Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (69)


__ADS_3

"Seharusnya kita melakukan malam pertama di sini, tapi semua berantakan begitu saja karena kehadiran Laura."


Barra tersenyum manis ketika mengingat kejadian tersebut.


Ketika Barra sedang bersama dengan Gisella di villa.


Laura menunggu kedatangan Barra, dia mencoba untuk memulai hubungan mereka berdua dari awal.


Laura menghiasi kamar nya dengan begitu sangat romantis sekali dengan baju tidur yang sudah Laura siapkan.


"Sudah mau jam 12 malam lebih tapi kenapa Mas Barra belum juga pulang yaa."


Laura mencoba untuk menghubungi nomer handphone Barra.


"Nomber handphone nya aktif tapi kenapa dia tidak mau menjawab panggilan telephone kuu ini yaa."


Laura terus saja menghubungi nomer handphone Barra.


"Mas, kenapa panggilan telephone dari aku nggak kamu jawab sih. Kamu sekarang sedang di mana yaa."


Laura begitu sangat hawatir sekali dengan keberadaan suaminya tersebut.


Laura pun memilih untuk pergi dia keluar dari kamar nya.


Tapi ternyata kepergian Laura di ketahui oleh Rossalinda.


"Laura Renita, mau pergi ke mana kamu.? lihat sudah jam berapa sekarang dan kamu pergi dengan menggunakan baju tidur yang seperti itu."


Laura membalikkan badannya dan menjawab pertanyaan dari Rossalinda.


"Aku mau pergi mencari Mas Barra, sudah jam segini Mas Barra belum juga pulang. Aku akan menemui Gisella."


Rossalinda menarik tangan Laura mencoba untuk menghentikan langkah kaki Laura.


"Untuk apa kamu menemui Gisell, hanya untuk mencari Barra. Jika Barra sedang bersama dengan Gisell apa kamu akan memaksa Barra untuk pulang?."


Rossalinda menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menatap wajah Laura.


"Sudah jangan mengganggu kebersamaan mereka berdua, seharusnya kamu bercermin Laura. Barra menikah dengan Gisell itu belum satu bulan tapi Gisell sudah bisa membuat Barra nyaman bersama nya."


Laura hanya bisa menundukan kepalanya saja sambil mendengarkan ucapan Rossalinda.


"Sudah masuk ke kamar lagi, tidak baik wanita pergi malam-malam bahaya. Apalagi lihat penampilan kamu."


Laura tidak berani untuk bicara dia pun memilih untuk masuk kembali ke dalam kamar nya.

__ADS_1


Laura mengunci pintu kamar nya dia menangis memandangi kamar yang sudah dia buat indah.


"Apakah mungkin sekarang kamu sedang bermalam bersama dengan Gisella, apa sekarang kamu lebih mencintai Gisella dari pada aku dan apakah kamu akan meninggalkan aku demi bisa bersama dengan Gisella."


Laura menangis di atas tempat tidur nya dia begitu sangat merindukan sekali suaminya tersebut.


"Maafkan aku Mas, aku janji akan lebih perhatian lagi sama kamu. Aku tidak mau kehilangan kamu."


Laura mengambil handphone nya dan terus saja menghubungi nomer handphone Barra.


***


Barra memandangi wajah cantik Gisella yang sedang tertidur pulas.


Barra mencium kening Gisella dan dia pun tidur di samping Gisella.


"Kenapa sekarang aku merasakan kenyamanan ketika berada di dekat Gisell, apa karena ini tandanya Gisella akan memberikan aku keturunan. Semoga saja yaa secepatnya yaa Gisella."


Gisella tiba-tiba membalikkan badannya dan dia memeluk tubuh Barra Tampa dia sadari.


Barra hanya bisa tersenyum ketika dirinya bisa mencium aroma tubuh Gisella.


"Apakah malam ini akan terjadi kembali, sesuatu yang indah di balik selimut cinta ini."


Barra memeluk kembali erat tubuh Gisella.


Gisella merasakan pelukan hangat dan erat yang di berikan oleh Barra.


Dan Gisella pun terbangun dari tidurnya.


