Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 31.


__ADS_3

Laura dengan sangat cepat sekali meninggalkan tempat tersebut, Barra yang akan menyusul Laura di tarik tangan nya oleh Rossalinda.


"Untuk apa kamu mengejar nya, lihat di samping kamu ada Gisella. Kamu sudah mengucapkan janji suci kepada nya kan,"


Rossalinda pun melepaskan genggaman tangan nya.


"Mama pergi sekarang yaa, kalian berdua bisa saling berbicara dan pengenalan satu dengan lain nya."


Rossalinda meninggalkan Barra dan Gisella di villa tersebut.


Melihat semua nya pergi Gisella memilih untuk masuk ke dalam kamar yang sudah di siapkan.


"Aku mau ganti baju dulu di kamar, kamu jangan masuk dulu yaa."


Gisella masuk ke dalam kamar tersebut dan dia pun merasa sangat terpesona sekali melihat kamar tersebut.


Kamar yang sangat indah sekali di hiasi bunga-bunga di atas sprei dan lilin yang berbentuk love.


"Rangga, seandainya ini adalah malam pertama pernikahan kita berdua. Aku pasti sangat senang sekali."

__ADS_1


Gisella mencoba untuk membuka sendiri baju tersebut dia merasa sangat kesulitan sekali tapi di villa tersebut hanya ada dirinya dan Barra saja.


"Aku tidak mungkin meminta Mas Barra yang itu tidak mungkin aku harus bisa sendiri."


Barra memilih untuk diam sejenak di luar dia masih memakai baju pengantin.


"Aku merasa sangat tidak nyaman sekali memakai baju ini, Gisell apa dia sudah selesai yaa menggati baju nya hmmmm lebih baik aku pergi ke kamar."


Barra tidak mendengar suara Gisella dia merasa Gisell sedang tidak berada di dalam kamar nya.


Barra pun memilih untuk langsung membuka pintu kamar tersebut dan ternyata Gisella belum selesai membuka baju tersebut.


"Aku kesulitan untuk membuka gaun pengantin ini jadi membuat waktu lama."


Barra menghampiri Gisella dia membantu untuk membantu Gisella.


"Kamu diam yaa jangan berpikir negatif, aku hanya ingin membantu kamu saja. Walaupun sampai aku harus melihat semua sama saja."


Gisella pun merasa sangat gugup sekali ketika Barra membuka gaun pengantin tersebut dan Barra pun langsung mengambil piyama yang sudah di sediakan.

__ADS_1


Terlihat sangat jelas sekali tubuh mulus putih Gisella walaupun dia masih memakai baju yang transparan.


Gisella pun masuk ke dalam kamar mandi yang di sediakan di kamar nya, dia memakai piyama tersebut.


Melihat Gisella yang masuk ke kamar mandi untuk menganti baju, Barra memilih untuk menganti pakaian di kamar nya saja.


Gisella selesai memakai piyama tersebut dan piyama ini sangat pas sekali dengan tubuh nya membuat Gisella merasa sangat risih sekali.


"Apakah malam ini aku akan langsung melakukan nya, hmmmmm aku merasa belum siap untuk bisa melakukan nya "


Gisella terus saja memandangi wajah cantik di cermin dia menghapus make up yang masih menempel di wajah nya.


"Aku harus bagaimana yaa, apa aku harus bilang kepada Kak Barra jika aku benar-benar belum bisa melakukan nya langsung."


Gisella merasa sangat begetar sekali dia tidak bisa membayangkan hal tersebut terjadi kepada dirinya.


"Tapi aku sudah mendapatkan uang 100 juta tersebut, dan sekarang aku sudah resmi menjadi seorang istri."


Gisella mencoba untuk terus mencuci wajah nya, dia mencoba untuk menenangkan pikiran nya dan membuka pintu kamar mandi tersebut mencoba untuk menghampiri Barra.

__ADS_1


__ADS_2