
Laura masih saja terdiam dia seperti tidak menyangka akan seperti ini jadi nya.
"Laura, kamu itu kenapa sih?. Dulu kamu yang memohon kepada Gisella agar dia mau menikah dengan Barra dan sekarang ketika mereka berdua sudah menikah kamu membenci Gisella tampa sebab seperti ini."
Rossalinda menghampiri Laura dia ingin sekali mendengar penjelasan dari Laura.
"Kenapa kamu diam Laura, kamu jelaskan semuanya jangan seperti ini."
Laura menghelakan nafas panjang dan dia mulai bisa berbicara kepada Rossalinda.
"Seperti nya aku bukan wanita yang tegar dan sempurna, kenyataan aku sakit hati melihat kebersamaan Gisell dengan Mas Barra di villa itu. Aku tidak menyangka jika Mas Barra bisa secepat itu menyentuh Gisella apakah itu tandanya Mas Barra dengan mudah nya melupakan aku sebagai istri nya."
Tangisan Laura pecah ketika dirinya mengatakan hal tersebut kepada Rossalinda.
"Laura Renita, Gisell kita bayar agar dia bisa memberikan keturunan untuk kalian berdua. Semakin cepat Barra dan Gisella bersama maka semakin cepat dia bisa hamil."
__ADS_1
Rossalinda menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Laura kamu itu bodoh sekali yaa, jika kamu ingin secepatnya bersama dengan Barra. Gisella dan Barra harus di perdekat bukan di buat jauh seperti ini karena kamu tahu kan jika Barra itu milik kamu selamanya."
Tangisan Laura semakin kencang ketika mendengar perkataan dari Rossalinda.
"Oke, kalau sekarang kamu egois dengan apa yang kamu inginkan. Sekarang secepatnya kamu berikan anak kepada Barra, memperhatikan Barra saja kamu tidak pernah waktu kamu hanya untuk bisnis kamu saja seperti Barra tidak bisa membelikan sesuatu saja."
Rossalinda pun langsung pergi meninggalkan Laura dengan sangat emosional.
"Ahhhhhh, kenapa semua nya jadi begini. Aku harus meminta maaf kepada Mas Barra, aku memang kurang perhatian kepada nya."
Rossalinda memperhatikan Laura pergi begitu saja.
"Mau pergi ke mana dia, aku kesal sekali dengan dia. Padahal kenapa dulu Barra harus bertemu dengan Laura kenapa dia tidak bertemu dengan Gisella saja."
__ADS_1
Laura mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.
"Aku harus bicara apa dengan Gisell, dia pasti sangat kecewa sekali dengan sikap ku dengan nya. Tapi sebenarnya sikap ku ini wajar saja kan karena tidak mungkin ada wanita yang rela melihat suami dengan cepat langsung tidur bersama dengan wanita lain. Walaupun aku tahu mereka berdua sudah menikah tapi Mas Barra selalu bilang dia cinta aku tapi ahhhhhhhhh kesal sekali aku mengingat nya."
Laura pun sampai di depan rumah nya, dia melihat Gisella sedang bersama dengan orang tua di toko bunga.
Laura pun turun dari mobil nya dan mencoba untuk menenangkan pikiran nya dia tidak mau emosional di hadapan orang tua nya.
Gisella terkejut melihat Laura yang datang ke sini, Gisella yang masih kesal dengan sikap Laura memilih untuk pergi.
"Buu, aku ke kamar dulu yaa buuu. Aku cape banget ingin istirahat di kamar aku jauh lebih nyaman."
Gisella pun langsung pergi tapi Laura mengejar Gisella.
"Gisell, Kakak ingin bicara dengan kamu sebenar saja."
__ADS_1
Gisella melepaskan paksa genggam erat tangan Laura.
"Kak, aku harus pulang ke mana lagi Kak. Kakak mau nyuruh aku untuk pergi dari rumah Ibu dan Ayah."