
Gisella berniat untuk segera pergi ke rumah sakit untuk melakukan USG kandungan nya.
Ketika Gisella hendak mencari taksi dia melihat sudah ada mobil Rangga.
Rangga keluar dari mobil nya dan tersenyum manis kepada Gisella.
"Rangga, sedang apa kamu di sini."
Gisella sangat terkejut sekali ketika melihat Rangga yang ada di hadapannya.
"Ini adalah jadwal kamu cek kandungan kan, jadi yaa aku saja yang mengantar kamu untuk pergi ke rumah sakit."
Gisella sebenarnya tidak mau kalau harus terus bersama dengan Rangga ketika kontrol kandungan.
Gisella takut lama-lama Rangga akan mencurigai pernikahan nya.
"Ayolah Gisella nanti kamu telat loh."
Rangga menarik tangan Gisella sehingga Gisella pun akhirnya mau pergi bersama dengan Rangga.
Gisella masuk ke dalam mobil Rangga dia berharap Rangga tidak bertanya tentang suaminya.
"Gisella bagaimana dengan kondisi kandungan kamu sekarang,? apakah kamu sering merasa mual dan pusing bahkan muntah-muntah."
Rangga terlihat begitu sangat perhatian sekali dengan Gisella dan Gisella pun merasakan nya.
"Yaa, aku selalu mual muntah di pagi hari."
Gisella terus saja memegang perut nya.
"Itu biasanya akan hilang di usia kandungan lebih dari 4 bulan, kamu harus makan yang banyak yaa Gisella. Sedikit tapi sering kasihan bayi nya."
Gisella hanya tersenyum tipis kepada Rangga.
"Rangga kamu bisa langsung pulang saja yaa, nanti aku pulang nya sama taksi dan aku pun akan pulang ke rumah Ibu."
Gisella segera keluar dari mobil Rangga dengan terburu-buru sekali.
"Gisella hati-hati jangan terburu-buru seperti itu, oke aku langsung pulang. Tapi kamu hati-hati yaa."
Gisella pun langsung pergi untuk menuju ke ruangan pemeriksaan.
Gisella duduk untuk menunggu dirinya di panggil, Gisella pun terus memikirkan apa yang akan di bicarakan oleh Ibunya.
"Apa yang akan ibu ceritakan yaa, aku jadi penasaran sekali."
Akhirnya giliran Gisella yang di panggil oleh Dokter Rivan.
Ketika melihat wajah Gisella, Dokter Rivan seperti mengenal nya dan nama nya pun sama.
__ADS_1
Dokter Rivan memilih untuk diam saja menjaga perasaan Gisella.
"Silahkan buu, saya akan memeriksa kandungan ibu."
Gisella pun langsung terbaring dan melakukan pemeriksaan USG kandungan nya.
"Sudah masuk usia 8 Minggu yaa Buu, semua baik-baik saja."
Gisella merasa sangat tenang sekali ketika mendengar kondisi janin nya yang sehat.
"Harus tetap di jaga makanan nya yah, jangan lupa di minum susu hamil nya dan vitamin nya yah."
Gisella pun tersenyum manis kepada Dokter Rivan.
"Iyaa saya akan mengikuti semua perintah dari Dokter."
Gisella pun langsung segera pergi dari ruangan tersebut dan menuju ke tempat pengambilan obat.
Gisella menunggu dan seperti melihat Laura yang baru saja masuk dengan Barra.
"Itu seperti Kak Laura dan Kak Barra, mereka menuju ke ruangan Dokter Rivan itu tanda nya Kak Laura sudah hamil."
Gisella mencoba untuk tidak sampai terlihat oleh mereka berdua.
"Seperti nya ini yang akan di bicarakan oleh Ibu, baiklah aku mengerti sekarang."
"Baiklah, sekarang aku harus mengikuti semua rencana dari Kak Laura. Dia pasti akan mengatakan semua yang membuat hati ku sakit aku harus mencoba untuk diam saja."
Setelah selesai mengambil obat, Gisella pun langsung segera pergi untuk bertemu dengan Ibu nya.
