Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (128)


__ADS_3

Rangga yang merasa sangat penasaran sekali pun memilih untuk menanyakan kepada Riana.


"Bu, sebenarnya siapa suami Gisella. Suami yang tidak bertanggung jawab itu, suami nya yang meninggalkan istri nya sedang hamil."


Rangga pun terus bertanya kepada Riana.


"Kenapa ibu tidak bisa memilih lelaki yang terbaik untuk Gisella, aku tahu pernikahan Gisella ini adalah perjodohan karena aku tahu Gisella sangat cinta dengan hubungan nya bersama dengan aku Buu. Dan Gisella pasti melakukan ini karena dia tidak mau melawan ucapan orang tua nya."


Riana tidak kuasa menahan air mata nya, dia merasa sangat bersalah sekali.


"Kamu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, biarlah hanya keluarga kita yang tahu dan menyesali nya."


Riana pun menghapus air mata nya dengan tangan yang bergetar.


"Buu, saya melihat pemandangan yang tidak bisa. Ketika Gisella bersama dengan Barra di rumah sakit. Mereka berdua seperti sangat akrab sekali sampai Barra memegang tangan Gisella, ada apa dengan mereka berdua."


Rangga mulai mencurigai hal tersebut dan dia langsung menatap wajah Riana.


Riana seketika seperti kehabisan kata-kata untuk bisa menjelaskan nya kepada Rangga.

__ADS_1


"Rangga, maafkan ibu yaa. Toko bunga sudah mulai penuh sekali dan Ibu harus membantu suami ibu."


Riana memilih untuk pergi meninggalkan Rangga Tampa menjawab pertanyaan dari Rangga.


"Apakah Barra itu adalah suami dari Gisella, tapi itu tidak mungkin terjadi karena Barra itu adalah suami Kak Laura tapi kenapa aku selalu mencurigai mereka berdua."


Rangga kembali ke dalam mobil nya, dia berniat untuk ingin bertemu dengan Laura.


Sebelum menjalankan mobilnya Rangga mengeluarkan handphone untuk mengirim pesan kepada Laura.


*Kak Laura, bisakah kita berdua bertemu. Ada yang ingin sekali aku tanyakan tentang Gisella.*


"Pesan dari Erlangga, hmmmm mengirimkan pesan apa dia."


Laura pun membaca kiriman pesan dari Rangga.


"Seperti nya Rangga sudah tahu jika Gisella yang sudah tidak mempunyai suami, Rangga dan Gisella itu saling mencintai dan aku rasa walaupun Gisell yang sudah berstatus menikah dan hamil tidak membuat perasaan Rangga hilang kepada Gisell."


Laura berencana ingin mempersatukan kembali Gisella dengan Rangga.

__ADS_1


"Aku ingin sekali membuat Gisella kembali bahagia bersama dengan lelaki yang di cinta, dan jika Gisella dan Rangga bersatu kembali maka Mas Barra tidak akan lagi perhatian dengan Gisella."


Laura pun langsung membalas pesan dari Rangga.


*Baiklah, sekarang aku sedang libur jadi kita bisa bertemu di cafe yang biasa kita bertemu. Di dekat rumah sakit sejahtera.*


Rangga yang membaca pesan tersebut dia langsung menjalankan mobil nya untuk pergi ke cafe tersebut.


"Semoga saja Kak Laura bisa menceritakan semuanya kepada kuu."


Laura meninggalkan kamar kosong tersebut yang akan dia dekorasi sebagai kamar tidur anak nya nanti.


Ketika Laura hendak membuka pintu kamar tersebut dia merasakan sakit yang luar biasa di perut nya.


"Ahhhhhh, ada apa dengan perut ku kenapa sakit sekali yaa."


Laura terus saja memegang perut nya sampai badan nya membungkuk menahan rasa sakit.


Laura mencoba untuk berusaha untuk terus berjalan menuju ke kamar nya.

__ADS_1


Tapi ketika Laura mau membuka pintu kamar nya dia tidak kuat dan langsung jatuh pingsan di depan kamar nya.


__ADS_2