
Barra sampai di depan rumah nya dengan membawa bucket bunga, dia langsung melihat Gisella.
Gisella tersenyum manis ketika dirinya melihat Barra.
Barra tersenyum ketika dirinya melihat Gisella, dan Barra pun langsung memberikan bucket bunga tersebut.
Gisella mengambil bucket bunga tersebut dengan sangat ragu sekali, dan Barra pun berjalan menuju ke kamar nya.
"Ini bucket bunga untuk siapa yaa,? mungkin untuk Kak Laura. Yasudah aku simpan dulu saja deh."
Gisella menyimpan bucket bunga tersebut ke dalam kamar nya, melihat wajah Barra yang begitu sangat kelelahan Gisella pun langsung mengambil buku yang di berikan oleh Mama Rossa.
Gisella membaca kembali minum apa yang di sukai oleh Barra.
"Susu coklat hangat, Kak Barra ternyata menyukai itu ya. Oke baiklah akan aku buatkan sekarang."
Gisella langsung menuju ke dapur dia pun di perhatikan oleh para pegawai yang ada di sana.
"Untuk siapa itu nona Gisell,?"
Tanya salah satu pegawai yang ada di dapur yang sedang memasak untuk makan malam.
__ADS_1
"Ohhh, ini untuk Kak Barra. Tadi aku lihat dia pulang dari kantor begitu sangat kelelahan sekali. Dan aku buat kan susu coklat hangat ini saja."
Pegawai yang ada di sana sempat ingin sekali membenci Gisella yang menikah dengan suami Kakak nya sendiri.
Tapi mereka terdiam ketika melihat sikap baik Gisella yang begitu sangat perhatian sekali kepada Barra.
"Yasudah Nona Gisella biarkan saja saya yang membuat kan nya yaa, nanti Nona Gisella yang membawakan nya ke kamar Tuan Barra."
Gisella menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum.
"Tidak, biar aku saja ini kan sangat mudah sekali."
Gisella membawa minuman coklat hangat kesukaan Barra tersebut.
Gisella mengetuk pintu kamar Barra dan Barra yang baru selesai mandi pun langsung membukakan pintu kamar nya.
Gisella tersenyum manis sambil memberikan minuman tersebut.
"Silahkan di nikmati minuman nya, semoga saja lelah nya hilang seketika."
Barra mengambil minuman hangat yang di berikan oleh Gisella.
"Terimakasih banyak ya Gisell."
__ADS_1
Gisell hanya tersenyum dan dia pun memilih untuk pergi.
"Aku ke dapur dulu yaa Kak, untuk membantu mempersiapkan makan malam."
Gisella seketika pergi begitu saja dan Barra pun langsung menghabiskan minuman kesukaannya tersebut.
"Dia sungguh perhatian sekali kepada kuu, tapi dia melakukan itu semua di saat Laura tidak ada di rumah. Dia mencoba untuk menjaga perasaan Kakak nya."
Barra memilih untuk menunggu kedatangan Laura di depan rumah nya dengan menikmati dinginnya udara di malam hari.
Sedangkan Gisella mencoba untuk memasak makanan kesukaan Barra, para pegawai yang ada di sana mencoba untuk melarang Gisella.
Tapi Rossalinda melarang keras semua pegawai nya.
"Biarkan dia belajar untuk bisa menjadi seorang istri yang baik, tidak usah kalian larang karena memasak bukan hal yang berbahaya. Aku ingin sikap Gisella jauh lebih baik dari Laura yang hanya mementingkan bisnis nya saja dia tidak peduli kepada suami nya."
Pegawai yang ada di sana pun mengikuti apa yang di katakan oleh Rossalinda.
"Aku tidak menyangka akan seperti ini, sebelum aku lihat Bu Laura seperti sangat berat sekali untuk melerakan Tuan Barra menikah dengan Nona Gisella. Tapi sekarang kenapa Bu Laura seperti menyerahkan suaminya kepada adik kandung nya."
Gisella membalikkan badannya dan melihat pegawai yang sedang memperhatikan nya.
"Ada apa yaa mereka memandangi aku seperti itu, hmmmmm yasudah lah abaikan saja lebih baik aku fokus dengan masakan ku ini."
__ADS_1
Gisella terlihat sangat bersemangat sekali untuk bisa memberikan masakan nya kepada Barra.