"Hahhhh, kenapa aku bisa ada sini. Kita sedang berada di mana Kak."


Barra menutup bibir mungil Gisella dengan tangan nya.


Gisella terus memandangi wajah Barra, dan melepaskan tangan Barra.


"Kenapa kita sekarang berada di villa ini, kenapa tidak membawa aku pulang saja."


Gisella seperti kesal dengan sikap Barra yang membawa nya ke villa tampa persetujuan nya.


"Kamu ketiduran di pelukan aku, ketika kamu ketakutan dengan petir. Aku aku nggak mungkin membangunkan kamu yang sudah tertidur pulas seperti itu."


Gisella menggeserkan badan nya sehingga menjauh dari Barra.


"Kenapa kamu menjauh seperti itu sih, kita berdua kan sudah suami istri."

__ADS_1


Barra terus saja mendekati Gisella dan membuat Gisella tidak bisa menolak nya.


"Gisella, terimakasih atas semua sikap baik kamu yaa. Terimakasih banyak."


Gisella membalikkan badannya sehingga mereka berdua saling bertatapan wajah.


"Kenapa harus berterima kasih kepada aku,? sikap baik seperti apa. Aku hanya memberikan segelas susu coklat hangat tapi di saat aku mencoba untuk masak Kak Barra tidak memakan nya."


Barra tersenyum manis kepada Gisella.


"Selama berumah tangga Laura belum pernah seperti itu, dia hanya mengandalkan semua pegawai yang ada di rumah untuk membuatkan makanan kesukaan aku dan semua nya."


Gisella begitu sangat kaget sekali mendengar nya, dia tidak menyangka jika Kakak begitu sangat manja sekali.


"Mungkin Kak Laura sangat sibuk sekali jadi dia tidak sempat melayani suami nya, sedang aku kan hanya pengganguran yang tidak punya pekerjaan dan bisnis jadi hanya diam di rumah."


Barra memegang pipi Gisella dengan tersenyum.


"Kamu di rumah saja biarkan aku yang berkerja keras, bukan kah begitu ucapan suami yang bertanggung jawab kepada istrinya."


Gisella hanya tersenyum tipis dan menikmati kebersamaan nya bersama dengan Barra.


"Aku tidak ingin kita terlalu dekat seperti ini, karena aku hanya sementara saja ada di sini."


Barra pun langsung memeluk erat tubuh mungil Gisella.


"Walaupun nantinya kita berdua akan berpisah karena waktu, aku janji akan terus ada di samping kamu. Walaupun bukan sebagai suami tapi sebagai Kakak ipar kembali, aku ingin kamu mendapatkan lelaki yang terbaik untuk kehidupan kamu."


Gisella pun merasa sangat terharu sekali mendengar ucapan dari Barra.


"Yasudah sekarang kita berdua tidur yaa, besok pagi aku harus pergi ke kantor."


Gisella memanggukkan kepala sambil masih memeluk erat tubuh Barra.


Ketika Gisella dan Barra sedang bersama dengan romantis nya.


Laura memilih untuk tidak tidur sama sekali dia terus memandangi foto pernikahan nya bersama dengan Barra.


"Kenapa kamu lebih memilih menghabiskan malam bersama dengan Gisella, apa tidak cukup waktu kebersamaan kalian berdua selama honeymoon itu."


Laura melemparkan foto pernikahan tersebut ke arah depan pintu kamar nya.


"Ternyata dugaan ku selama ini salah, aku memilih Gisella karena aku takut sekali jika Mas Barra bersama dengan wanita lain dia akan mengambil Mas Barra dari kehidupan aku tapi ternyata Gisella sekarang mulai ingin terus bersama dengan Mas Barra padahal dia itu hanya wanita bayaran untuk bisa memberikan anak untuk keluar ini."


Laura bercermin sambil menatapi wajah dan tubuh nya.

__ADS_1



"Aku harus bisa merawat wajah serta tubuh kuu, karena bagaimana pun juga umurku jauh lebih tua dari Gisella. Aku harus bisa lebih cantik dari Gisella sehingga Mas Barra tidak berpaling dari aku."


__ADS_2