Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 30.


__ADS_3

Laura memilih untuk masuk ke dalam dan mengabaikan Barra dia berjalan menuju ke Gisella.


Barra pun mengikuti Laura dia merasa sangat bersalah sekali.


Laura tersenyum manis kepada Gisella dan memeluk erat Gisella.


"Selamat atas lancar nya pernikahan kalian dan terimakasih banyak sudah mau membantu Kakak yaa."


Barra pun merasa sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan Laura yang terdengar sangat tegar sekali.


Gisella hanya bisa menundukan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Laura.


Laura pun membalikkan badannya dan dia memegang tangan Barra


"Selamat yaa Mas, semoga kamu bisa memperlakukan Gisella dengan sangat baik."


Barra tidak kuasa menahan air mata nya dia pun langsung memeluk erat tubuh istrinya tersebut.


"Ini bukan keinginan aku, ini bukan yang aku inginkan. Aku melakukan nya karena terpaksa bukan karena cinta tapi karena paksaan dari kamu Laura, aku hanya cinta kamu Laura aku hanya mencintai kamu saja."

__ADS_1


Laura tidak mau menangis kembali di hadapan keluarga nya dia melepaskan pelukan erat tersebut.


"Sudah yaa jangan kamu berkata seperti itu lagi, karena itu hanya membuat perasaan Gisella terluka."


Mereka pun langsung menikmati makanan yang sudah di sediakan, Laura mencoba untuk menghindari Barra tapi Barra terus saja mengikuti Laura.


"Mas, lebih baik kamu bersama dengan Gisella. Lihat kasihan sekali Gisella yang duduk sendiri seperti itu memang kamu tidak terpesona dengan kecantikan Gisella dia sangat cantik sekali loh Mas."


Barra pun hanya bisa terdiam saja dia tidak mau jauh Laura.


Kesendirian Gisella membuat kedua orang tuanya merasa sangat prihatin sekali dan langsung menghampiri Gisella.


Ibu nya pun memegang tangan Gisella.


"Kamu harus bisa menahan rasa berlebih-lebihan kepada Barra, ketika kamu nanti bisa memberikan keturunan untuk Barra yaa. Selalu ingat di pikiran kamu jika Barra itu milik Kakak kamu dan kamu hayalah memberikan keturunan saja untuk Kakak kamu ini hanyalah pernikahan kontrak."


Gisella hanya terdiam saja ketika mendengar perkataan dari ibu nya.


"Ibu berbicara seperti ini karena melihat pengorbanan yang sudah Kakak kamu berikan dia melakukan semua ini hanya untuk kamu."

__ADS_1


Laura pun lebih memilih untuk menghampiri Gisella dengan Ibu nya.


Laura tersenyum manis melihat mereka berdua dan Barra pun terpaksa mengikuti Laura.


Melihat semua yang sedang berkumpul Rossalinda pun menghampiri sambil memegang kunci kamar yang sudah di siapkan untuk Gisella dan Barra.


"Barra ini adalah kunci kamar untuk kalian berdua, dan ini juga adalah kunci hotel jika kamu merasa bosan berada di villa ini."


Laura merasa sangat sesak sekali ketika mendengar perkataan tersebut, dia terdiam sambil menundukkan kepalanya.


Barra pun dengan sangat terpaksa mengambil kunci tersebut.


"Kamu akan honeymoon selama 7 hari, dan Mama yang akan mengendalikan perusahaan kamu. Jika ada karyawan yang menanyakan keberadaan kamu Mama akan bilang kamu sedang berlibur bersama dengan Laura."


Laura pun merasa sangat tersakiti sekali ketika dirinya berada di sana.


"Aku akan menginap di rumah orang tua kuu selama 7 hari itu, dan sekarang aku akan langsung pulang ke rumah Ayah dan Ibu."


Laura pun langsung menarik tangan kedua orang tuanya agar bisa secepatnya meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2