Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 42.


__ADS_3

Barra menyuruh Gisella untuk beristirahat di kamar tersebut dan dia ingin pergi untuk menenangkan pikiran nya.


"Gisell, ini ada hotel yang di siapkan oleh Mama. Kamu pasti merasa lebih nyaman di sini karena Laura tidak mungkin bisa masuk tiba-tiba, aku ingin keluar sebentar letakkan bantal dan guling pada sofa itu."


Barra pun meninggalkan Gisella dia menuju ke lantai dasar dia memikirkan bagaimana jika Mama nya tahu dengan kedatangan Laura ke villa tersebut.


"Lebih baik aku hubungi Mama sekarang juga, aku mengatakan kepada Mama jika aku memilih hotel ini dan meninggalkan villa tersebut."


Sambil menikmati secangkir kopi hangat, Barra pun langsung menghubungi nomer handphone Mama nya.


Tapi ternyata nomber handphone tersebut sibuk seperti sedang menerima panggilan telephone lain.


Hati Barra merasa sangat tidak nyaman dia sangat takut sekali Mama nya mengetahui hal tersebut.


"Mama pasti menyuruh salah satu pegawai yang ada di sana untuk mengatakan setiap apapun yang terjadi di dalam villa tersebut, ahhhh Mama pasti marah besar kepada Laura."


Barra merasa sangat kebingungan sekali, pernikahan yang baru satu hari tapi harus seperti ini.

__ADS_1


"Aku tidak yakin pernikahan ini akan berlangsung lama, aku merasa sangat kasihan sekali dengan Gisella bila ini harus terjadi."


Barra merasakan pusing kembali di kepala nya dan pun melupakan Laura istri nya yang mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Yaa Tuhan, bagaimana dengan kondisi Laura sekarang apakah dia sudah sampai atau belum."


Barra mencoba untuk menghubungi nomer handphone Laura tapi nomber handphone tersebut tidak aktif.


"Lauraaa, kenapa kamu selalu membuat masalah seperti ini. Lebih baik aku hubungi saja nomber telephone rumah."


Barra pun langsung mencoba untuk menghubungi nomer telephone rumah Laura dan akhirnya di jawab oleh Ibu nya.


*Barra, Laura belum sampai di rumah dan nomber handphone nya pun tidak aktif. Ibu sangat hawatir sekali Barra, Laura pergi ke mana.*


*Astagaaaa Laura, baiklah Buu saya aku mencoba untuk mencari keberadaan Laura sekarang.*


Barra mengakhiri panggilan telephone nya, dan terus saja menarik nafas panjang nya.

__ADS_1


"Laura pergi ke mana kamu Laura, kenapa harus seperti ini sih."


Barra pun langsung menghampiri mobil nya dia mencoba untuk mencari keberadaan Laura.


Gisella merasa sangat tidak tenang sekali ketika Barra yang belum juga kembali ke kamar nya.


"Kak Barra pergi ke mana yaa,? aku hawatir sekali dengan Kak Barra. Dia kan baru saja sembuh dari demam nya bagaimana kalau tiba-tiba saja dia pusing kembali."


Gisella hanya duduk di sofa yang rencananya akan menjadi tempat tidur Barra dia memegang guling dan bantal sambil memikirkan Barra.


"Apa coba untuk menghubungi nomer handphone nya Kak Laura saja yaa, mungkin saja nomber handphone nya aktif."


Gisella mencoba untuk menghubungi nomer handphone Laura tapi ternyata nomber handphone nya tidak aktif dan Gisella semakin tidak tenang.


"Aku harus bagaimana lagi yaa, apakah setelah ini Kak Laura akan menjadi membenci aku. Tapi kan pernikahan ini atas keinginan Kak Laura bukan akuu."


Gisella merasa sangat menyesal sekali ketika dia mengikuti apa yang di inginkan oleh Kakak nya jika harus berujung seperti ini.

__ADS_1


Ketika Gisella hendak pergi ke toilet tiba-tiba saja bell pintu berbunyi berkali-kali.


Gisella pun langsung berlari menghampiri nya dia pikir itu adalah Kakak nya.


__ADS_2