Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *134*


__ADS_3

Gisella terus memperhatikan Rangga dia melihat Rangga yang masih setia menunggu nya di luar.


"Kenapa Rangga tidak juga pergi sih, ahhh menyebalkan sekali."


Gisella keluar dari kamar nya dia langsung mendekati meja makan.


"Makan yang banyak ya sayang, Ibu mau membantu Ayah di toko untuk beres-beres."


Gisella pun menikmati makanan yang sudah di siapkan oleh Ibu nya tapi, dia masih saja memikirkan Rangga.


"Rangga kenapa sih kamu selalu seperti ini, aku nggak bisa kalau harus selalu bertemu dengan kamu."


Gisella melihat Ayah dan Ibu yang sudah masuk ke dalam rumah nya.


Mereka tidak membahas Rangga, itu tandanya orang tua Gisella tidak melihat Rangga.


"Buuu, aku mau keluar dulu yaa buu. Sebentar saja aku ingin menghirup udara segar."


Riana pun membiarkan Gisella keluar dari rumah nya.


"Jangan terlalu lama ya Nak tidak baik, ibu hamil keluar malam-malam."

__ADS_1


Gisella pun langsung membuka pintu rumah nya, dia langsung menghampiri Rangga.


"Rangga, kamu kenapa lagi sih. Sudahlah jangan selalu membuat permasalahan yang baru. Cepat pulang nanti Mama kamu mencari kamu."


Rangga bersujud di hadapan Gisella sambil memegang tangan Gisella.


"Ayo kita pergi Gisella, kita memulai kehidupan yang baru. Aku akan membahagiakan kamu Gisella."


Gisella melepaskan genggaman erat tangan Rangga.


"Rangga kamu tidak lihat aku sekarang sedang hamil dan itu tidak akan pernah terjadi kita pergi bersama di saat hari pertunangan kamu."


Gisella meneteskan air mata nya sambil memejamkan mata nya.


Rangga pun berdiri mereka berdua saling bertatapan, Gisella mencoba untuk membuka mata nya.


"Gisella, aku tidak bisa bersama dengan wanita lain. Aku tidak peduli kamu sedang hamil walaupun itu bukan anak kandung ku tapi aku akan bertanggung jawab terhadap nya."


Gisella tidak mengerti kenapa Rangga sampai mempunyai pikiran seperti itu kepada nya.


Gisella mencoba untuk pergi tapi Rangga menarik tangan Gisella sehingga mereka berdua berpelukan.

__ADS_1


"Aku ingin kita berdua menjalani hubungan dari awal, aku memang tidak tahu bagaimana jalan cerita hubungan mu dengan suami mu. Tapi aku sangat yakin sekali jika kamu tidak bahagia bersama dengan suami mu itu."


Gisella mendorong tubuh Rangga dengan sangat kuat sekali.


"Aku bahagia atau tidak biarlah aku yang menjalani kehidupan ku ini, dan kamu Rangga mulai kehidupan baru mu dengan wanita terbaik pilihan orang tua muu."


Gisella tersenyum dan menatap wajah Rangga.


"Besok aku pasti akan datang di acara pertunangan muu, aku datang untuk mendukung muu Rangga dan aku pun ingin membuktikan bahwa aku sudah melerakan kamu bersama dengan wanita lain."


Gisella pun dengan langkah kaki yang berat dia meninggalkan Rangga yang penuh dengan harapan besar kepada nya.


Gisella harus bisa melupakan Rangga, dia harus bisa merelakan Rangga bahagia bersama dengan wanita pilihan orang tua nya


Gisella membalikkan badannya dia melihat Rangga yang masih setia untuk menunggu nya dan menatap nya.



Gisella pun langsung masuk ke dalam rumah nya dan menutup rapat pintu rumah nya.


Gisella tidak mengerti kenapa dia masih saja terus menangis setiap menghadapi sikap Rangga.

__ADS_1


"Kenapa aku harus menangis seperti ini, apakah ini tanda nya bahwa hati tidak rela jika Rangga bersama dengan wanita lain."


Gisella mencoba untuk menenangkan pikiran dan berjalan menuju ke kamar nya.


__ADS_2