
Laura pun mengajak suami nya untuk menuju ke ranjang mereka, Laura mengambil handphone Barra dan dirinya dan dia non aktif nya ke dua handphone tersebut.
"Aku tidak mau ada yang menggangu waktu kebersamaan kita berdua, aku ingin kita berdua fokus dengan hubungan cinta kita malam ini."
Laura pun mematikan lampu kamar nya dan dia begitu sangat bergairah sekali di malam itu.
***
Keesokan harinya Rangga berniat untuk pergi ke toko bunga milik keluarga Gisella.
Dia hanya ingin melihat Gisella tapi ternyata ketika dirinya ke sana dia hanya melihat Ayah Gisella saja.
"Loh, Gisell nya mana yaa?. Dan Tante Riana pun tidak ada, biasanya selalu berdua mereka."
Di karenakan Rangga sangat penasaran sekali dia pun menghampiri Ayah Gisella yang terlihat sangat sibuk sekali.
Rangga datang mencoba untuk membantu Ayah Gisella, sampai akhirnya pembeli pun mulai tidak ramai.
"Terimakasih banyak yaa Rangga, kamu sudah membantu Om. Tadi sangat sibuk sekali pembelinya sangat banyak."
Rangga hanya bisa tersenyum manis kepada Ayah Gisella.
"Kenapa Om sendirian,? di mana Tante Riana dan Gisella. Yaa walaupun saya lebih sering melihat kalian berdua tanpa Gisella."
Ayah Gisella merasa jika Rangga berhak tahu apa yang sekarang terjadi terhadap Gisella.
Karena walaupun sekarang mereka berdua sudah tidak mempunyai hubungan spesial tapi Rangga masih mencoba untuk berhubungan baik dengan Gisella.
"Gisella sakit dan sekarang dia sedang di rawat di Rumah Sakit, Tante Riana yang menemani nya."
Seketika Rangga pun terkejut ketika mendengar kabar Gisella.
"Astaga Gisell, kalau boleh tau Gisella di rawat di Rumah Sakit mana yaa Om. Saya mau melihat kondisi Gisella sekarang."
Wajah Rangga terlihat sangat hawatir sekali dan akhirnya Rangga pun di berikan alamat Rumah Sakit tersebut.
Ketika mendapatkan alamat Rumah Sakit tersebut, Rangga pun langsung segera pergi menuju ke mobil nya.
"Hati-hati Rangga."
Teriak Ayah Gisella kepada Rangga yang menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.
__ADS_1
"Semoga Rangga selamat sampai tujuan, cepat sekali dia mengendarai mobil nya."
Rangga pun merasa sangat hawatir sekali dengan kondisi Gisella.
"Di sekolah Gisella sering sekali pingsan di saat upacara bendera, dia mempunyai penyakit anemia seperti nya sekarang juga Gisella seperti itu dia terlalu banyak memikirkan sesuatu yang membuat aku semakin penasaran dengan kisah cinta nya yang sekarang."
Rangga sampai di rumah sakit dan langsung mencari kamar Gisella.
Ketika sudah bertanya akhirnya Rangga pun berada di depan kamar Gisella.
"Huh, akhirnya ketemu juga ini kamar."
Rangga langsung mengetuk pintu kamar tersebut dan Gisella pun merasa terkejut siapa yang datang.
"Bu, apakah itu ayah. Ayah kembali lagi ke sini lalu bagaimana dengan toko bunga nya."
Riana pun langsung membuka pintu tersebut dan melihat Rangga yang sudah tersenyum manis di hadapan nya.
"Erlangga,? kenapa kamu bisa ada di sini ?. kamu tahu dari siapa Gisella berada di Rumah Sakit ini."
Rangga pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan melihat wajah Gisella yang sangat pucat sekali.
"Saya tadi pagi berniat untuk membeli bunga untuk Mama saya, tapi melihat Ayah Gisella begitu sangat sibuk sekali dengan pembeli yang sangat banyak dan saya pun datang membantu menanyakan tentang Gisella."
