
Gisella memulai hari pertama kali nya untuk berkerja di perusahaan milik Rossalinda.
Dia begitu sangat gugup sekali dan merasa tidak percaya diri.
"Nak, semoga aja hari ini adalah hari keberuntungan kita berdua yaa. Ibu bisa di terima dengan baik di perusahaan ini."
Gisella yang sudah bersiap-siap pun keluar dari kamar nya, dan Riana langsung menghampiri nya.
"Gisell, di depan ada mobil yang katanya akan mengantarkan kamu ke Perusahaan ibu Rossa."
Gisella pun berjalan menuju ke pintu rumah nya dan melihat nya.
"Seperti nya Mas Barra yang menyuruh nya Buu, dan aku mau sarapan pagi dulu baru bisa berangkat ke sana."
Gisella pun menghampiri meja makan nya dia makan sangat lahap sekali.
"Jangan lupa yaa Nak, sekarang adalah hari kamu memeriksa kondisi kehamilan muu."
Gisella menganggukkan kepalanya.
"Iyaa Buu, aku tidak akan pernah lupa untuk hal itu."
Gisella yang merasa sudah sangat kenyang sekali dia pun langsung bersiap untuk pergi.
"Buu, doakan aku yaa. Semoga saja semua di mudahkan dan di lancar kan yaa Buu."
Gisella bersalaman dan meminta doa kepada Ibu nya.
"Iyaa sayaaaaang, ibu pasti mendoakan yang terbaik untuk kamu yaa."
Gisella pun langsung tersenyum dan berjalan menuju ke luar rumah nya.
"Hati-hati yaa Nak."
Gisella melambaikan tangan nya ketika mau masuk ke dalam mobil nya.
"Apakah kamu ke sini atas perintah Pak Barra,?" tanya Gisella sebelum masuk ke dalam mobil nya.
"Iya benar sekali Buu, silahkan masuk Buu. Bu Rossa sudah menunggu di kantor."
Gisella pun dengan cepat masuk ke dalam mobil tersebut.
"Apakah ibu Rossa akan marah kepada ku,? karena aku yang telat datang nya?."
Gisella pun tidak bisa membayangkan dia yang belum berkerja langsung di pecat oleh Rossalinda.
"Di percepatan saja yaa mobil nya, aku takut Bu Rossa terlalu lama menunggu kuu."
__ADS_1
Sopir tersebut tidak mengikuti perintah Gisella, dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang rendah.
"Maaafkan saya Bu Gisell, tapi Bu Gisell kan sedang hamil. Jadi saya harus berhati-hati mengendarai mobil nya."
Gisella pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan supir tersebut.
Gisella terus saja memandangi wajah nya di cermin, rasa percaya diri nya semakin menurun sekali.
"Astaga, aku tidak bisa membohongi perasaanku ini. Aku sangat gugup sekali."
Di perjalanan Gisell mencoba untuk menenangkan perasaan dengan mendengar kan musik.
Sampai akhirnya mereka pun sampai di depan perusahaan Rossalinda.
Gisella melihat kantor yang tidak seluas dan besar seperti yang dia bayangkan sebelumnya.
"Apakah ini adalah kantor baru Bu Rossa, kantor nya tidak terlalu besar yaa."
Gisella pun turun dari mobil nya dan hati-hati berjalan menuju ke depan pintu masuk.
Kedatangan Gisella pun di sambut oleh semua pegawai yang ada di sana.
Gisella tidak tahu produk apa yang akan di luncurkan oleh Rossalinda.
Melihat Gisella yang sudah datang, Rossalinda pun langsung menghampiri Gisella.
"Ayo Gisell, kita bicarakan semuanya di ruangan Mama."
Gisella pun langsung mengikuti langkah kaki Rossalinda.
Gisella menutup rapat pintu ruangan tersebut dan mereka pun duduk berhadapan.
"Gisella, Mama berniat untuk mengeluarkan produk shampo karena sebelumnya Laura yang begitu sangat maju sekali di produksi kosmetik nya."
Gisella masih terdiam untuk mendengarkan perkataan Rossalinda.
