Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (127)


__ADS_3

Gisella mulai melakukan aktivitas nya untuk menjadi seorang guru private matematika.


Gisella begitu sangat bersemangat sekali dia terus saja mengelus perut nya.


"Sayaaaaang, hari ini jangan kita belajar yaa. Kita harus semangat ya sayang kita harus selalu berjuang."


Dalam satu hari Gisella mengajar di 3 rumah dia merasa sangat bersemangat sekali.


"Nak, jangan terlalu banyak ambil satu hari 2 rumah saja. Ibu sangat hawatir sekali dengan kandungan kamu sayang."


Riana merasa sangat hawatir sekali dengan Gisella yang selalu bersemangat sekali.


"Tidak Buu, aku kuat Koo buuu. Aku juga harus punya pemasukan uang cek kandungan dan juga menabung membeli kebutuhan untuk anak ku nanti."


Gisella tidak mau merepotkan ke dua orang tuanya.


Gisella pun berniat untuk langsung pergi, Gisella menunggu taksi online yang sudah di pesan.


Tapi lagi dan lagi mobil milik Rangga berada di hadapan nya.


Riana melihat hal tersebut dan dia pun tidak bisa marah-marah kepada Rangga.

__ADS_1


"Aku tidak bisa marah karena sangat sulit sekali ketika seseorang sudah jatuh cinta. Rangga belum bisa melupakan Gisella."


Riana hanya bisa memandangi Gisella dan Rangga dari pintu rumah nya.


"Rangga, kamu untuk apa lagi ada di hadapan ku lagi. Kamu bahagia yaa kalau aku di marahin lagi sama Mama kamu."


Gisella begitu sangat tidak nyaman sekali dengan kehadiran Rangga.


"Gisell, kamu mau pergi ke mana dengan buku-buku itu."


Rangga memperhatikan Gisella yang seperti akan pergi mengajar.


"Aku sekarang menjadi guru private matematika, aku akan pergi ke rumah mereka masing-masing."


"Gisella kamu masih harus mendapatkan nafkah dari mantan suami kamu, dia harus memberikan nafkah untuk anak nya. Apakah suami kamu itu lepas dari tanggung jawab nya."


Gisella menudukan kepala nya dia merasa jika Rangga yang semakin ingin tahu.


"Aku ingin mandiri Rangga, biarlah aku mencari uang sendiri. Ini untuk kebutuhan ku dan juga untuk tabungan melahirkan ku nanti karena aku tidak mau merepotkan ayah dan ibu."


Taksi online yang di pesan Gisella pun datang dia langsung masuk ke dalam taksi tersebut.

__ADS_1


"Aku pergi dulu yaa Rangga."


Rangga begitu sangat hawatir sekali dengan kondisi Gisella.


"Gisella, kenapa nasib mu harus seperti ini. Kamu meninggalkan hubungan kita berdua untuk lelaki yang tidak bertanggung jawab. Lelaki yang tidak bisa membuat kamu bahagia."


Rangga masih saja terdiam di hadapan rumah Gisella, melihat Rangga yang masih ada di depan halaman rumah nya.


Riana pun langsung menghampiri Rangga.


"Erlangga Rangga, bagaimana dengan acara pertunangan kamu dengan wanita yang di pilih oleh orang tua kamu."


Rangga pun langsung membalikkan badannya ketika mendengar suara Mama Riana.


"Pertunangan yang tidak aku inginkan, aku tidak mencintai nya Tante dan wanita itu tidak akan pernah bahagia bersama dengan aku."


Riana langsung teringat dengan pernikahan Gisella.


Riana pun merasa sangat menyesal sekali kenapa Gisella tidak bersama dengan Rangga.


Mungkin saja sekarang Gisella dan Rangga sangat bahagia sekali.

__ADS_1


"Rangga, mungkin memang takdir yang berkata lain. Kalian yang tidak bisa bersatu kembali semoga saja kamu dan Gisella akan bahagia di suatu nanti dengan pasangan yang benar-benar kalian cintai."


Riana tersenyum sambil menahan air mata nya.


__ADS_2