Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 62.


__ADS_3

Keesokan harinya Gisella sudah siap dengan barang-barang bawaan nya.


Dia bangun sangat pagi sekali agar bisa berpamitan di saat semua nya sedang berkumpul.


Laura terbangun dari tidurnya dia membuka pintu kamar nya dan melihat Barra yang tertidur pulas di sofa.


"Astaga Mas Barra kenapa kamu tidur di sofa sih."


Laura mencoba untuk membangunkan Barra karena dia tidak mau Mama Rossa sampai melihat nya.


"Mas, ayo cepat bangun Mas. Jangan tidur di sofa ayo masuk ke kamar."


Barra terbangun dari tidurnya dia melihat wajah Laura yang begitu sangat ketakutan sekali.


Akhirnya Barra pun langsung terbangun dan masuk ke dalam kamar nya.


"Mas, maafkan aku yaa. Kamu jadi tidur di sofa seperti itu."


Wajah Laura seperti sangat menyesal sekali melakukan nya.


"Kamu tidak usah meminta maaf, di saat kamu tidak peduli ada Gisella yang memperhatikan kuu."

__ADS_1


Barra memilih langsung pergi mandi, perkataan Barra membuat hati Laura terluka.


"Apakah ini tanda nya Gisella akan mengantikan posisi ku di sini."


Laura memilih mengganti baju nya dia berniat untuk pergi ke kantor.


Barra dan Laura berjalan menuju ke meja makan yang sudah di tunggu oleh Rossalinda.


"Kemana Gisell, tidak seperti biasa nya dia bangun siang seperti ini. Barra cepat kamu datangi kamarnya Mama hawatir sekali dengan kondisi Gisella."


Barra pun langsung beranjak dari tempat duduk nya, tapi ketika dia hendak menghampiri Gisella.


"Gisella kamu mau kemana,? dengan membawa barang-barang seperti itu."


Barra langsung menghampiri Gisella.


"Aku mau pulang Kak, aku lebih memilih tinggal bersama dengan Ibu dan Ayah saja. Aku merasa kehadiran aku di sini hanya membuat rumah tangga Kakak menjadi seperti ini."


Rossalinda tidak terima ketika Gisella memilih untuk pergi dari rumah nya, dia sudah sangat menyukai Gisella.


"Kenapa kamu harus pergi Gisell, sudah kamu tinggal bersama dengan kita di sini."

__ADS_1


Laura hanya bisa terdiam saja ketika Gisella hendak pergi dari rumah.


"Aku berterimakasih kepada Mama Rossa yang bersikap baik sama aku, dan jika nanti bulan depan aku hamil. Aku pasti akan memberikan kabar tersebut."


Barra melihat Laura yang hanya terdiam saja ketika melihat Gisella pergi.


"Laura,? kenapa kamu hanya diam begitu saja. Di saat kedatangan Gisella pertama kali ke rumah ini pun kamu tidak menyapa Gisella dan sekarang kamu hanya terdiam saja ketika Gisella akan pergi."


Barra mulai terbawa emosional dengan sikap Laura yang berubah ketika mereka berdua sudah menikah.


"Aku harus bagaimana,? jika memang dia sudah merasa tidak nyaman yasudah tidak harus di paksakan."


Gisella meneteskan air mata nya, dia teringat kembali dengan apa yang di lakukan oleh Laura ketika dulu dirinya menginginkan pernikahan ini.


"Apakah ini yang Kakak inginkan pernikahan ku dengan Kak Barra, sekarang aku sudah menikah dengan Kak Barra kenapa Kakak seperti membenci aku seperti itu Kak."


Gisella mulai tidak bisa menahan rasa kesalnya dengan keegoisan Laura.


"Jika berujung seperti ini, aku menyesal telah mengikuti apa yang Kakak inginkan. Aku kehilangan Rangga Kaa dia akan menikahi kuu tapi apa demi Kakak aku memilih untuk menikah dengan Kak Barra."


Rossalinda memandangi wajah Gisella dia seperti meluapkan semua perasaan di hati nya.

__ADS_1


__ADS_2