
Melihat ekpresi Barra yang seperti membenci dirinya, seketika saja Gisell ingin sekali membatalkan rencana pernikahan tersebut.
"Di coba yaa Mas jas pengantin ini, supaya kita bisa lihat cocok atau tidak."
Barra dengan sangat terpaksa mengikuti apa yang di katakan oleh Laura, dia masuk ke ruangan untuk mengganti baju nya.
Ketika Barra sedang mengantikan baju nya, tiba-tiba saja handphone Laura berdering sangat kencang.
Dan ternyata itu adalah panggilan telephone dari kantor nya.
"Gisella sebenarnya Kakak keluar dulu seperti nya ini panggilan telephone penting dari kantor Kakak."
Laura pun langsung pergi dan menutup rapat pintu tersebut dia meninggalkan Gisella berdua an dengan Barra.
Ketika Barra sudah selesai mengganti baju nya dia hanya melihat Gisella saja tidak ada Laura di dalam ruangan tersebut.
"Di mana Laura,? kenapa dia tidak ada di ruangan ini."
__ADS_1
Gisella hanya terdiam saja ketika ditanya oleh Barra dia pun merasa tidak suka dengan sikap Barra terhadap nya.
Ketika mereka hanya berdua saja di dalam ruangan tersebut membuat Barra ingin berbicara dengan Gisella.
Dia berharap dengan pembicaraan mereka berdua membuat Gisella membatalkan rencana pernikahan mereka.
Barra pun berjalan menghampiri Gisella dan itu membuat Gisella merasa sangat ketakutan sekali.
"Gisella, sekarang kita hanya berdua di ruangan ini. Apa yang membuat kamu menginginkan pernikahan ini ? apakah karena uang 100 juta yang di berikan oleh Mama Rossa."
Gisella merasa sangat tersinggung sekali dengan ucapan Barra terhadap nya.
Gisella menatap tajam wajah Barra dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ketika nanti aku sudah bisa memberikan apa yang kalian inginkan, kalian berdua langsung bisa hidup sangat bahagia sekali. Sedangkan aku,? apakah kekasih mau menerima kehadiran kuu kembali dengan keadaan ku yang sudah melahirkan seorang bayi."
Barra hanya terdiam ketika mendengar perkataan dari Gisella.
__ADS_1
"Jangan selalu berpikir hanya kamu saja yang merasakan kesedihan, karena aku pun sama harus mengorbankan perasaan kuu juga."
Gisella hendak pergi tapi Barra memegang tangan Gisella.
Gisella pun langsung bertatapan wajah dengan Barra.
"Jika aku membatalkan rencana pernikahan ini seperti yang kamu inginkan, maka kamu akan di paksa menikah dengan wanita lain pilihan Mama kamu. Dan aku yakin wanita tersebut pasti akan lebih memilih untuk bersama dengan Kamu karena kekayaan yang kamu punya, dia akan berkata-kata manis kepada Tante Rossa karena dia bisa memberikan keturunan yang banyak untuk keluar ini."
Gisella melepaskan paksa genggam erat tangan tersebut dia berniat untuk pergi.
"Gisella tolong jangan pergi, aku mohon jangan pergi. Jangan kamu batalkan rencana pernikahan ini aku mau bersikap baik kepada kamu."
Perkataan Barra di dengar jelas oleh Laura dari balik pintu, seketika hati Laura terasa sangat sesak sekali ketika mendengar perkataan tersebut.
Hati kecil Laura seperti tidak terima dengan kata-kata yang di ucapkan suaminya terhadap Gisella.
Laura memilih untuk diam di depan pintu tersebut dia tidak berani masuk ke dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Laura mengusap air mata nya yang tiba-tiba saja membasahi pipi nya.