
Gisella dan juga Dokter Rivan mereka berdua pergi untuk makan bersama.
Gisella hanya terdiam saja di sepanjang perjalanan sampai akhirnya mereka berdua sampai di tempat yang sudah di siapkan oleh Dokter Rivan.
Dokter Rivan memegang tangan Gisella, tapi Gisella tidak mau dia berjalan terlebih dahulu.
Gisella seperti tidak mau di sentuh oleh Dokter Rivan.
Mereka berdua pun duduk berhadapan dengan hidangan yang sudah di siapkan.
"Gisella, aku melihat tadi pagi kamu yang sedang berpidato di depan kantor baru mu itu. Kamu terlihat sangat pintar sekali dalam berbicara di depan banyak orang."
Gisella menuang minuman yang ada di hadapannya ke gelas dan juga gelas milik Rivan.
"Aku melakukan nya karena Tiara, karena masa depan anak ku ada pada perusahaan itu. Aku harus bisa memajukan perusahaan tersebut."
Dokter Rivan pun meminum minuman yang sudah di tuangkan oleh Gisella.
"Dokter Rivan, ada apa yaa. Dokter sampai mengajak aku untuk makan bersama seperti tidak seperti biasa loh ada rencana apa yaa?."
Dokter Rivan menghentikan minum nya.
"Aku hanya ingin bisa mengenal lebih dekat kamu Gisella, apakah kamu merasa ada seseorang yang melarang nya. Kamu mempunyai seseorang yang kamu cintai."
Gisella merasa sangat terkejut sekali ketika Dokter Rivan, yang seperti sedang mengatakan jika dirinya ingin dekat dengan Gisella.
Tapi Gisella memandangi mata Dokter Rivan seperti tidak ada rasa serius dan Gisella pun ingin sekali mengetahui apa maksud dari Dokter Rivan mendekati nya.
"Aku tidak punya seseorang, aku masih sendiri dan mungkin akan terus sendiri untuk memperjuangkan anak kuu Tiara."
Tatapan mata Gisella kepada Dokter Rivan begitu sangat nyata sekali.
"Gisella apa yang kamu rasakan ketika Barra bisa bersama dengan dirimu,? menemani mu di saat pemeriksaan kehamilan apabila menemani di saat proses persalinan. Kamu pasti mereka kenyamanan dan kebahagiaan bersama dengan Barra."
Dokter Rivan ingin mempersatukan Gisella bersama dengan Barra, agar dirinya bisa bersama dengan Laura.
"Ya, jujur sekali aku merasa sosok suami yang sempurna dan bertanggung jawab ketika aku bersama dengan Kak Barra. Tapi aku pun tahu diri jika Kak Barra itu milik Kak Laura dan jika Kak Barra perhatian kepada ku itu karena Tiara bukan Gisella."
__ADS_1
Gisella tersenyum manis kepada Dokter Rivan ketika dia sudah mengatakan semua nya.
"Kamu tidak ada rasa ingin memiliki Barra seutuhnya,? kamu sudah memberikan apa yang Barra inginkan sedang Laura dia tidak bisa membahagiakan Barra."
Gisella menghentikan makannya.
"Dokter Rivan, perjanjian ku sudah selesai. Dari awal pun aku ini hanya sebagai ibu pengganti saja tapi beruntung sekali aku bisa memiliki Tiara seutuhnya tidak memberikan Tiara kepada Kak Laura."
Dokter Rivan seketika mengagumi Gisella dia begitu sangat luar biasa sekali.
"Gisella, kamu pasti akan sukses dengan perusahaan baru muu ituu. Aku akan mendukung muu dengan mempromosikan produk muu di akun media sosial kuu."
Gisella merasa waktu nya sudah terlalu lama bersama dengan Dokter Rivan.
"Dokter Rivan, aku harus segera pulang. Aku sangat merindukan sekali Tiara dan aku berterima banyak sekali dengan makanan ini dan membuat aku sangat kenyang sekali."
Dokter Rivan melihat senyuman yang begitu sangat manis dari Gisella.
"Baiklah, ayo sekarang kita bersiap untuk pergi dari tempat ini."
