Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (84)


__ADS_3

Gisella bersiap untuk pergi ke rumah Barra dia sangat yakin sekali dengan apa yang dia lakukan.


"Gisella, kamu yakin Nak. Kamu akan pergi sendirian saja ke sana,? ibu sangat menghawatirkan kamu."


Gisella pun tersenyum manis kepada ibunya.


"Semua akan baik-baik saja kok buu, tenang saja."


Gisella pun bersiap-siap untuk menunggu taksi online yang dia pesan.


Ketika Gisella akan menuju ke rumah Barra.


Barra dan Laura sedang bermasalah, Barra yang sudah terlalu kesal dengan sikap Laura memilih untuk mengirimkan pesan kepada Laura.


*Laura segera pulang sekarang juga, aku tunggu kamu di rumah.*


Barra sudah terlalu kesal sekali dengan sikap Laura dia merasa rumah tangga sudah sangat berantakan sekali.


Laura yang sedang bersama dengan Dokter Rivan pun langsung memilih untuk pergi.


"Aku harus segera pergi sekarang juga seperti nya, suami ku sudah sangat marah sekali kepada kuu."


Laura pergi meninggalkan Dokter Rivan sendiri.


"Laura, dari awal pernikahan pun kamu tidak di restui oleh ibu dari suami kamu tapi kamu tetap saja mau menerima cinta lelaki yang lebih pantas jadi adik ipar kamu. Pantaslah jika Barra langsung bisa merasakan kenyamanan di dekat Gisella."


Laura terlihat sangat terburu-buru sekali untuk cepat sampai di rumah nya.


Tapi di saat itu tiba-tiba saja jalan macet karena adanya kecelakaan.


"Ahhhhhh, kenapa sih. Ada apa yaa di depan seperti nya ada kecelakaan deh nggak mungkin semacet begini."


Laura hanya bisa mengeluh di dalam mobil nya.


Ketika Laura harus terjebak macet, Gisella masuk ke dalam taksi online yang sudah dia pesan.


"Semoga ini adalah jalan yang terbaik untuk kuu, aku ingin bisa melanjutkan perjalanan hidup kuu."


Gisella di perjalanan menuju ke rumah Barra dia begitu sangat gugup sekali tapi dia mencoba untuk melawan rasa tersebut.


Gisella menarik nafas panjang nya ketika dirinya keluar dari mobil nya.


"Oke Gisella kamu harus tenang yaa harus tenang, yakinlah semua akan baik-baik saja."

__ADS_1


Gisella pun masuk ke dalam rumah mewah tersebut dan langsung di sambut baik oleh para pegawai yang ada di sana.


Salah satu pegawai pun langsung mencari Rossalinda memberitahukan kedatangan Gisella.


"Gisella kembali semoga saja dia tidak meninggalkan tempat ini lagi."


Rossalinda pun langsung menghampiri Gisella.


"Gisella kamu kembali ke sini,? apakah kamu datang dengan membawa kabar yang baik."


Rossalinda membawa Gisella duduk di ruangan pribadi keluarga mereka.


"Duduklah, dan ceritakan apa yang akan kamu katakan kepada keluarga ini."


Gisella menatap tajam ke arah wajah Rossalinda.


"Bu Rossa, kedatangan saya ke sini saya ingin mengakhiri kontrak pernikahan yang kita buat. Saya rasa Kak Laura pun masih mempunyai peluang untuk bisa hamil."


Rossalinda merasa tidak percaya dengan apa di katakan oleh Gisella.


"Apa maksud kamu Gisella,? pernikahan kamu dan Barra belum sampai satu bulan kamu mau mengakhiri nya begitu saja. Apa yang membuat kamu mempunyai pikiran seperti itu."


Rossalinda semakin mendekati dirinya kepada Gisella.


"Aku tidak ingin hubungan ku dengan Kak Laura menjadi hambar seperti ini, aku ingin bisa kembali berhubungan baik dengan Kak Laura. Semenjak pernikahan kontrak ini aku merasa hubungan ku menjadi kurang harmonis dengan Kak Laura."