"Kasihan sekali Ayah Buu, lebih baik sekarang ibu pulang saja. Biarkan aku sendiri di sini semoga saja besok aku akan segera bisa pulang Buu."
Riana merasa sangat tidak tega sekali jika harus meninggalkan Gisella sendiri di rumah sakit.
Riana pun langsung memandangi wajah Rangga yang seperti nya sangat menghawatirkan kondisi Gisella.
"Erlangga, mau kah kamu menemani Gisella di saat Tante pulang dulu. Nanti sore Tante janji pasti akan kembali."
Mendengar perkataan tersebut membuat Rangga sangat senang sekali ketika dia bisa bersama dengan Gisella.
"Bisa banget Tante, saya dengan senang hati mau menemani Gisella sampai sembuh pun saya mau."
Gisella hanya bisa terdiam saja dia mengikuti apa yang di katakan oleh Ibunya.
"Tapi ingat yaa Erlangga Rangga, Gisella itu sudah menikah dan mempunyai suami. Kamu jangan melakukan hal-hal aneh terhadap Gisella."
Rangga menggangukan kepalanya berkali-kali di hadapan Riana.
__ADS_1
"Yasudah yaa sayaaaaang, Ibu pergi dulu yaa. Kamu baik-baik bersama dengan Rangga yaa."
Riana mencium kening Gisella dan Gisella pun tersenyum manis kepada ibunya.
"Hati-hati yaa Buu."
Gisella melambaikan tangan nya kepada Riana.
Rangga memandangi wajah Gisell yang terlihat sangat pucat sekali dan membuat Rangga ingin banyak bertanya kepada Gisell.
"Kenapa kamu melihat aku seperti itu Rangga,? apakah kamu melihat wajah aku yang jelek ini."
Gisella merasa sangat risih sekali ketika Rangga yang terus saja memandangi nya.
"Gisell, kenapa suami kamu tidak datang ke Rumah Sakit ini?. Yaa walaupun dia sedang bertugas setidaknya dia menyempatkan diri untuk bisa melihat istrinya yang sedang sakit."
Gisella merasa Rangga semakin ingin tahu tentang identitas suaminya.
"Tadia telephone aku dan dia mau ke sini tapi aku melarang nya, aku tidak mau mengganggu pekerjaan nya karena aku takut jika dia meminta ijin untuk menemui aku dia mendapatkan permasalahan di kerjaan nya."
Rangga mencoba untuk mengerti dengan penjelasan Gisella.
Melihat kondisi Gisella yang terlihat sangat lemas sekali Rangga berpikir jika Gisella sedang hamil.
Tapi Rangga tidak menanyakan hal tersebut kepada Gisella.
Makan dan obat Gisella pun datang, Rangga langsung menghampiri dan membawa kepada Gisella.
"Gisella kamu harus makan yang banyak yaa, karena kamu tanggung jawab aku sekarang. Aku tidak mau nanti Tante Riana marah karena kamu nggak mau makan dan minum obat."
Rangga pun langsung menyuapi Gisella, Gisella memandangi wajah Rangga yang begitu sangat tulus sekali kepada nya.
Gisella pun berpikir sejenak andai waktu bisa di putar kembali, dia tidak akan pernah mau mengikuti keinginan Kakak nya tersebut.
Dia akan mempertahankan cinta nya bersama dengan Erlangga Rangga.
"Rangga, terimakasih atas kebaikan kamu yaa. Dan maafkan aku yang tidak bisa membalas semua kebaikan kamu."
Rangga hanya bisa tersenyum manis kepada Gisella, Rangga masih sangat mencintai Gisella tapi mungkin hanya cinta dalam hati saja.
"Gisella, aku nggak mau kamu seperti ini. Aku ingin kamu selalu sehat dan bahagia. Apalagi sekarang kamu sudah bahagia dengan lelaki pilihan kamu."
__ADS_1
Mata Gisella berkaca-kaca ketika mendengar perkataan tersebut dia seperti ingin sekali memeluk erat tubuh Rangga.
Gisella ingin berteriak kencang di pelukan Rangga meluapkan semua rasa yang di pendam dan menceritakan semuanya kepada Rangga.