Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode #235#


__ADS_3

Ketika Laura hendak menancapkan pisau tersebut ke bagian perut Gisella, tiba-tiba saja dia mengalami kontraksi kandungan.


Air ketuban Laura pun langsung keluar dan Gisella begitu sangat terkejut sekali dia pun langsung berteriak-teriak memanggil nama Laura.


Laura pun sampai terjatuh menahan rasa kesakitan nya, dia memegang perut nya yang seperti akan melahirkan.


Handphone Laura pun berdering kencang dan beruntungnya Laura masih bisa menjawab panggilan telephone dari Dokter Rivan.


Laura pun dengan suara bergetar dia mengatakan alamat lokasi nya sekarang.


"Dokter Rivan, tolong akuuuuuu. Aku Gisella tolong aku cepat datang."


Karena mengetahui itu adalah Dokter Rivan, Gisella pun berteriak-teriak kencang.


Dokter Rivan yang mendengar suara Gisella dia pun langsung pergi ke alamat tersebut, kebetulan lokasi nya tidak jauh dengan Apartemen milik Laura.


"Seperti nya Laura merasakan kontraksi dia mau melahirkan, astaga Laura dengan hamil besar seperti ini kamu masih bisa mencelakakan adik kandung kamu sendiri."


Dokter Rivan pun akhirnya sampai di tempat tersebut, sebuah rumah kosong yang sangat kumuh sekali.

__ADS_1


Laura terus saja mengeluh kesakitan tetapi Gisella tidak bisa berbuat apa-apa karena tangan dan kaki nya yang di ikat kencang sekali.


Dokter Rivan pun mendobrak pintu tersebut dan akhirnya dia bisa masuk dan langsung melihat Laura yang sedang berbaring di lantai dengan pakaian yang sudah basah karena air ketuban yang sudah pecah.


Dokter Rivan melihat Gisella dia dengan sangat cepat sekali membuka ikatan Gisella.


"Terimakasih banyak, cepat bawa dia ke Rumah Sakit. Biarkan aku pergi bersama dengan calon suami kuu."


Dokter Rivan pun memberikan Handphone nya kepada Gisella untuk bisa menghubungi Barra.


Dokter Rivan langsung membawa Laura karena dia sangat hawatir Laura mengalami kekeringan air ketuban yang sudah banyak keluar.


*Hallo Dokter Rivan bagaimana,? apakah kamu sudah menemukan Laura dan juga Gisella.*


Dengan suara yang menahan tangisnya, Gisella pun berbicara dengan Barra.


"Kaaa, tolong jemput aku Kaa. Aku sangat takut sekali. Nanti aku kirimkan lokasi nya.*


Gisella langsung mengakhiri panggilan telephone nya, dia tidak habis pikir dengan apa yang sudah Laura lakukan dengan nya.

__ADS_1


"Astaga Laura, apa yang sudah kamu lakukan kepada Gisella."


Setelah menerima alamat yang di kirimkan oleh Gisella, Barra langsung menuju ke tempat tersebut.


Gisella terus saja mengatur nafas nya dia masih merasa ketakutan sekali, tangan nya pun masih bergetar.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Barra pun datang dia keluar dari mobil nya dan langsung berlari menghampiri Gisella.


Barra memeluk erat tubuh Gisella, dan Gisella pun menangis di pelukan Barra.


"Kamu tenang yaa sayang tenang, kamu sekarang sudah aman bersama dengan aku yaa."


Barra merasakan ketakutan yang luar biasa sekali yang Gisella rasakan, Barra juga terus saja mencium kening Gisella.


Barra mengajak Gisella untuk segera masuk ke dalam mobil nya, dia ingin sekali langsung membawa Gisella sampai di rumah nya.


Di perjalanan menuju ke rumah nya, Gisella terus saja menangis dan membuka Barra tidak berani untuk menanyakan apa yang sudah terjadi terhadap Gisella.


Mereka pun akhirnya sampai di rumah dan Gisella memilih untuk langsung berlari menuju ke kamar nya mengunci pintu kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2