Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *184*


__ADS_3

Laura dan Barra sampai di Apartemen, jika Barra ingin menyentuh Laura. Laura menepis tangan suami nya tersebut.


"Aku ingin mandi Mas, membersihkan badan aku yang sangat kotor ini."


Laura pergi ke kamar mandi dia membiarkan tubuh nya di siram oleh shower air.


Laura merasa jika tubuh sangat kotor sekali, dia menagis sambil membersihkan tubuh nya.


Barra memperhatikan sikap Laura yang tidak seperti biasa nya.


"Ada apa dengan Laura, kenapa dia seperti sangat sensitif sekali."


Barra duduk di sofa dia membuka handphone nya dan melihat setatus media sosial Rivan.


~Aku menemukan muu kembali, kembali untuk bisa bersama dengan kuu seutuhnya ~


"Seperti nya Dokter Rivan sudah menemukan wanita pilihan nya, semoga saja dia bisa segera menikah."


Barra pun merasa sangat rindu sekali dengan Baby Tiara.


"Ahhhhhhh, kenapa aku selalu memikirkan Tiara. Wajarlah aku merindukan nya kembali tapi tidak mungkin aku bisa melihat nya kembali, Laura pasti sangat marah sekali."


Barra sudah 30 menit menunggu Laura untuk mandi, dia pun menghampiri Laura.

__ADS_1


"Laura, kamu baik-baik saja kan di dalam. Kenapa sangat lama sekali kamu mandi."


Laura menghabiskan satu botol sabun cair nya dan shampo, dia sangat ingin sekali menghilangkan aroma tubuh Rivan seakan terus saja dia rasakan.


Laura pun akhirnya mengakhiri mandi nya dan keluar.


"Kamu sangat harum sekali Laura,? apakah kamu memakai satu botol parfume di tubuh muu. Aroma sangat menyengat sekali."


Barra menghampiri Laura dia seperti ini melakukan sesuatu bersama nya.


Barra terus memeluk tubuh Laura yang sangat harum sekali.


"Tidak hanya satu botol sabun, aku juga menghabiskan satu botol sabun dan shampo."


"Kenapa kamu sampai harus melakukan nya, padahal kamu tidak bau loh sayaaaaang. Kamu selalu bersih dan menjaga kebersihan kulit wajah dan tubuh kamu."


Laura tersenyum tipis kepada Barra.


"Biarlah saja Mas, aku ingin membersihkan tubuh kuu ini."


Laura pun mengambil baju dan Barra kembali menghampiri Laura.


Laura merasa belum bisa memberikan keinginan suami nya malam ini.

__ADS_1


Dia masih merasakan apa sudah di lakukan oleh Rivan kepada nya sebelum nya.


"Mas, maafkan aku seperti nya malam ini aku tidak bisa memuaskan kamu. Aku ingin beristirahat aku sangat cape sekali."


Barra memang melihat wajah lelah Laura.


"Yasudah tidak apa-apa sekarang bagaimana kalau kita duduk berdua sambil meminum Coffe hangat, aku akan membuat kan nya yaa sebentar."


Barra pergi untuk membuat kan Coffe sedangkan Laura duduk santai di sofa.


Laura mengambil handphone nya dan dia membaca setatus media sosial milik Rivan.


"Apa maksud dia membuat setatus seperti itu, dan begitu percaya diri sekali dia bisa mendapatkan cinta kuu."


Laura melemparkan handphone nya dia sangat kesal sekali dan Barra pun menyimpan dua gelas Coffe hangat tersebut.


Barra mengambil handphone Laura yang dia lempar kan, Laura pun langsung terkejut ketika Barra mengaktifkan handphone nya.


"Kamu membaca setatus media sosial milik Dokter Rivan, seperti dia sekarang sudah menemukan wanita pilihan hati nya. Semoga saja mereka berdua bisa bahagia bersama."


Laura pun terdiam ketika mendengar perkataan suami nya yang seperti mendoakan Rivan bersama dengan dirinya.


Laura memilih untuk meminum Coffe hangat tersebut, dan Barra pun tersenyum manis kepada Laura.

__ADS_1


__ADS_2