Dokter Rivan dan Gisella segera pergi dan orang kepercayaan Rossalinda pun kembali mengikuti Gisella dan Rivan.
Seketika Dokter Rivan menyadari kecantikan Gisella.
Gisella yang menyadari bahwa dirinya yang sedang di perhatikan oleh Dokter Rivan.
"Apakah ada yang salah dengan wajah kuu ini,? wajah lelah seharian beraktivitas di dalam rumah ber Ac dan di ajak untuk makan bersama tanpa berganti baju dan make up."
Dokter Rivan merasa sangat malu sekali ketika Gisella mengetahui jika dirinya memperhatikan nya.
"Kamu dan Laura adalah dua wanita yang sangat cantik sekali tapi sikap dan perilaku kalian yang berbeda jauh."
Mereka pun akhirnya sampai di depan rumah Gisella.
"Terimakasih banyak sudah mengantar aku sampai depan rumah, dan semoga saja kita bisa mengobrol bersama lagi."
Gisella pun membuka pintu mobil dan keluar dari mobil tersebut.
__ADS_1
Gisella berjalan menuju ke pintu rumah nya, dia membalikkan badan nya dan melambaikan tangan nya kepada Dokter Rivan.
"Astaga, dia sangat manis sekali. Bisa-bisa aku yang jatuh cinta kepada nya dan hilang sudah rencana ku bersama dengan Laura."
Dokter Rivan memilih untuk secepatnya pergi dari rumah tersebut.
"Dokter Rivan, apa yang sebenarnya kamu ingin manfaat kan dari aku ini. Tidak mungkin kamu mencintai ku dengan tulus karena aku bukan wanita kriteria muu."
Gisella masuk ke dalam rumah dan tiba-tiba saja Riana langsung menghampiri Gisella.
"Gisella, tadi Veronica datang ke sini. Dia mencari Rangga. Besok adalah hari pernikahan Rangga dengan Fransisca tapi Rangga yang tiba-tiba saja menghilang mereka berpikir jika Rangga pergi bersama dengan kamu."
Gisella pun memegang kepala nya dia merasa sangat pusing sekali ketika dia yang masih saja di anggap sebagai perebutan cinta Rangga.
"Aku akan mencoba untuk menghubungi nomer handphone Rangga Buu, aku tidak mau selalu saja menjadi tersangka hubungan Rangga dengan Fransisca."
Gisella memilih untuk keluar dari rumah nya, karena dia yang sangat emosional sekali.
Gisella tidak mungkin berbicara kencang di dalam kamar nya, karena nanti akan menggangu kenyamanan Tiara.
Gisella duduk di kursi depan rumah nya, dia di perhatikan oleh Ayah nya.
Gisella mengambil handphone nya dia pun mulai mencari nama kontrak Erlangga Rangga.
"Rangga kenapa sih kamu seperti ini, apa yang kamu lakukan membuat aku pusing. Kamu tidak memikirkan perasaan kuu, aku yang selalu menjadi tersangka di dalam hubungan muu dengan Fransisca."
Ketika Gisella mencoba untuk menelephone Rangga nomor handphone nya pun aktif.
*Hallo, Erlangga Rangga. Kamu sekarang di mana kamu harus pulang, besok adalah hari pernikahan kamu.*
*Aku ingin menikah dengan muu Gisella, aku ingin besok menikah dengan muu bukan dengan Fransisca.*
*Rangga, kamu membuat aku pusing. Kamu jangan sampai membuat aku menjadi tidak normal yaa karena selalu memikirkan kamu.*
*Gisella, aku akan membuat kamu bahagia bersama dengan Tiara. Aku akan membuat kamu menjadi ratu aku tidak akan pernah mengecewakan muu sayaaaaang.*
*Rangga, aku tidak mau tahu yaa. Kamu harus pulang dan besok menikah dengan Fransisca. Setelah kamu menikah dengan Fransisca maka kehidupan ku akan sedikit tenang karena kamu yang selalu saja mengganggu kuu*
__ADS_1
Gisella mengakhiri panggilan telephone dengan penuh perasaan emosi kepada Rangga.