"Jika kamu sudah melahirkan nanti, Mama menginginkan kamu sebagai model dari produk shampo milik Mama dan untuk sekarang mendesain gambar nya."
Gisella pun sangat terkejut sekali kenapa Mama Rossa bisa menyuruh nya untuk mendesain gambar kepada nya.
"Kenapa harus aku Mam, aku tidak bisa menggambar dan rasa untuk mendesain lebih baik dengan seseorang yang sudah ahli saja."
Rossalinda tersenyum manis kepada Gisella.
"Gisell, di saat kamu tinggal sendiri di Apartemen. Mama melihat coretan-coretan indah dari tangan kamu yang di buang di tempat sampah. Mama tidak menyangka kamu begitu sangat pintar menggambar nya."
Gisella merasa sangat malu sekali ketika Mama Rossa mengetahui nya.
__ADS_1
"Aku masih harus belajar Mam, dan aku juga tidak pandai seperti para senior yang Mama kenal."
Rossalinda memegang tangan Gisella dengan sangat erat sekali.
"Bukti kan kerja keras perjuangan muu Gisella, Mama yakin bisnis ini akan sangat sukses di tangan kamu."
Gisella seperti di berikan kepercayaan khusus untuk dirinya.
"Terimakasih banyak atas kepercayaan Mama, aku akan mencoba untuk bisa mengikuti apa yang Mama inginkan. Dan semoga aku tidak mengecewakan Mama."
Gisella merasa sangat senang sekali ketika dia di berikan kesempatan untuk mengembangkan perusahaan baru milik Rossalinda.
"Nanti di rumah aku akan mencari varian warna dan aroma untuk produk shampo ini, aroma yang segar seperti buah-buahan mungkin itu bisa kita pakai."
Gisella mengambil kertas putih yang ada di hadapan nya, dia memulai menggambar desain bentuk botol shampoo tersebut.
Rossalinda hanya terdiam ketika melihat Gisella sedang sangat cepat menggambar di atas kertas putih tersebut.
Rossalinda pun memilih untuk meninggalkan Gisella, agar Gisella lebih fokus lagi untuk menggambarkan desain nya.
Rossalinda sangat percaya jika Gisella bisa bersaing dengan Laura.
Handphone Rossalinda pun bergetar dia melihat ada pesan masuk dari Barra.
"Ada apa yaa Barra, mengirimkan pesan untuk kuu."
Rossalinda membaca pesan dari Barra.
*Mam, apa yang harus aku lakukan sekarang. Laura memilih untuk tinggal di Apartemen nya. Dia sudah tidak mau tinggal bersama dengan kita di rumah.*
Rossalinda pun terdiam ketika membaca pesan dari Barra.
*Biarkan dia menyendiri, mungkin itu bisa membuat nya tenang karena dia sedang hamil. Kita lihat saja sampai berapa lama dia betahan di Apartemen tersebut. Jika kamu ingin menghampiri nya silahkan datang ke Apartemen Laura.*
Membaca balasan pesan dari Mama nya, Barra memilih untuk pulang ke Apartemen Laura.
*Baiklah Mam, aku akan bermalam di Apartemen. Aku akan menemani Laura semua aku lakukan karena untuk anak yang ada di kandungan Laura.*
Rossalinda kembali memasukkan handphone nya, dia pun ingin sekali fokus pada Gisella saja.
"Laura tanggung jawab Barra, biarkan dia yang menyelesaikan permasalah rumah tangga nya. Sekarang lebih baik aku fokus pada Gisella saja."
Rossalinda menghampiri Gisella yang ternyata sudah selesai menggambar bentuk botol shampoo tersebut.
"Mama Rossa, aku baru bisa menggambar satu gambar saja. Nanti di rumah aku akan mencoba untuk menggambar lebih dari satu gambar yaa. Sekarang aku pamit pergi dulu yaa."
Rossalinda mengambil kertas putih tersebut dia pun sangat menyukai sekali gambar hasil Gisella.
__ADS_1
"Satu gambar saja sangat unik sekali, dia melakukan nya hanya dengan beberapa menit saja."
Rossalinda pun menghampiri Gisella kembali yang hendak keluar dari pintu ruangan nya.