"Gisella, kamu lupa pernikahan kontrak ini adalah keinginan dari Laura. Dia yang menginginkan kamu menikah dengan Barra jadi apapun yang terjadi dengan Laura itu yang harus Laura tanggung sendiri."


Suasana semakin tegang ketika Barra di beritahu oleh satpam rumah nya jika Gisella datang ke rumah nya.


"Tuan Barra, Nona Gisella datang ke rumah dia langsung menemui Bu Rossa."


Barra begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar hal tersebut.


"Bukan kah Gisella sedang sakit, seperti nya apa yang Gisella katakan di kamar nya itu benar-benar dia lakukan."


Barra pun langsung berlari menuju ke dalam rumah nya.


Laura yang baru saja turun dari mobil nya dia melihat Barra yang berlari.


"Kenapa Mas Barra berlari seperti itu yaa,? apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah."


Laura pun juga ikut berlari untuk mengejar Barra.

__ADS_1


Barra tiba-tiba saja berhenti ketika dia melihat Gisella sedang duduk berhadapan dengan Rossalinda.


"Ahhhhhh, sudah ku duga Gisella benar-benar melakukan nya."


Laura yang berada di belakang Barra pun seketika terdiam ketika melihat Gisella sedang bersama dengan Rossalinda.


"Apa yang Gisella lakukan bukan kah dia sedang sakit."


Barra membalikkan badannya ketika dirinya mendengar suara Laura.


Laura menundukkan kepalanya ketika Barra memperhatikan nya.


"Ayo cepat kita ke sana ini pasti berhubungan dengan masalah pernikahan kontrak yang kamu lakukan."


Barra dan Laura pun menghampiri Gisella dan Rossalinda.


"Baguslah, kalian berdua ada di sini. Selesai permasalahan rumah tangga kalian."


Rossalinda memilih untuk diam dia hanya ingin mendengar perdebatan antara mereka.


"Kak Laura dan Kak Barra, aku ingin mengakhiri pernikahan kontrak ini. Karena aku tahu jika Kak Laura akan menjadi program kehamilan juga kan, aku merasa Kak Laura hanya ingin mempermainkan perasaan ku saja dan aku kembalikan uang 100 juta ini. Pernikahan kontrak ini hanya akan membuat hubungan Kakak dan Adik menjadi retak."


Gisella menatap ke arah wajah Laura dan Barra tidak bisa berkata-kata lagi.


"Gisella, Kakak baru mau menjalankan program kehamilan saja tapi itu belum tentu juga Kakak bisa langsung hamil karena Kakak melakukan hanya sendirian tidak berpasangan."


Laura langsung menatap sini ke wajah Barra.


"Sebelum nya aku sudah menyarankan tapi kamu menolak dan memilih pernikahan kontrak ini, sekarang kamu yang menyalah kan kepala suami kamu sendiri. Laura kenapa kamu selalu ingin di posisi aman dan tidak mau di salahkan."


Barra mulai terbawa emosional sekali dia seperti sudah malas berdebat dengan Laura.


"Sudahlah yaa Kaa, lebih baik kita akhiri saja pernikahan kontrak ini. Aku nggak mau rumah tangga kalian menjadi seperti ini karena kehadiran aku."


Gisella mengeluarkan yang ada di dalam tas ransel nya.


"Ini uang nya tidak aku pakai sama sekali, dan silahkan di hitung kembali oleh kalian."


Gisella menyerahkan uang tersebut kepada Laura.


"Aku rasa masalah ku sudah selesai, dan mungkin sekarang tinggal menunggu surat cerai dari Kak Barra. Aku pulang dulu yaa kaa aku akan selalu berdoa agar Kakak bisa segera hamil yaa Kaa."


Gisella menghampiri Rossalinda dan mencium tangan Rossalinda.

__ADS_1


"Aku pergi yaa Bu Rossa, terimakasih aku sudah di terima baik di keluarga ini."


Barra memegang tangan Gisella seakan pertanda dia tidak ingin Gisella pergi.


__ADS_2