Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (115)


__ADS_3

Rangga pulang ke rumah nya dan tidak seperti biasanya Mama sudah berada di depan pintu kamar nya.


Rangga terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan dan Mama Rangga sangat menyayangi Gisella di saat mereka berdua masih berpacaran.


"Baru pulang dari mana kamu Rangga,? teman Mama melihat kamu bersama dengan Gisella. Kenapa kamu masih bersama dengan dia yang sudah menikah, kamu jangan buat Mama malu jangan sampai kamu merusak rumah tangga Gisella."


Rangga mengabaikan ucapan Mama nya, dia memilih langsung pergi ke dalam kamar nya.


"Rangga, Mama belum selesai bicara kenapa kamu langsung masuk ke dalam kamar begitu saja."


Mama Rangga pun merasa sangat hawatir sekali dan mencoba untuk menemui Gisella.


"Sebaiknya aku menemui Gisella saja, aku tidak mau Rangga kembali bersama dengan Gisella. Apalagi Rangga menjadi penyebab rumah tangga Gisella bermasalah, Gisella sudah menghianati Rangga tapi Rangga yang masih saja berharap besar dengan Gisella."


Veronica pun langsung pergi menuju ke rumah Gisell tampa sepengetahuan Barra.


Gisella yang sedang merasakan keram di perut nya pun harus berhadapan dengan Veronica.


Veronica sampai di rumah Gisella dan dia melihat toko bunga yang berada di samping rumah Gisella.


Veronica mengabaikan toko bunga tersebut dia berjalan menuju ke pintu rumah Gisella.


Veronica menekan tombol bell berkali-kali.


Gisella yang mendengar suara bell pun membuat nya untuk memaksa diri untuk bangun dari tidur nya.


"Siapa yaa ituu apa mungkin itu Rangga yaa."


Gisella dengan sangat perlahan keluar dari kamar nya dan turun tangga menuju ke pintu.


Gisella membuka pintu tersebut dan sangat terkejut sekali ketika melihat Veronica yang ada di hadapannya.


"Tante Vero, silahkan masuk Tante."


Veronica pun langsung masuk dan memperhatikan Gisella yang seperti sedang sakit.


"Gisella, kamu sudah mempunyai suami kan. Tapi kenapa kamu selalu bersama dengan Rangga. Bagaimana jika suami kamu mengetahui nya dan Rangga yang tersalahkan."


Gisella terdiam sambil memegang perut nya.


"Rangga akan Tante jodoh kan dengan wanita pilihan Tante, jadi Tante mohon kamu jangan lagi bersama dengan Rangga. Walaupun Rangga yang menemui kamu tolong tolak ingat kamu yang sudah mempunyai suami."

__ADS_1


Veronica yang sudah merasa sangat puas dia pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.


"Kalau begitu Tante permisi pulang yaa."


Veronica pun langsung pergi dari rumah Gisella.


"Dulu Tante Veronica begitu sangat baik dan perhatian sekali dengan ku, tapi sekarang semua nya langsung berubah karena aku yang menjalani pernikahan kontrak ini."


Gisella pun meneteskan air mata nya.


"Gisella, kamu harus kuat jangan sedih seperti ini. Kamu jangan lemah ingat ada bayi yang sedang kamu perjuangan."


Gisella pun memilih untuk kembali ke kamar nya untuk beristirahat.


Gisella mengelus perut nya sambil memikirkan perkataan Veronica yang berkata jika Rangga akan di jodohkan.


"Rangga, semoga wanita pilihan Mama kamu menjadi cinta terakhir kamu. Dan kamu bahagia bersama dengan nya."


Gisella menginginkan yang terbaik untuk Rangga di saat dirinya menghianati cinta Rangga yang tulus sekali kepada nya.


***


Terlihat sekali wajah ayah Laura yang begitu sangat sedih sekali.


