Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (93)


__ADS_3

Gisella berniat untuk pergi berobat dia pun mulai bersiap-siap pergi.


Gisella menunggu taksi online yang dia pesan, Gisella mencoba untuk kuat walaupun sebenarnya dia sangat pusing sekali.


"Yaa Tuhan, lama sekali yaa. Aku sudah sangat pusing sekali ini."


Gisella duduk menunggu sambil memegang kepalanya.


Tapi tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depan nya.


Gisella mengenal mobil tersebut dan langsung berdiri.


"Ini kan mobil Rangga."


Ucap Gisella sambil masih memegang kepalanya.


Rangga pun keluar dari mobil nya dan menghampiri Gisella.


"Gisell, kamu kenapa?. Kamu sakit yaa."


Rangga sangat hawatir sekali melihat kondisi Gisella.


"Iyaa, aku nggak enak badan terus dan aku juga sering pusing dan muntah."


Rangga pun langsung membawa Gisella ke dalam mobil nya.


"Ayo Gisell masuklah hati-hati yaa."


Gisella pun mengikuti apa yang di katakan oleh Rangga dan cancel taksi online nya.


"Terimakasih banyak ya Rangga kamu baik sekali."


Rangga hanya tersenyum tipis kepada Gisella.


Gisella terus memandangi wajah Rangga dia seperti merinding sekali kehadiran Rangga di hidup nya tapi itu tidak mungkin bisa terjadi kembali.


Gisella dan Rangga pun sampai di Rumah Sakit.


"Rangga kenapa kamu harus membawa aku ke Rumah Sakit besar seperti ini, kenapa nggak ke klinik saja. Ini kan hanya sakit biasa."


Rangga memegang tangan Gisella dia begitu sangat berhati-hati membawa Gisella ke dalam rumah sakit tersebut.


"Sudahlah Gisell yang penting kamu sehat kembali."


Gisella pun terdiam dia merasa sangat sedih sekali ketika dia sedang seperti ini seharusnya suaminya yang mendampingi nya bukan orang lain.


Tapi inilah kenyataan yang harus di terima oleh Gisella karena dia hanya sebagai istri bayaran saja.


"Gisella kamu duduk di sini dulu yaa, aku mau daftar dulu yaa."


Gisella menganggukan kepalanya sambil memegang kepalanya.


Gisella melihat seorang wanita yang sedang hamil besar dan duduk di samping nya dengan suaminya.

__ADS_1


Gisella melihat wanita tersebut terus mengeluh kepada suaminya dan suami mencoba untuk menenangkan istrinya.


"Jika aku hamil siapa yang akan mengelus perut besar ku nanti, siapa yang menenangkan perasaan dan pikiran ketika aku mulai merasakan kesakitan seperti itu."


Ucap Gisella di dalam hati nya dan Gisella pun tersenyum manis kepada wanita tersebut.


"Kenapa mbak,? lagi cek kehamilan yaa?."


Tanya wanita tersebut kepada Gisella.


"Saya sering merasa sangat lemas sekali dan juga sangat pusing, saya juga lebih suka memakan buah-buahan di pagi hari."


Rangga menghampiri Gisella ketika sudah selesai pendaftaran.


"Wah, selamat seperti nya istri hamil Mas. Itu pasti tanda-tanda kehamilan."


Gisella menatap wajah Rangga ketika wanita tersebut berkata seperti itu.


"Oh iya mbak semoga saja apa di katakan mbak itu benar."


Ucap Rangga sambil tersenyum manis kepada Gisella.


Nama Gisella pun di panggil dan Rangga hanya mengantarkan Gisella sampai di depan pintu dia tidak ikut masuk.


Gisella terus saja memikirkan ucapan wanita tersebut sambil memegang perut nya.


Dan Gisella pun mulai di periksa oleh Dokter, setelah selesai memeriksa kondisi Gisella.


Dokter tersenyum manis kepada Gisella.


Seketika Gisella langsung terkejut ketika mendengar perkataan tersebut, mata Gisella langsung berkaca-kaca seakan dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Aku hamil Dok, aku sekarang sedang hamil."


Gisella seakan tidak percaya dengan apa dia dengar.


