Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (131)


__ADS_3

Gisella masuk ke dalam ruangan tersebut, dia melihat mata Laura yang begitu sangat bengkak sekali.


"Kak, bagaimana dengan kondisi kandungan Kakak?. Semuanya baik-baik saja kan Kak."


Gisella memberikan perhatian nya kepada Laura.


"Semuanya baik-baik saja, semoga tidak lagi terjadi seperti ini lagi yaa Kaa. Kakak harus lebih berhati-hati lagi menjaga kesehatan kandungan Kakak."


Barra pun memilih untuk keluar dari ruangan tersebut dia merasa jika kehadiran nya membuat mereka berdua tidak bebas untuk bercerita.


Gisella merasa sangat kesal sekali ketika kedatangan dia di abaikan oleh Laura.


"Kak, aku harus bagaimana lagi. Agar Kakak bisa seperti dulu lagi sama aku, Kakak tidak seperti kepada ku Kaa. Aku mengakhiri pernikahan ini itu untuk Kakak demi Kakak tapi kenapa Kakak tetap saja seperti ini dengan aku."


Laura pun terdiam mendengar perkataan Gisella.


"Aku yang berkorban Kaa, aku yang banyak berkorban walaupun aku tahu tidak mudah untuk berada di posisi Kakak. Melihat suami nya sendiri menikah dengan wanita lain tapi aku sudah mengakhiri semua nya Kaa, sekarang aku sudah tidak lagi bersama dengan Kak Barra. Tapi kenapa sikap Kakak jahat sekali dengan aku."


Gisella merasa perkataan nya hanya di abaikan saja oleh Laura, Laura tidak menjawab sama sekali perkataan dari Gisella.

__ADS_1


"Aku sangat sayang sekali Kakak dan semoga saja kandungan Kakak baik-baik saja, maaf aku tidak bisa lama-lama karena ada murid aku yang menunggu aku. Aku merasa sangat menyesal sekali datang ke sini."


Gisella pun memilih untuk pergi dan Barra melihat Gisella keluar dari ruangan nya.


"Gisella, kamu baik-baik saja kan?. Bagaimana dengan kandungan kamu sekarang."


Gisella tidak menjawab pertanyaan dari Barra dia memilih untuk pergi.


Barra mencoba untuk mengejar Gisella tapi Rossalinda mencoba untuk menahan nya.


"Biarkan dia pergi karena kamu yang sudah membuat nya pergi, sekarang fokus saja pada istri mu yang ada di dalam."


Barra pun dengan sangat terpaksa dia masuk kembali ke dalam ruangan Laura.


"Laura, kamu baik-baik saja kan."


Barra melihat pandangan mata Laura seperti tatapan mata yang kosong.


Laura hanya terdiam ketika Barra mencoba untuk berkomunikasi dengan nya.

__ADS_1


"Laura, kamu jangan seperti ini Laura jangan kamu buat aku hawatir sekali."


Barra pun langsung memeluk erat Laura.


"Aku jahat yaa Mas, aku jahat sekali kepada Gisella."


Barra melepaskan pelukan erat ketika mendengar perkataan tersebut.


"Laura kamu kenapa tiba-tiba saja berkata seperti itu,? sebelum nya kamu dan Gisella berkata apa?."


Laura pun semakin menangis kencang di hadapan Barra.


"Aku jahat Mas, jahat kepada Gisella. Aku yang salah dan Gisella yang benar, apakah seperti itu Mas pandangan semua orang kepada kuu??."


Barra merasa Gisell mengatakan sesuatu kepada Laura.


"Gisell, bicara apa dengan kamu Laura. Kamu tenang yaa jangan sampai emosi karena aku sangat takut sekali tensi kamu kembali tinggi."


Laura tidak menjawab pertanyaan dari Barra, dia terus saja menangis dan menangis tiada henti nya.

__ADS_1


Barra merasa sangat hawatir sekali dengan kondisi Laura yang lebih memilih untuk melamun sambil menangis tersedu-sedu.


Rossalinda yang mendengar suara tangisan Laura pun dia memilih untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


__ADS_2