Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *154*


__ADS_3

Laura sangat kesal sekali dia mencoba untuk menghubungi suami, dia ingin menceritakan semua nya.


Barra yang baru saja selesai berobat dia melihat panggilan telephone dari Laura yang terus menerus.


"Ada apa lagi sih Laura, kenapa dia menghubungi aku terus begini."


Barra pun memilih untuk menjawab panggilan telephone dari Laura.


*Hallo Laura, ada apa yaa.*


*Mas, aku sakit hati sama Mama kamu. Aku kesel sama Mama kamu.*


*Ada apa lagi Laura,? bukan kah kita sudah tidak satu rumah dengan Mama.*


*Bukan masalah itu Mas, kenapa Mama membuat bisnis baru dengan memakai Gisella untuk mengatur bisnis nya itu. Di saat perusahaan kosmetik ku sedang seperti ini, Mama kamu malah membuat bisnis baru dengan Gisella.*


*Laura, kamu mempunyai bisnis kosmetik yang sudah punya nama dan juga bisnis bucket bunga. Bisnis Mama dan Gisella itu kan baru. Belum tentu jadi pesaing bisnis kamu jadi kamu tenang saja yaa.*


*Tapi kenapa Mama membuat bisnis tampa memberitahu aku dulu, dia diam-diam di belakang aku.*


*Laura, maafkan aku yaa. Aku sekarang sedang berada di luar kota, selama beberapa hari. Ini sangat dadakan sekali. Kamu baik-baik yaa di Apartemen sendiri*

__ADS_1


Barra mengakhiri panggilan telephone dengan Laura.


"Apasih Mas Barra, langsung di matikan saja panggilan telephone nya."


Barra merasa sangat pusing sekali mendengar ucapan Laura.


"Kamu hanya membuat ku semakin pusing Laura, kamu tidak tahu sekarang Rangga yang sudah mengetahui tentang pernikahan ku dengan Gisella. Bagaimana jika dia membongkar nya ke media sosial, bisa hancur seketika perusahaan ku ini."


Barra yang masih merasa sakit di bagian wajah nya pun mencoba untuk menahan rasa sakit tersebut.


Barra memilih untuk pergi ke hotel yang sudah dia pesan kan.


"Kenapa sih ibu dan anak kedua nya membuat aku emosional sekali yaa, di saat seperti ini dia nggak ada buat aku loh. Dia memilih dengan kesibukan nya."


"Aku harus pergi ke mana yaa, aku harus menenangkan pikiran ini di mana."


Laura terdiam dengan segala permasalahannya.


"Bagaimana jika bisnis ku ini semakin menurun pendapatan, aku harus bagaimana. Aku tidak mau menikmati hasil dari kekayaan Mas Barra nanti Mama Rossa semakin merendahkan aku."


Laura memilih untuk pergi ke suatu tempat dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.

__ADS_1


Dan Laura hampir saja menabrak orang yang sedang menyeberang.


"Ahhhhhh, Astaga."


Laura sangat terkejut sekali dia langsung turun dari mobil nya.


"Heh Mbak, hati-hati yaa kalau bawa mobil nya. Jangan mentang-mentang orang kaya."


Laura pun langsung bergetar ketakutan sekali.


"Maafkan saya Pak, saya tidak berkonsentrasi dengan baik. Saya sedang banyak sekali masalah di hidup saya."


Laura meminta maaf sambil terus memohon kepada korban tersebut, dan korban tersebut memilih untuk pergi meninggalkan Laura.


Laura merasa sangat lemas sekali dia tidak tahu kenapa pikiran seperti ini.


"Lebih baik aku tidak melanjutkan perjalanan ku saja, ini sangat bahaya sekali untuk kuu."


Laura mencari tempat untuk dirinya duduk beristirahat.


Perut Laura terasa sangat kencang sekali, Laura terus mengelus perut nya itu.

__ADS_1


"Mommy tidak apa-apa kok sayaaaaang, kamu baik-baik yaa di perut Mommy."


Laura merasa sangat lemas sekali dia pun mengelus perut nya sambil melamun.


__ADS_2