
Keesokan harinya, Laura mencari kedua orang tuanya yang semalam datang tapi kenapa di pagi hari mereka tidak ada.
Laura pun menanyakan hal tersebut kepada Dokter Rivan.
"Rivan di mana ibu dan ayah,? apa mereka pergi tidak menemani aku lagi di sini."
Dokter Rivan merasa sangat binggung sekali bagaimana dia menjelaskan semuanya kepada Laura.
Tapi dia rasa Laura memang harus mengetahui nya.
"Laura, hari ini adalah hari pernikahan Barra dan Gisella. Mereka melakukan pernikahan sederhana dan menunda untuk resepsi."
Seketika Laura pun langsung terkejut ketika mendengar jika pernikahan tersebut tetap di gelar.
"Kamu tidak membohongi ku kan Rivan,? tidak mungkin Gisella bisa menikah ketika dia yang sedang seperti itu."
Laura seakan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Dokter Rivan.
__ADS_1
"Kamu tidak bisa memisahkan takdir, mungkin mereka berdua memang sudah di takdir kan untuk bersama."
Laura pun seketika langsung menangis dia seperti tidak rela jika Barra menikah dengan Gisella.
"Tidaaaaaak, jangan. Mereka berdua tidak bisa di persatu kan kembali."
Teriakan Laura membuat Dokter Rivan sangat sekali dan para suster pun langsung menghampiri Laura.
Ketika Laura yang sudah sangat sedih sekali karena pernikahan Barra dan Gisella, di tempat berbeda Gisella dan Barra sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Mereka melakukan pernikahan yang sangat sederhana sekali karena melihat kondisi fisik Gisella.
"Gisella, Laura sudah melahirkan anak kedua nya secara operasi Caesar dia sangat tampan sekali. Nanti jika kalian berdua tidak sibuk datang yaa untuk melihat nya, yaa walaupun belum tahu jika anak itu siapa Ayah nya."
Gisella yang lebih memilih untuk tidak memberitahu kepada orang tua terhadap sikap Laura kepada nya.
Gisella tidak mau orang tua nya yang menjadi membenci Laura , apalagi di saat kondisi Laura yang baru saja melahirkan.
__ADS_1
"Iya Buu, nanti aku pasti akan datang ke rumah sakit untuk melihat Kak Laura dan anak ke dua nya."
Suara Gisella terdengar sangat bergetar sekali dan membuat Barra memegang erat tangan Gisella.
"Yasudah yaa ibu dan ayah pergi dulu yaa, semoga kalian berdua selalu bahagia."
Gisella pun hanya bisa tersenyum manis kepada ke dua orang tuanya dan Barra mencoba untuk mengalihkan perhatian Gisella dengan mengajak Gisella ke dalam kamar nya dengan membawa Tiara juga.
"Tiara sayaaaaang, kamu mau cepat punya adik nggak sayang. Adik yang kembar yaa sayaaaaang lucu-lucu yaa sayaaaaang."
Tiara pun tertawa seperti mengerti apa yang di bicarakan oleh Papa nya, Gisella merasa sangat bahagia sekali dengan keluarga baru nya.
Sedangkan Laura dia seperti mengalami despresi berat ketika mendengar pernikahan Barra dan Laura.
Dokter Rivan hanya bisa mengelus dada nya ketika melihat kondisi Laura yang seperti ini.
"Bagaimana bisa Laura mengurus Genzy anak ke dua nya, sedang kan dia terus saja berteriak-teriak seperti ini."
__ADS_1
Orang tua Laura pun datang dia begitu sangat terkejut sekali dengan melihat kondisi Laura, Dokter Rivan pun mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada orang tua Laura.
Dan mereka berdua pun begitu sangat kecewa sekali dengan apa yang sudah di perbuatan Laura terhadap Gisella tapi Gisella yang lebih memilih untuk menutupi kesalahan Laura.