
Kedatangan Laura membuat Rossalinda terkejut tapi Laura mengabaikan tatapan mata Rossalinda dia memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar nya.
"Laura dia sudah kembali ke rumah ini lalu bagaimana dengan Gisella, apakah dia juga harus tinggal bersama di sini. Pernikahan Gisella dan Barra itu harus sembunyikan tapi aku juga kasihan kepada Gisella lebih baik untuk sementara Gisella tinggal di rumah ini saja."
Rossalinda meminta pembantu nya untuk menyiapkan kamar untuk Gisella.
"Mbak, tolong siapkan kamar yang nyaman yaa. Pokoknya harus bersih dan rapih yaa anggap saja itu kamar untuk saya."
Rossalinda ingin yang terbaik untuk Gisella dia tidak mau Gisella menjadi tidak nyaman ketika tinggal bersama dengan nya.
***
Gisella masih melihat Barra seperti masih sangat sedih sekali.
"Kak Barra, besok kita pulang kan. Aku mau istirahat duluan yaa Kak."
Ketika Gisella akan pergi tiba-tiba Barra menarik tangan Gisella dan membuat mereka saling berpelukan.
Gisella hanya bisa terdiam saja ketika Barra memeluk nya dengan sangat erat sekali.
"Gisella, bisakah kamu tetap bersama dengan aku di sini. Bisakah kamu betahan di pelukan kuu ini."
__ADS_1
Gisella menggangukan kepalanya sambil tersenyum.
"Gisella, perjuangan cinta ku dengan Laura sangat berat sekali. Aku mencintai Kakak kamu dengan sangat tulus sekali walaupun kisah cinta kita tidak di setujui oleh Mama Rossa tapi kita tetap bertahan."
Barra menangis di pelukan Gisella dia seperti melampiaskan semua yang ada di dalam hidup nya.
Barra pun melepaskan pelukan erat nya dia memandangi wajah Gisella.
"Kak, aku janji mungkin dengan nanti aku bisa hamil dan memberikan kalian berdua anak. Kebahagiaan kalian berdua akan di mulai mungkin nanti jika hadirkan seorang bayi diantara kalian berdua. Kak Laura akan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga yang mengurus suami nya dan juga anak nya."
Gisella menghapus air mata Barra dia mencoba untuk menyemangati Barra.
Barra mencium kening Gisella dan tersenyum manis kepada Gisella.
"Terimakasih banyak ya Gisell, sekarang lebih baik kita mempersiapkan barang-barang yang akan kita bawa besok."
Barra mulai mengeluarkan koper nya karena keberangkatan mereka berdua yang mengambil waktu pagi.
Gisella masih terdiam dan memegang kening nya.
"Kak Barra sudah berani mencium kening aku sekarang."
__ADS_1
Gisella memilih untuk naik ke atas ranjang dia hanya memperhatikan Barra yang sibuk memasukkan barang-barang nya.
Barra memperhatikan Gisella yang hanya terdiam saja di atas kasur.
Barra pun memilih untuk menghampiri Gisella.
"Apakah kamu ingin cepat-cepat pulang,? ayo masukkan barang-barang kamu ke dalam koper supaya besok kita langsung berangkat."
Gisella menggelengkan kepalanya dia pun memilih menarik selimut nya.
"Aku tidur duluan yaa, supaya bisa cepat-cepat besok."
Gisella memilih untuk tidur daripada beres-beres koper nya.
Barra pun langsung menghampiri Gisella dia menarik selimut Gisella sehingga membuat Gisella langsung terbangun.
Gisella dan Barra pun saling bertatapan wajah dan membuat Barra tersenyum manis kepada Gisella.
"Ayo kita lakukan lagi sebelum kita pulang, semoga saja bulan depan menghasilkan benih-benih cinta."
Barra memilih untuk mematikannya lampu kamar nya.
__ADS_1