Rangga masih ada di depan rumah sakit, dia terus memperhatikan Gisella.
"Kak Laura masuk dan Gisella keluar, ada apa yaa dengan mereka berdua."
Rangga membiarkan Gisella pergi dengan taksi nya, dia berniat untuk menunggu Laura.
Laura dan Barra masuk ke dalam ruangan Dokter Rivan.
Laura terlihat tersenyum manis kepada Dokter Rivan.
"Oke Laura silahkan kamu berbaring yaa, kita lakukan pemeriksaan nya."
Dokter Rivan dengan sangat teliti sekali dia memeriksa kandungan Laura.
Dan setelah selesai di USG Laura pun duduk kembali.
"Apakah kamu merasakan gejala seperti mual pusing dan muntah-muntah Laura,?"
__ADS_1
Laura menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum.
"Tidak, aku merasa sangat biasa saja. Dan bisa makan sangat banyak sekali."
Dokter Rivan melihat ekspresi wajah Barra seperti sangat tegang sekali.
"Usia kandungan kamu sudah memasuki usia 6 Minggu, kamu harus jaga kondisi kamu yaa Laura jangan terlalu cape karena usia kandungan muda itu sangat rawan sekali keguguran yaa."
Dokter Rivan menuliskan resep obat untuk Laura.
"Oh, iyaa Dokter Rivan. Besok sore datang yaa ke rumah kami. Kita akan merayakan kehamilan ku ini yaa yang pasti aku sangat berterima kasih sekali karena dengan usaha Dokter Rivan juga aku bisa hamil."
Dokter Rivan begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perayaan seperti itu dan sampai di buat sangat meriah sekali.
"Saya usahakan datang yaa."
Laura dan Barra pun langsung pergi dari ruangan praktek tersebut dan mereka pun pergi ke tempat pengambilan obat.
"Seperti nya Laura tidak tahu jika Gisella pun sedang hamil bahkan usia kehamilan lebih dulu dari dia, kenapa Gisella menyembunyikan kehamilan nya dari Laura yaa."
Dokter Rivan pun merasa sangat kasihan sekali kepada Gisella.
Rangga memilih untuk masuk ke dalam rumah sakit dan dia memakai topi dan kacamata hitam agar tidak ketahuan oleh Laura.
Rangga duduk di belakang kursi Laura dan Barra.
"Laura, apakah kamu akan mengatakan langsung kepada Gisella tentang kehamilan mu ini ?."
Laura pun langsung tersenyum manis kepada Barra.
"Tentu saja Mas, yaa mungkin Gisella sudah di beritahu duluan oleh ibu tapi aku pasti akan memberitahu Gisella supaya dia berpikir jika kamu sekarang adalah milik aku seutuhnya."
Rangga seketika langsung terkejut ketika mendengar perkataan tersebut dari Laura.
"Laura kamu jangan terlalu seperti dengan Gisella, ingat kamu juga sedang hamil muda jangan emosional seperti ini Laura."
Laura mengabaikan ucapan dari Barra dia langsung mengambil obat yang sudah siap.
"Ayolah Mas, kita jangan membuang-buang waktu hanya untuk membicarakan Gisella. Lebih baik sekarang kita pergi ke kantor kamu dan mengumumkan kehamilan aku da setelah itu mengundang mereka untuk datang ke rumah kita besok sore."
Barra pun dengan sangat terpaksa sekali mengikuti apa yang di inginkan oleh Laura.
Rangga hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya ketika melihat Barra dan Laura pergi.
"Apa maksud dari perkataan Kak Laura tadi yaa, seperti besok sore aku harus datang ke acara tersebut."
Rangga pun memilih untuk meninggalkan tempat tersebut dan memilih untuk menunggu Laura dan Barra masuk ke dalam mobil nya untuk segera pergi.
Laura terlihat sangat bahagia sekali ketika dirinya akan segera mengumumkan kehamilan kepada semua karyawan yang ada di kantor suaminya.
__ADS_1