Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *140*


__ADS_3

Barra mencoba untuk membawakan makanan dan buah-buahan untuk Laura.


Barra masuk ke dalam kamar nya, dan dia melihat istrinya sedang memainkan handphone nya.


"Mas, aku sangat hawatir sekali ketika perusahaan ku di kelola oleh Asisten pribadi kuu. Aku rasa akan ada penurunan produksi kosmetik dan sangat menghawatirkan hal tersebut."


Barra mengambil handphone Laura dan menyimpan nya.


"Sudah yaa, jangan dulu membahas tentang masalah perusahaan. Sekarang makan lah yang banyak yaa."


Barra pun menyuapi Laura dengan penuh kasih sayang dan membuat hati Laura merasa sangat senang sekali karena mendapatkan perhatian dari suami nya.


"Terimakasih banyak yaa Mas, kamu baik sekali mau melayani aku."


Barra hanya tersenyum saja kepada Laura, dia belum mau mengatakan rencana nya kepada Laura.


Karena Barra melihat Laura yang sangat lahap sekali makan nya, melihat Laura yang sudah selesai makan.


Barra memulai pembicaraan nya bersama dengan Laura.

__ADS_1


"Laura, menurut aku. Dari pada kamu memberikan sepenuhnya perusahaan kepada orang lain atau Asisten pribadi kamu. Lebih baik kamu berikan kepada Gisella, aku rasa dia mampu untuk sementara menggantikan posisi kamu. Kamu bisa mengajarkan nya dan Gisella di sini dia sebagai seorang pekerja yang bisa kamu gajih."


Seketika ekspresi laura langsung berubah ketika mendengar perkataan itu dari suaminya.


"Maksud kamu yaa Mas, dengan mudah nya kamu mempunyai pikiran seperti itu. Yaa aku akui Gisella memang sangat pintar dari kecil dia siswa yang berprestasi tapi tidak semudah itu aku memberikan perusahaan ku ini kepada Gisella walaupun hanya beberapa saat saja. Aku lebih percaya kepada Asisten pribadi ku dari pada Gisella."


Laura yang menarik selimut nya, dia seakan tidak mau melihat wajah suaminya.


Barra pun yang tidak mau berdebat dengan Laura memilih untuk pergi dari kamar Laura.


"Jangan lupa di minum vitamin yaa, selamat beristirahat Laura. Semoga saja tensi darah mu tidak naik."


Barra menutup rapat pintu kamar nya, dia merasa ingin menenangkan perasaan hati nya.


Ketika Barra keluar dari rumah nya dia melihat ibu mertua nya yang sedang duduk sambil melamun.


"Seperti nya Ibu sedang memikirkan Gisella dan Laura, kenapa aku tidak tega ibu berada di sini yaa. Lebih baik aku segera mendatangkan suster untuk merawat Laura."


Barra pun berjalan menuju ke mobil nya, dia pun menjalankan mobil nya.

__ADS_1


Suasana yang sangat panas sekali membuat Barra memikirkan Gisella.


"Gisella, semoga saja kamu tidak kepanasan yaa. Semoga saja dia masih berada di rumah murid nya."


Ternyata apa yang di pikiran oleh Barra benar terjadi, Gisella sedang menunggu kendaraan umum untuk pulang.


Gisella begitu sangat kepanasan sekali ketika dia menunggu kendaraan umum yang lewat.



"Astaga itu kan Gisella, kasihan sekali dia kepanasan seperti itu."


Barra pun langsung memberhentikan mobilnya di pinggir Gisella.


Barra membuka kan jendela mobil nya dan Gisella pun langsung melihat wajah Barra.


"Gisella, ayo cepat masuk lah ke dalam mobil. Di luar sangat panas sekali."


Gisella terdiam sambil memikirkan perkataan Barra, dia memang merasa sangat kepanasan sekali.

__ADS_1


"Ayolah Gisell cepat lah masuk, tidak usah banyak berpikir lagi."


Gisella pun akhirnya masuk ke dalam mobil Barra dengan sangat terpaksa.


__ADS_2