"Buu, pernikahan ini seperti harus secepatnya di akhiri. Ayah pun merasa sangat binggung sekali Laura dan Gisella adalah anak kita, jika pernikahan ini terus di lanjutkan kasihan Laura tapi jika pernikahan ini di hentikan bagaimana dengan nasib Gisella ke depan nya."


Riana pun di buat tidak bisa berpikir sama sekali.


"Gisella sudah berniat untuk mengembalikan uang tersebut kepada keluarga Barra, Gisella akan mengurus anak nya sendiri Tampa Barra."


Ayah Laura pun seketika langsung melamun apa yang akan di katakan oleh tetangga ketika Gisella yang baru saja menikah 3 bulan dan dalam keadaan hamil sudah harus berpisah dengan suaminya.


"Di sini kita harus mendukung Gisella, Karena jika hal ini terjadi Laura tidak akan lagi banyak pikiran dia pasti akan tenang."


Mereka berdua pun masuk ke dalam taksi online, di perjalanan menuju ke rumah Riana terus memikirkan masalah ini.


Sampai di rumah pun Riana langsung menghampiri Gisella.


Terlihat Gisella yang duduk di atas kasur nya sambil melamun memikirkan kehidupan nya.


Riana duduk di samping Gisella sambil memeluk erat Gisella.

__ADS_1


"Nak, kamu yang sabar yaa untuk menghadapi hari-hari mu ini yang sangat berat sekali. Ibu selalu berdoa yang terbaik untuk kamu sayang."


Gisella pun menatap wajah ibu nya.


"Apa yang terjadi dengan Kak Laura Buu,? bagaimana kondisi nya sekarang."


Gisella terlihat sangat hawatir sekali dengan kondisi Kakak nya tersebut.


"Laura mengambil hipertensi, tekan darah nya begitu sangat tinggi sekali. Dia tidak boleh banyak pikiran dan harus selalu tenang pikiran nya."


Gisella pun tersenyum sambil memegang perut nya.


"Ini semua pasti karena aku, besok setelah cek kandungan aku akan menemui Kak Laura. Dan aku akan bicarakan semuanya, semoga saja ini akan membuat kondisi kesehatan Kak Laura membaik."


Riana membelai rambut panjang Gisella dia merasa sangat tidak tega melihat Gisella yang harus berkorban kembali.


"Nak, kamu yang sabar yaa sayang kamu yang kuat yaa sayaaaaang."


Riana menangis di hadapan Gisella dia tidak kuasa menahan air mata nya.


"Sudah yaa Buu jangan menagis seperti ini yaa, aku baik-baik saja kok. Aku kuat semua demi anak yang ada di dalam kandungan ku ini."


Gisella memaksakan untuk tersenyum manis kepada ibu nya.


"Yasudah yaa buuu, aku sekarang mau beristirahat dulu yaa. Dan mulai sekarang aku tidak akan lagi bertemu dengan Rangga karena Rangga akan segera bertunangan dengan wanita pilihan keluarga nya."


Gisella pun langsung terbaring di tempat tidur dan menarik selimut nya.


Riana pun sangat terkejut sekali ketika mendengar Rangga yang akan di jodohkan oleh orang tua nya.


Riana pun segera keluar dari kamar Gisella dan menutup rapat pintu kamar nya.


"Kasihan sekali Gisella, sudah tidak bisa bersama dengan Rangga. Keluarga Rangga yang sudah sangat kecewa sekali dengan Gisella dan membuat mereka membenci Gisella."


Riana kembali membuka pintu kamar Gisella secara perlahan-lahan dia melihat Gisella yang seperti sedang menghapus air mata nya.


Gisella harus membuka lembaran baru di kehidupan nya, dia harus berpisah dengan Barra lebih awal dari perjanjian pernikahan kontrak nya.


Dan Gisella pun harus bisa melupakan Rangga selama nya di dalam kehidupan nya, Rangga selalu ada bersama dengan nya dan Rangga yang selalu melindungi Gisella di mana pun Gisella berada.


Gisella harus melupakan dua lelaki yang pernah singgah di kehidupan nya.

__ADS_1


__ADS_2