Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *156*


__ADS_3

Rangga terus saja memandangi wajah Gisella, dia tidak mau kehilangan Gisella.


"Rangga, bisa kamu percepatan laju kendaraan kamu. Aku merasa kita tidak sampai - sampai di rumah aku."


Rangga sengaja memperlambat laju kendaraan agar dia bisa berlama-lama bersama dengan Gisella.


"Rangga, turunkan aku di sini saja. Aku naik taksi saja."


Rangga mengabaikan ucapan Gisella, ternyata Rangga membawa Gisella ke rumah nya.


Gisella pun sangat terkejut sekali ketika mobil Rangga berhenti di depan rumah nya.


"Rangga, kamu sudah tidak punya pikiran yaa. Untuk apa kamu membawa aku ke rumah kamu."


Gisella mencoba untuk keluar dari dalam mobil Rangga tapi tidak membuka pintu mobil nya untuk Gisella keluar.


"Gisella, aku ingin bicara dengan kedua orang tua ku. Aku ingin mereka tahu jika kamu menikah itu karena terpaksa bukan karena cinta."


Rangga menatap wajah Gisella tapi Gisella memalingkan wajah nya.


"Rangga, penjelasan ini terlambat karena aku yang sekarang sedang hamil. Dan biarkan saja aku dan anak ku ini berjuang bersama."


Rangga ingin sekali membawa Gisella ke hadapan orang tua nya, agar orang tua tidak berpikir negatif terhadap Gisella.


"Aku mohon Gisella, aku hanya ingin orang tua ku tahu jika kamu tidak ada niat untuk meninggalkan aku."


Rangga terus saja memohon kepada Gisella sampai akhirnya Gisella pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Rangga.


Rangga membuka pintu mobil nya, dan memegang tangan Gisella.


Mereka berdua pun berjalan menuju ke rumah Rangga.


Kehadiran Rangga dan Gisella pun membuat kedua orang tua Rangga berdiri dari tempat duduk nya.


"Rangga, ada apa ini. Kenapa kamu bawa wanita ini ke hadapan Mama dan Papa."


Gisella merasa sangat tidak nyaman sekali tapi dia juga tidak mau selalu di pandang negatif.


"Aku ke sini bukan untuk ingin bersama dengan Rangga lagi tapi aku datang ke sini ketika Rangga sudah mengetahui semuanya tentang pernikahan ku ini."

__ADS_1


Gisella pun melirikan mata nya kepada Rangga, agar Rangga yang menceritakan semuanya.


"Mam, Pap. Gisella tidak menghianati aku. Dia menikah karena terpaksa bukan karena cinta atau harta kekayaan."


Ke dua orang Rangga hanya terdiam ketika Rangga mengatakan hal tersebut.


"Gisella, di beri uang 100 juga agar menyelamatkan rumah tangga Kakak nya sendiri karena sudah 3 tahun dia tidak memiliki keturunan dan Gisella di suruh menyerahkan anak ini kepada Kakak nya ketika sudah melahirkan anak yang di kandung oleh Gisella."


Gisella pun terdiam sambil memegang perut nya.


"Tapi setelah Gisella mengikuti apa yang di inginkan oleh Kakak nya, sikap Kakak perempuan Gisella seperti menganggap jika Gisella seorang pelakor dia langsung benci Gisella sampai akhirnya Gisella mengakhiri pernikahan kontrak nya, mengambilkan uang 100 juta tersebut dan sekarang Gisell lebih memilih untuk menjadi singel mother untuk anak nya."


Ke dua orang tua Rangga tidak menyangka jika Gisella bisa se kuat dan se tegar itu.


Gisella masih bisa tersenyum manis kepada kepala kedua orang tua Gisella.


"Semua sudah di jelaskan oleh Rangga, dan saya permisi pulang."


Gisella langsung meninggalkan rumah Rangga dan ketika Gisella hendak keluar dari rumah Rangga dia bertemu dengan Fransisca.


"Gisella, sedang apa kamu di sini?. Memohon kepada Rangga supaya dia mau menikah dengan kamu?. Tidak mungkin Rangga mau menikah dengan wanita yang sedang hamil seperti kamu ini."