"Iya Buu, ibu sedang hamil muda usia 6 Minggu. Harus di jaga yaa buu karena ini adalah kehamilan pertama jadi jangan terlalu cape dan perbanyak istirahat."


Dokter tersebut pun meresepkan obat dan vitamin untuk Gisella.


"Mulai bulan depan Ibu bisa langsung control kandungan di sini yaa Buu, bersama dengan Dokter Specialis Kandungan. Dokter Rivan Mahendra."


Gisella mengambil resep obat tersebut dengan tangan yang bergetar.


"Terimakasih banyak yaa Dokter."


Gisella membuka pintu dan langsung memandangi wajah Rangga.


Rangga begitu sangat hawatir sekali ketika melihat wajah Gisella yang semakin pucat dan mata yang berkaca-kaca.


"Gisella kamu baik-baik saja kan,? kamu nggak punya penyakit yang serius kan."


Gisella pun langsung memeluk erat tubuh Rangga.

__ADS_1


"Aku hamil Ranggaaaaaaa, aku hamil."


Rangga pun tersenyum ketika mendengar perkataan tersebut, wanita yang sangat di cintai sedang mengandung buah cinta dari lelaki lain.


Rangga melepaskan erat Gisella sambil menghapus air mata Gisella.


"Selamat yaa Gisella, kamu akhirnya bisa menjadi seorang Ibu."


Gisella terus saja menangis di hadapan Rangga, dia seakan ingin sekali mengatakan semuanya kepada Rangga.


"Yasudah sekarang aku yang akan menebus resep obat tersebut yaa."


Gisella menunggu kembali dan Rangga pun terus memandangi wajah Gisella.


"Gisell kamu hamil, kamu akan menjadi seorang ibu tapi bukan untuk anak-anak kuu."


Rangga merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Gisella, Rangga melihat bukan ekpresi wajah yang bahagia yang Gisella tunjukkan tapi wajah sedih seperti kebingungan.


"Ada apa dengan pernikahan Gisella, dari awal aku yang belum pernah melihat suaminya dan sekarang aku melihat Gisella yang seperti ini."


Setelah selesai Rangga pun menghampiri Gisella.


"Ayo Gisell, kita pulang yaa sekarang. Lebih baik kita pulang saja ke rumah orang tua kamu yaa dan mereka pasti sangat bahagia sekali mendengar kabar ini."


Gisella menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menghapus air mata nya.


"Jangan Rangga, antarkan saja aku ke Apartemen aku yaa."


Gisella pun memegang tangan Rangga dia pun langsung mengajak Rangga untuk pergi.


Langkah kaki Gisella seperti melayang dia terus saja menangis dan menangis.


Rangga membiarkan Gisella untuk menangis dan tiba-tiba saja Rangga seperti melihat mobil Laura.


"Gisell, seperti nya itu adalah mobil Kak Laura deh. Seperti nya dia juga mau masuk ke rumah sakit ini."


Gisella langsung menarik tangan Rangga untuk menghindari bertemu dengan Kakaknya.


"Ayo Rangga kita harus sembunyi jangan sampai Kak Laura melihat kita berdua."


Rangga pun mengikuti apa yang di katakan oleh Gisella, mereka berdua mencoba untuk menghindari bertemu dengan Laura.


Rangga melihat Gisella yang sangat panik sekali ketika dia melihat Laura.


Ketika Laura sudah masuk ke dalam Rumah Sakit tersebut, Rangga dan Gisella pun langsung berjalan menuju ke mobil nya.


"Ayoo Rangga cepetan buka pintu mobil nya."


Rangga pun membuka pintu mobil nya dan Gisella pun langsung menghelakan nafas panjang nya.


"Ahhhhhh, syukurlah kita tidak bertemu dengan Kak Laura."


Rangga mengusap keringat yang bercucuran dan Gisella pun memandangi wajah Rangga sambil tersenyum manis kepada Rangga.

__ADS_1


"Aku tidak tahu harus bagaimana untuk membayar semua kebaikan yang sudah kamu berikan untuk aku ini."


Gisella tersenyum manis kepada Rangga.


__ADS_2