Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *190*


__ADS_3

Ketika Gisella memperhatikan mobil Barra dan Laura pergi dia melihat ada mobil yang berwarna putih di belakang yang jarak nya cukup jauh dengan halaman rumah nya.


"Mobil siapa itu yaa, melihat mobil Kak Barra pergi tidak lama mobil tersebut pun ikut pergi. Apakah itu mobil Rangga tapi aku rasa tidak mungkin, seperti nya aku mulai mencurigai Dokter Rivan."


Gisella menutup rapat gorden jendela kamar nya, dia pun bersandar pada tempat tidur nya.


"Aku harus mencari tahu sebenarnya ada dengan Kak Laura, dia seperti lebih overprotektif sekali dengan Kak Barra. Dan kenapa juga Dokter Rivan tiba-tiba meyakinkan bahwa dia menyukai kuu."


Gisella hanya bisa terdiam sambil memikirkan apa yang di rasakan.


Mobil Laura masih ada di halaman rumah orang tua nya, Laura pergi dengan menggunakan mobil Barra.


Di mobil mereka berdua pun masih saja bertengkar, Laura masih saja berteriak-teriak kencang seperti orang yang tidak normal.

__ADS_1


"Mas kamu sekarang mulai mencintai Gisella kan,? kamu datang bukan untuk anak mu itu kan itu hanya alasan saja agar kamu bisa berduaan dengan Gisella di kamar. Tadi aku lihat kamu dan Gisella saling bertatapan wajah dan senyum, ingat Mas Gisella itu sudah bukan istri kamu. Setelah kelahiran anak itu maka semua nya sudah selesai sudah tidak ada lagi hubungan di antara kalian berdua."


Barra merasa sangat pusing sekali ketika Laura yang selalu berpikir negatif terhadap dirinya.


Laura selalu saja tidak percaya dengan suami nya sendiri.


Barra memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba dan Rivan pun juga menghentikan mobil nya.


"Stop Lauraaaaaaa, Stoooop. Kenapa kamu selalu saja berpikiran negatif terhadap aku dan Gisella. Jika aku mencintai Gisella aku akan langsung menikah dengan nya dan meninggalkan kamu dari sejak awal Gisella mengandung anak pertama kuu. Tapi aku tetap bertahan kan sama kamu walaupun sikap egois kamu dan overprotektif kamu, aku tetap setia dengan kamu."


"Tapi ingat yaa Laura, jika kamu menghianati pernikahan kita ini. Aku tidak hanya akan menceraikan kamu tapi aku tidak akan pernah mau mengenal nama kamu lagi. Mengerti kamu Laura."


Barra kembali mengendarai mobil nya dan Laura seketika memegang perut nya.

__ADS_1


Laura sangat takut sekali jika Barra mengetahui apa yang sudah di lakukan nya dengan Rivan.


Menghabiskan malam bersama sampai melakukan hal yang tidak pantas bagi Laura yang berstatus sebagai seorang istri.


Laura begitu sangat ketakutan sekali dia berharap dia tidak hamil dulu.


Rivan yang melihat mobil Barra yang tiba-tiba terhenti dan maju kembali pun dia hanya bisa tersenyum.


"Aku menginginkan perpisahan kalian berdua, sebernarnya apa yang membuat Barra mau bertahan hidup bersama dengan Laura. Barra yang terlalu lemah dan mengikuti apa yang di inginkan oleh Laura. Tapi bagaimana jika Barra mengetahui jika Laura pernah tidur dengan lelaki lain, aku harus bisa membuat Laura hamil karena hanya dengan cara itu Laura berpisah dengan Barra."


Rivan memilih memutar balik kan mobil nya, karena dia merasa sangat puas sekali sudah melihat Laura dan Barra bertengkar.


Rivan tidak akan pernah menyerah untuk bisa mendapatkan cinta dari Laura.

__ADS_1


Dia akan terus berjuang untuk bisa bersama dengan Laura, apapun cara nya.


__ADS_2