"Aku ingin di nikahi oleh Rangga,? aku sudah merasakan yang namanya sebuah pernikahan. Dan ingat yaa jika pernikahan hanya satu orang yang mencintai itu pun tidak akan bertahan lama yaa ingat yaa itu Fransisca."


Fransisca sangat kesal sekali ketika mendengar perkataan tersebut.


"Lalu untuk apa kamu berada di rumah ini,? kalau bukan untuk mempengaruhi Rangga agar dia mau membatalkan rencana pernikahan ini kan dan kamu bisa bersama dengan Rangga."


Gisella tersenyum manis kepada Fransisca.


"Kamu tanya saja kepada Rangga, siapa yang mengajak aku untuk datang ke rumah ini."


Gisella berjalan keluar dari rumah Rangga, tapi Rangga tidak bisa mengejar Gisella karena sedang mengobrol dengan orang tua nya.


Beruntung nya ketika Gisella pergi langsung ada taksi di hadapan nya, sehingga Gisella bisa langsung pulang ke rumah nya.


Fransisca yang tidak terima dengan kedatangan Gisella ke rumah Rangga pun langsung masuk ke dalam rumah nya.


Fransisca melihat Rangga dan kedua orang tuanya sedang mengobrol dengan sangat serius sekali.

__ADS_1


Ketika Fransisca menghampiri mereka, Veronica memilih pergi ke kamar nya.


"Rangga, bisa kamu jelaskan kenapa Gisella bisa datang ke rumah ini."


Rangga pun memilih untuk pergi ketika Fransisca menghampiri nya.


"Om, kenapa mereka semua pergi ketika aku datang ke sini."


Papa Rangga pun tidak bisa menjelaskan semuanya kepada Fransisca.


"Sisca, lebih baik kamu pergi saja yaa. Rangga dan Mama nya sedang mempunyai permasalahan jadi lebih baik kamu pergi saja."


Fransisca seakan di usir oleh keluarga Rangga.


"Ada apa sih ini sebenarnya, jangan sampai acara pernikahan ku di batalkan hanya karena kehadiran Gisella."


Fransisca dengan sangat terpaksa mengikuti apa yang di katakan oleh orang tua Rangga.


"Aku mencintai Rangga, dari awal aku melihat Rangga di kampus. Aku langsung ingin mendapatkan Rangga tapi ternyata Rangga yang sudah berpacaran dengan Gisella sejak mereka masih duduk di bangku SMA."


Perjuangan Fransisca untuk bisa mendapatkan cinta Rangga sangat besar sekali.


Di saat dirinya bisa bertunangan dengan Rangga pun tapi Rangga masih tidak bisa mencintai dirinya.


"Gisella memang mahasiswa yang sangat berprestasi dan dia juga cantik, tapi dia meninggal kan Rangga dan menikah dengan lelaki lain sampai sekarang dia sedang hamil tapi Rangga masih saja memendam rasa cinta kepada Gisella."


Fransisca tidak mau kehilangan Rangga, dia harus melakukan cara untuk bisa mendekati dirinya dengan Veronica.


"Aku akan mengirimkan hadiah untuk Tante Veronica, hadiah yang sangat mewah sekali. Aku harus bisa membuat hati Tante Veronica senang agar dia mau menerima kehadiran ku sebagai calon menantu nya."


Fransisca pun langsung memesan sepaket perhiasan untuk dia berikan kepada Veronica.


Fransisca lebih memilih untuk mengambil hati Veronica agar dia yang membujuk Rangga untuk bisa bersama dengan nya.


"Ya, sekarang tugas ku adalah membuat Tante Veronica senang jika dia senang dengan hadiah mewah yang sering aku berikan kepada dirinya. Maka Tante Veronica seperti berhutang Budi kepada aku."


Fransisca pun tersenyum manis kembali untuk menyusun rencana-rencana selanjutnya yang akan di lakukan kepada keluarga Rangga.


Fransisca tidak akan hilang putus asa nya.

__ADS_1


__ADS_2