mirip dengan ku bukan dengan Ayah nya,'' Ucap Karan, lantas Karan membuka laptop nya dan segera melanjutkan pekerja'an nya membuat Arlan semakin kesal dengan Karan, sebagai atasan Karan adalah orang yang hamble dan selalu membantu semua karyawan nya yang sedang membutuhkan bantuan, tapi sesekali Karan juga terlihat sangat menakutkan bagi sebagian pekerja di perusaha'an nya, dengan sekali tatap saja nyali orang tersebut langsung menciut dan tak berani berulah di dalam perusaha'an nya.
Mungkin kalian sudah melupakan kejadian beberapa tahun lalu yang membuat orang yang paling angkuh dan paling sombong kepada Karan kecil langsung di buat menderita dengan cara meluluu lantakkan usaha nya, agar dia sadar betapa besar kekuatan Sanjaya pada saat itu, apalagi itu semua menyangkut cucu pertama tuan Sanjaya yang di buat malu oleh beberapa orang di masa lalu nya, sampai sekarang anak dan juga bapak nya tak pernah lagi muncul di permukaan lagi, bahkan yang Karan dengar wanita itu sudah memiliki anak tanpa di ketahui siapa ayah nya dari anak tersebut. Bahkan kehidupan wanita itu sekarang sungguh sangat memperihatinkan di negara A, dan dia juga pernah menitipkan sang anak ke panti asuhan karena dia harus bekerja hanya untuk kehidupan nya dan juga demi membelikan susu dan juga barang lain nya untuk sang anak di sana, sampai akhirnya dia tertabrak mobil disaat dia sedang menjalani pekerja'an nya yang hanya merayu laki-laki hidung belang untuk memuaskan nafsu nya semata, dan kini dia terbaring lemah di rumah sakit, dan entah siapa yang membiayai pengobatan dia sekarang.
Perempuan itu adalah Kirana, wanita yang dulu sempat menghina Karan sebagai babu karena hanya gara-gara dia bekerja di sebuah restoran ketika dia masih remaja dulu, tapi nyatanya sampai sekarang Karan begitu peduli kepada sahabat nya, itu semua tidak lepas dari perminta'an istri nya yang menyuruh nya untuk membiayai pengobatan Kirana di negara A tersebut.
''Bantulah Mas, kasihan dia disana yang hanya sendirian, sedangkan anak nya dia titipkan di Panti asuhan, entah bagaimana keada'an anak nya saat ini, Ayah nya juga sudah tidak ada kabar nya dan mungkin saja beliau sudah meninggal atau bagaimana, tapi aku mohon kamu bantulah pengobatan dia disana, hitung hitung sebagai sahabat di masak kecil kamu dulu. Setidak nya dia sudah pernah bersikap baik kepada nya, karena itulah aku mohon sama kamu agar kamu bisa mengabulkan perminta'an ku yang ini,'' ucap Pinky panjang lebar dan setengah memohon kepada Karan suami nya.
__ADS_1
''Tapi sayang? aku takut dia mengalah salah artikan kebaikan yang aku berikan kepada nya, aku takut dia malah menganggap aku masih suka sama dia, dan aku tak mau itu sampai terjadi.'' jawab Karan dengan tegas.
''Aku tidak sebebas dulu lagi sayang? masih ada hati yang harus aku jaga untuk saat ini, dan aku tak tau pemilik hati itu merasakan yang namanya sakit, aku tidak bisa,'' lanjut nya dengan lirih.
''Siapa Mas?'' tanya Pinky menatap mata suami nya dengan sendu, karena dia mendengar ada hati yang harus dia jaga. 'Mungkinkah ada wanita lain lagi, sehingga Mas Karan mengatakan itu semua tadi?' gumam Pinky yang sudah berpikiran jelek tentang suami nya.
''Hati yang harus Mas jaga itu adalah kamu sayang? kamu adalah hati ku dan kalau sampai hatimu sakit makan kehidupan ku akan juga ikut hancur sehancut hancur nya, maka dari itu aku nggak mau sampai itu terjadi.
...****************...
Sania mengadakan syukuran kecil kecilan bersama keluarga besar dan juga keluarga Arlan yang juga ikut datang ke rumah baru Sania dan juga Arlan. Mereka memang membeli rumah baru untuk mereka tinggali bersama, namun belum mereka tempati karena Bu Wati meminta mereka lebih dulu tinggal di rumah nya untuk saat ini, sampai Sania melahirkan, jadi mereka berdua menuruti perminta'an Bunda nya.
''Selamat ya sayang? sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ibu, semoga di beri kelancaran oleh Allah SWT,'' Ucap Bibi dari suami nya itu.
__ADS_1
''Terima kasih Bibi, do'a dan juga waktu nya untuk hadir di rumah kami,'' jawab Sania ramah.
Tak lupa juga Sania juga mengundang beberapa anak Panti asuhan dan juga Ibu Ibu Majlis yang Sania juga tergabung di dalam nya, semua para Ibu Ibu yang ikut hadir sangat bahagia dengan kehamilan Sania saat ini, dia sungo sangat bersyukur melihat wanita yang solehah seperti Sania bisa merasakan kehamilan dan semoga menjadi Ibu yang baik untuk anak anak nya kelak, itu adalah sebagian dari do'a do'a yang di panjatlan oleh Ibu Ibu Majlis dan di amini oleh anak anak Yayasan yang sering keluarga Sanjaya undang.